Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Defect Analysis of Pepari Leather Bags Using Fault Tree Analysis and 5W+1H: Analisis Kecacatan Tas Kulit Pepari Leather dengan Fault Tree Analysis dan 5W+1H Pradana, Billy Gandis; Rochmoeljati, Rr.
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 4 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i4.1570

Abstract

General Background: Leather-based products such as bags are highly valued for their aesthetic and durability, yet their production is prone to quality issues. Specific Background: A manufacturing company specializing in leather accessories has consistently encountered product defects, especially in its leather bag line. Knowledge Gap: Despite the importance of maintaining quality in leather goods, there is limited systematic analysis on the root causes of defects using structured diagnostic methods in such contexts.Aims: This study aims to identify and analyze the root causes of leather bag defects using the Fault Tree Analysis (FTA) and 5W+1H methods to propose effective corrective measures. Results: The findings reveal three major defect types: uneven leather texture (0.1018%), scratch marks (0.1577%), and stitching holes (0.1034%). Novelty: The integration of FTA with the 5W+1H framework offers a structured, diagnostic approach rarely applied in small to medium-scale leather production settings. Implications: Recommended improvements include strengthening quality control protocols, enhancing raw material inspection, maintaining equipment reliability, and implementing targeted worker training—providing a comprehensive basis for quality enhancement in leather goods manufacturing. Highlights: Identifies key leather bag defects with precise probability data. Combines FTA and 5W+1H for structured root cause analysis. Proposes actionable improvements to optimize production quality. Keywords: Fault Tree Analysis, Quality Control, Leather Bag, Defect Analysis, Root Cause
Program Pemberdayaan Masyarakat: Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Minyak Jelantah) sebagai Bahan Baku Lilin Aromaterapi di Desa Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember Gustya, Cindy Alya; Naelovar, Syahrin Nuzulia; Aimmah, Rohmatul; Aprilyana, Shalsya Dian; Agustin, Mawadatul Hifniyah; Taufikurohman, Taufikurohman; Annas, Asraf Al; Rahmawati, Ari Dwi; Pradana, Billy Gandis; Agustin , Istiqomah; Nugroho, Gita Gempita; Choirunisa, Ika Nadia; Laily Hidayat, Veni Dewi; Prasetio Rini, Ike Dwi; Putra, Ryan Ramadhan; Hidayat, Moh. Samuel
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i4.3168

Abstract

Pengelolaan limbah minyak jelantah di tingkat rumah tangga di Indonesia merupakan masalah yang kompleks dan memerlukan perhatian serius. Banyak masyarakat yang belum menyadari dampak negatif dari pembuangan minyak jelantah secara sembarangan, seperti pencemaran air dan tanah, serta potensi bahaya bagi kesehatan. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, tim KKN Kolaboratif 030 dari Desa Dukuh Dempok, Kabupaten Jember menyelenggarakan program pengabdian masyarakat yang inovatif melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan limbah minyak jelantah yang biasanya dianggap sebagai sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis dan ramah lingkungan. Metode pelatihan yang diterapkan mencakup pemaparan materi, demonstrasi, serta praktik mandiri. Hasil dari pelatihan ini menunjukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan lilin aromaterapi yang ditandai dengan kemampuan peserta dalam mengikuti setiap tahapan dalam pembuatan lilin sesuai dengan SOP yang telah disusun, serta menunjukkan antusiasme tinggi dalam partisipasi selama sesi praktik. Keberhasilan ini membuka peluang bagi masyarakat Desa Dukuh Dempok untuk mengembangkan usaha berbasis limbah minyak jelantah, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.