Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Triangular of love dan Relationship Satisfaction pada Pasangan Emerging Adulthood yang Sedang Menjalin Hubungan Romantis Dewanto, Hajar; Sahrani, Riana; Budiarto, Yohanes
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i2.13623

Abstract

Penelitian ini meneliti pengaruh keintiman, gairah, dan komitmen dalam teori Triangular of Love (Sternberg) terhadap kepuasan hubungan pada individu emerging adulthood. Fase ini ditandai dengan eksplorasi identitas dan transisi menuju komitmen jangka panjang, sehingga banyak individu mengalami tantangan dalam membangun hubungan yang memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan dyadic analysis. Partisipan terdiri dari 260 individu (130 pasangan) berusia 18-29 tahun yang sedang menjalani hubungan romantis. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan Triangular of Love Scale (TLS) dan Relationship Assessment Scale (RAS). Analisis dilakukan dengan Actor-Partner Interdependence Model by Multilevel Modeling (APIM-MM) menggunakan SPSS untuk menguji efek individu (actor’s effect) dan pasangan (partner’s effect) terhadap kepuasan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga komponen cinta memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan hubungan. Namun, analisis APIM-MM mengungkapkan bahwa hanya actor’s effect yang berpengaruh signifikan, sedangkan partner’s effect tidak menunjukkan pengaruh berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan hubungan lebih dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap hubungan mereka sendiri daripada tindakan pasangan. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai dinamika hubungan romantis pada emerging adulthood dan dapat menjadi referensi bagi penelitian serta praktik psikologi hubungan di masa depan
INTERVENSI PENYEBAB COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOR PADA PENGASUH PANTI ASUHAN XYZ Riyadi, Astri; Gracious, Levi; Dewanto, Hajar; Savitry S Pandia, Weny; Maysha, Linda
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26551

Abstract

XYZ Foundation is an orphanage specifically for children with special needs who need more intensive services thantypical children. From the initial meeting with XYZ Orphanage, complaints were made about CounterproductiveWork Behavior (CWB) problems in caregivers. CWB itself is defined as a form of dysfunctional behavior anddetrimental to both individuals and organizations. CWB that appears to caregivers is that some caregivers seemnegligent in doing tasks and lack enthusiasm in working. Caregivers also seem to lack information related to therules that have been set so that caregivers often violate the rules. In addition, some caregivers are also found tooften talk about superiors and there are feelings of mutual dislike which are often caused by misunderstandingsbetween caregivers. In the end, the atmosphere in the caregiver group environment seemed negative so that thecaregivers did not help each other, and the caregiver's work was heavy. Poor caregiver performance causes childrennot to get maximum care and can have an impact on child development. The emergence of counterproductivebehavior in XYZ Orphanage is caused by problems in task preparation, job related information, organizationalinjustice, and less positive group dynamics that have an impact on the emergence of counterproductive workbehavior (CWB) in the caregiver group. Thus, interventions are made on these aspects so that XYZ Orphanagecaregivers can work more optimally. Interventions made are training and team building to cope with problems intask preparation and group dynamics, also compiled a standard operational procedure of caregiver to solve problemin job related information. Some suggestions also given to help the orphanage manage key performance indicatorsto cope with organizational injustice. ABSTRAK: Yayasan XYZ merupakan panti asuhan yang dikhususkan untuk anak berkebutuhan khusus yang membutuhkanpelayanan yang lebih intensif dibandingkan anak tipikal. Dari pertemuan awal dengan pihak Panti XYZ, dikeluhkanadanya permasalahan Counterproductive Work Behavior (CWB) yang ada pada pengasuh. CWB sendirididefinisikan sebagai bentuk perilaku disfungsional dan merugikan baik bagi individu maupun organisasi. CWByang tampak pada pengasuh adalah beberapa pengasuh tampak lalai dalam mengerjakan tugas dan kurangbersemangat dalam bekerja. Pengasuh juga tampak kurang mengetahui informasi terkait peraturan yang sudahditetapkan sehingga pengasuh seringkali melanggar peraturan. Selain itu beberapa pengasuh juga didapati seringmembicarakan atasan dan adanya perasaan saling tidak suka yang seringkali disebabkan oleh kesalahpahaman antarpengasuh. Pada akhirnya, suasana di lingkungan kelompok pengasuh tampak negatif sehingga pengasuh tidak salingmembantu dan pekerjaan pengasuh terasa berat. Performa pengasuh yang kurang baik menyebabkan anak-anak tidakmendapatkan pengasuhan yang maksimal dan dapat berdampak pada perkembangan anak. Timbulnyacounterproductive behavior di Panti Asuhan XYZ diakibatkan oleh permasalahan pada task preparation, job relatedinformation, adanya organizational injustice, dan dinamika kelompok yang kurang positif sehingga berdampak padatimbulnya perilaku counterproductive work behavior (CWB) pada kelompok pengasuh. Dengan demikian,dilakukan intervensi pada aspek-aspek tersebut agar pengasuh panti asuhan XYZ dapat bekerja lebih optimal.Intervensi yang dilakukan adalah pelatihan dan team building untuk mengatasi masalah dalam task preparation dandinamika kelompok. Peneliti juga menyusun prosedur operasional standar pengasuh untuk memecahkan masalahdalam job related information. Beberapa saran juga diberikan untuk membantu panti asuhan mengelola indikatorkinerja utama untuk mengatasi organizational injustice.