Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Quality Assurance Testing Dalam Pengembangan Website Klasifikasi Kualitas Air Sungai Citarum Utari, Rai Barokah; Kallista, Meta; Wibowo, Ig. Prasetya Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Citarum, yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat, memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat di sekitarnya. Selain sebagai sumber air, sungai ini juga mendukung berbagai aktivitas domestik, pertanian, dan industri. Namun, pada tahun 2013, Sungai Citarum dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi untuk menganalisis kualitas air sungai menggunakan sistem informasi yang pastinya sebelum digunakan layanannya oleh masyarakat diperlukannya Quality Assurance testing. Hal ini bertujuan untuk memverifikasi dan menjamin kualitas produk perangkat lunak agar bisa digunakan dengan baik. Quality Assurance testing sangat diperlukan guna memastikan User Interface (UI) dan User Experience (UX) yang lancar. Kata kunci— Quality Assurance testing, Sungai Citarum, Pencemaran Air, Kualitas Air
Implementasi Folium dan Streamlit Pada Website Klasifikasi Kualitas Air Sungai Citarum (CITASI) Suhartono, Ardhien Fadhillah; Kallista, Meta; Wibowo, Ig. Prasetya Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai terpanjang di Jawa Barat yaitu Sungai Citarum memiliki panjang 323 km dan mengalir dari Situ Cisanti di Kabupaten Bandung ke Laut Jawa. Sungai tersebut memiliki peran penting dalam ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat. Pada tahun 2018, itu dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia. Kondisi ini menyebabkan banyak masalah lingkungan dan kesehatan yang serius yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Masyarakat tentu tidak mengetahui apakah kualitas air sungai tersebut tercemar ringan, tercemar sedang, ataupun tercemar berat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan informasi kualitas air Sungai Citarum kepada masyarakat melalui sistem informasi yang mudah di akses. Untuk mengatasi permasalahan seberapa tercemar kualitas air Sungai Citarum, dapat menggunakan sebuah cabang dari Machine Learning yaitu Supervised Learning. Nantinya hasil klasifikasinya ditampilkan dalam sebuah website yang dilengkapi dengan peta interaktif dan kalkulator manual untuk menunjukkan seberapa tercemarnya aliran sungai citarum di beberapa titik. Kata kunci— Kualitas Air Sungai, Machine Learning, Website
Analisis dan Aplikasi Sensor pH, Sensor TDS, Sensor NTU, dan Sensor Suhu dalam Pengukuran Kualitas Air Tarigan , Ray Talenta; Wibowo, Ig. Prasetya Dwi; Kallista, Meta
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Pengukuran kualitas air adalah aspek pentingdalam pengelolaan sumber daya air dan pengolahan air. SensorpH, Total Dissolved Solids (TDS), Nephelometric Turbidity Unit(NTU), dan suhu adalah perangkat kunci dalam pemantauankualitas air. Artikel ini membahas fungsi, prinsip kerja, dankeuntungan penggunaan masing-masing sensor dalam kontekspengukuran kualitas air. Analisis mendalam dari aplikasisensor-sensor ini akan memberikan wawasan tentangbagaimana teknologi ini mendukung kontrol kualitas danpengelolaan air. Kata kunci— Kualitas air, sensor, pemantauan real-time
Penggunaan Kalman Filter Pada Sensor Pengukur Padatan Terlarut Dalam Air Shafira Zahra Anisa; Wibowo, Ig. Prasetya Dwi; Meta Kallista
Jurnal Nasional SAINS dan TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jnst.v3i1.9701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas air sungai menggunakan perahu remote control (RC) yang dilengkapi dengan empat sensor, yaitu sensor pH, kekeruhan, padatan terlarut (TDS), dan suhu air. Untuk mengatasi kebisingan pada pembacaan sensor, digunakan Kalman Filter yang mampu menstabilkan hasil pengukuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan Kalman Filter secara signifikan mengurangi variasi data sensor TDS, dengan rata-rata data lebih konsisten setelah penggunaan filter dibandingkan sebelum menggunakan filter. Penggunaan teknologi ini berpotensi mendukung pelestarian lingkungan sungai melalui pemantauan kualitas air yang lebih akurat dan efisien.