Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Intervensi Orang Tua Terhadap Rumah Tangga Anak Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Jannah, Nurrohmatul; Rosyidah, Binti Kholifatur
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah adanya perkawinan, maka akan lahir status penerimaan baru dengan sederetan hak dan kewajiban yang baru, serta pengakuan yang baru oleh orang lain. Namun dalam praktiknya, prinsip untuk membentuk keluarga kecil yang terlepas dari segala bentuk intervensi orang tua tidak dapat dilakukan secara menyeluruh oleh sebagian masyarakat. Adanya campur tangan dari orang tua terhadap rumah tangga anak akan menimbulkan ketidak harmonisan bagi keluarga anak dan keluarga orang tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Intervensi orang tua terhadap rumah tangga anak menurut hukum islam, diperbolehkan dengan syarat disaat adanya shiqaq dalam rumah tangga anak, dalam hal ini orang tua bertindak sebagai hakam (juru damai). Sedangkan menurut hukum positif orang tua tidak diperbolehkan ikut intervensi dalam rumah tangga anak dengan alasan apapun, karena orang tua sudah tidak mempunyai kewajiban terhadap anaknya yang telah menikah atau dewasa.
BIMBINGAN KELUARGA SAKINAH (Dusun Sukomoro Desa Puncu Kabupaten Puncu) Rosyidah, Binti Kholifatur
Jurnal Abdimas Al Hidayah Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Al Hidayah
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga sakinah merupakan dambaan bagi setiap manusia yang membangun sebuah keluarga. Keluarga sakinah meruakan konsep keluarga yang menekankan pada keharmonisan, kedamaian, dan keselarasan antara anggota keluarga. Akan tetapi masyarakat sekarang kurang memahami knsep keluarga sakinah yang sesungguhnya sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan konflik secara baik yang akhirnya terjalah perceraian. Mereka tidak memahami hak dan kewajiban antara suami istri yang sesungguhnya sehingga terjadilah perceraian. Selain itu mereka juga tidak memikirkan dampak dari suatu perceraian itu sendiri. Mereka hanya memikirkan ego sesaat tanpa memikirkan dampak kedepannya. Maka dari itu perlu adanya penyuluhan mengenai bagaimana keluarga sakinah yang sesungguhnya.
Intervensi Orang Tua Terhadap Rumah Tangga Anak Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif Jannah, Nurrohmatul; Rosyidah, Binti Kholifatur
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2023): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah adanya perkawinan, maka akan lahir status penerimaan baru dengan sederetan hak dan kewajiban yang baru, serta pengakuan yang baru oleh orang lain. Namun dalam praktiknya, prinsip untuk membentuk keluarga kecil yang terlepas dari segala bentuk intervensi orang tua tidak dapat dilakukan secara menyeluruh oleh sebagian masyarakat. Adanya campur tangan dari orang tua terhadap rumah tangga anak akan menimbulkan ketidak harmonisan bagi keluarga anak dan keluarga orang tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research), pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Intervensi orang tua terhadap rumah tangga anak menurut hukum islam, diperbolehkan dengan syarat disaat adanya shiqaq dalam rumah tangga anak, dalam hal ini orang tua bertindak sebagai hakam (juru damai). Sedangkan menurut hukum positif orang tua tidak diperbolehkan ikut intervensi dalam rumah tangga anak dengan alasan apapun, karena orang tua sudah tidak mempunyai kewajiban terhadap anaknya yang telah menikah atau dewasa.
Peran Dan Posisi Perempuan Sebagai Kepala Keluarga Pascaperceraian Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Konteks Perlindungan Sosial Rosyidah, Binti Kholifatur
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 2 (2025): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena meningkatnya jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga pascaperceraian merupakan kenyataan sosial yang tidak dapat diabaikan. Dalam banyak kasus, perempuan mengambil alih peran kepemimpinan keluarga, baik dalam aspek ekonomi, pengasuhan anak, maupun pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran dan posisi perempuan sebagai kepala keluarga dipandang dalam perspektif hukum Islam serta bagaimana konteks perlindungan sosial di Indonesia menopang peran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis normatif terhadap teks-teks fikih dan kebijakan sosial negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hukum Islam secara tradisional menempatkan laki-laki sebagai pemimpin keluarga (qawwam), terdapat ruang interpretatif yang memungkinkan perempuan memegang kepemimpinan dalam kondisi tertentu, termasuk pascaperceraian. Selain itu, dukungan perlindungan sosial dari negara, seperti bantuan ekonomi, pendidikan anak, dan akses hukum, menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi perempuan sebagai kepala keluarga. Dengan pendekatan yang kontekstual dan responsif gender, peran perempuan dalam kepemimpinan keluarga dapat dilihat sebagai bentuk ijtihad sosial yang sah dan mendesak untuk diakui secara hukum dan institusional.
Peran Dan Posisi Perempuan Sebagai Kepala Keluarga Pascaperceraian Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Konteks Perlindungan Sosial Rosyidah, Binti Kholifatur
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 2 (2025): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena meningkatnya jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga pascaperceraian merupakan kenyataan sosial yang tidak dapat diabaikan. Dalam banyak kasus, perempuan mengambil alih peran kepemimpinan keluarga, baik dalam aspek ekonomi, pengasuhan anak, maupun pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran dan posisi perempuan sebagai kepala keluarga dipandang dalam perspektif hukum Islam serta bagaimana konteks perlindungan sosial di Indonesia menopang peran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis normatif terhadap teks-teks fikih dan kebijakan sosial negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hukum Islam secara tradisional menempatkan laki-laki sebagai pemimpin keluarga (qawwam), terdapat ruang interpretatif yang memungkinkan perempuan memegang kepemimpinan dalam kondisi tertentu, termasuk pascaperceraian. Selain itu, dukungan perlindungan sosial dari negara, seperti bantuan ekonomi, pendidikan anak, dan akses hukum, menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi perempuan sebagai kepala keluarga. Dengan pendekatan yang kontekstual dan responsif gender, peran perempuan dalam kepemimpinan keluarga dapat dilihat sebagai bentuk ijtihad sosial yang sah dan mendesak untuk diakui secara hukum dan institusional.