Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Perempuan dalam Kepemimpinan: Perspektif Hadis dan Realitas Kontemporer Jainah , Jainah; Monady, Hanief; Sa’adah, Nismah
MISYKAT AL-ANWAR JURNAL KAJIAN ISLAM DAN MASYARAKAT Vol 8 No 2 (2025): Misykat Al Anwar Jurnal Kajian Islam dan Masyarakat
Publisher : Faculty of Islamic Studies, University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ma.8.2.243-270

Abstract

In several Muslim societies‟ recent history, women‟s leadership has been a contentious topic. The majority of Muslim scholars have rejected it due to its crippling effects, however others have accepted it as a way to meet community needs in a contemporary setting. Because of the lack of a clear direction about the state‟s leadership and the government‟s high position, this topic is contentious and prone to conflict. In light of this, it is necessary to examine Muslim leadership in the perspective of modern Muslim scholars. The concept, a brief history, the opinions of modern Islamic scholars, and the significance of Muslim women‟s leadership within the framework of modern Islamic thought are all covered in this paper. M. Quraish Shihab and KH. Husein Muhammad‟s ideas on women‟s leadership are compared and contrasted, and they are founded on arguments and modern interpretations of the Qur‟an and the Sunnah. This essay comes to the conclusion that, in light of Islamic (Sharia) law, modern Muslim scholars are unable to offer a convincing and useful justification for women‟s leadership. While it‟s true that Islam doesn‟t offer any concrete rules, in actuality, it gives women a wide range of opportunities to work in the public sector. This is due to the fact that men and women were formed in equal roles and have equal access to opportunities in areas such as employment and leadership roles. Keyword: Women, Leadership, Hadith, Contemporary Reality.
Daur Air Perspektif Eko-Teologis: Kajian Komparatif Tafsir al-Rāzī dan Quraish Shihab atas QS. An-Nur [24]:43 Jainah; Sa’adah, Nismah; Warman Mahfuzh, Taufik; Rusdeana; Wahyudi, Ikmal
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v9i2.443

Abstract

Fenomena air dan siklusnya adalah salah satu tema utama dalam Al-Qur’an, sebagaimana diuraikan dalam QS. An-Nur [24]:43 yang menjelaskan proses pembentukan awan, datangnya hujan, dan munculnya kilat. Ayat ini tidak hanya membawa pesan teologis, tetapi juga memiliki aspek ekologis yang relevan dengan tantangan lingkungan saat ini. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) seperti apa penafsiran Fakhruddin al-Rāzī terhadap QS. An-Nur [24]:43, (2) apa pendapat M. Quraish Shihab tentangnya, dan (3) bagaimana keterkaitan keduanya dengan teori siklus air kontemporer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan antara tafsir klasik dan modern serta mengintegrasikannya dalam sudut pandang eko-teologis. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui studi literatur dengan pendekatan tafsir maudhu'i untuk menulusuri tema air secara tematik dalam Al-Qur’an, dan analisis perbandingan untuk menelaah kesamaan dan perbedaan antara tafsir klasik (al-Rāzī) dan tafsir modern (Quraish Shihab) dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Rāzī fokus pada aspek teologis-filosofis, sementara Quraish Shihab mengaitkan penafsiran tersebut dengan dimensi ilmiah dan ekologis. Sintesis keduanya melahirkan perspektif eko-teologis Qur’ani yang meegaskan hujan sebagai ayat Tuhan sekaligus tanggung jawab ekologis manusia. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi klasik dan modern dalam membangun paradigma tafsir ilmiah menuju tafsir eko-teologis Qur’ani yang relevan dengan isu lingkungan global