Background: Aceh merupakan salah satu daerah penghasil minyak nilam (Pogostemon cablin Benth) terbaik dunia yang memiliki keunggulan kadar patchouli alcohol tinggi dan telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis. Namun, produktivitas dan kualitas minyak nilam yang dihasilkan petani masih rendah akibat keterbatasan teknologi, lemahnya kelembagaan, dan akses pasar yang belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan Desa Nilam sebagai model peningkatan kapasitas petani dan penguatan ekonomi berkelanjutan. Metode: Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan klaster inovasi hulu–hilir dengan kolaborasi academic–business–government–community-media, meliputi pemetaan calon petani dan calon lahan (CPCL), pembentukan kelembagaan petani Nilam Lhoong Aceh Sejahtera (PP NILAS), pelaksanaan sekolah lapang, penerapan Good Patchouli Farming Practices (GPFP), serta alih teknologi pascapanen dan penyulingan. Hasil: Intervensi yang dilakukan telah menujukkan hasil peningkatan kapasitas petani dalam melakukan praktik budidaya nilam yang baik, perbaikan tata kelola dan manajemen kelembagaan petani, serta penerapan teknologi pascapanen yang mampu meningkatkan kualitas minyak nilam dan mendorong pengembangan produk turunan. Kesimpulan: Model Desa Nilam efektif memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan keterampilan dan produktivitas, berpotensi menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi untuk wilayah lain dan komoditas sejenis.