Penelitian ini meneliti pengaruh keintiman, gairah, dan komitmen dalam teori Triangular of Love (Sternberg) terhadap kepuasan hubungan pada individu emerging adulthood. Fase ini ditandai dengan eksplorasi identitas dan transisi menuju komitmen jangka panjang, sehingga banyak individu mengalami tantangan dalam membangun hubungan yang memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain non-eksperimental dan dyadic analysis. Partisipan terdiri dari 260 individu (130 pasangan) berusia 18-29 tahun yang sedang menjalani hubungan romantis. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan Triangular of Love Scale (TLS) dan Relationship Assessment Scale (RAS). Analisis dilakukan dengan Actor-Partner Interdependence Model by Multilevel Modeling (APIM-MM) menggunakan SPSS untuk menguji efek individu (actor’s effect) dan pasangan (partner’s effect) terhadap kepuasan hubungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga komponen cinta memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan hubungan. Namun, analisis APIM-MM mengungkapkan bahwa hanya actor’s effect yang berpengaruh signifikan, sedangkan partner’s effect tidak menunjukkan pengaruh berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan hubungan lebih dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap hubungan mereka sendiri daripada tindakan pasangan. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai dinamika hubungan romantis pada emerging adulthood dan dapat menjadi referensi bagi penelitian serta praktik psikologi hubungan di masa depan
Copyrights © 2025