Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembelajaran Terintegrasi Augmented Reality Menggunakan Assemblr Edu di SMAN 1 Leuwiliang Acep Musliman; Chandra S. Haratua; Atu Solihah; Intan Afrianti; Kinanti Fadillah Kusuma; Martahan Bostanglaut Togatorop; Nia Rahmasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 5 No. 3 (2025): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v5i3.741

Abstract

This community service activity was conducted as an effort to introduce integrated learning innovations based on Augmented Reality (AR) technology using the Assemblr Edu application to teachers at SMAN 1 Leuwiliang, Bogor, and several other schools in Bogor Regency. This activity was motivated by the underutilization of interactive digital technology in the learning process, particularly in helping teachers visualize abstract material. The implementation methods included preparation, webinar promotion, webinar implementation, a brief technical training session on creating learning materials using the Assemblr Edu application, and guidance in designing AR-based learning content during the webinar. Participants were asked to create AR-based teaching materials using Assemblr Edu according to the subjects they teach. In addition to providing theoretical material, the implementation team also conducted hands-on practice to ensure participants developed the skills to create AR content independently. The results of the activity showed high enthusiasm from the participating teachers, with 85% of participants stating that the training was very helpful and that they felt more confident in integrating AR technology into classroom learning. Participants were also able to produce several prototypes of Augmented Reality-based learning media that can be used as interactive teaching tools. This activity not only improved teachers' technological literacy but also broadened their understanding of how digital technologies such as AR can be creative solutions to enhance the quality of learning and student engagement. Through this community service activity, it is hoped that teachers will become agents of change in utilizing innovative technologies to create more engaging, interactive, and technology-driven learning experiences that align with the demands of 21st-century educational technology. Additionally, this program serves as a strategic step to strengthen teachers' capacity in addressing future challenges in digital learning.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PERILAKU POSITIF SISWA SDN 142 OKU MELALUI BERBAGAI INTERVENSI EDUKATIF Della Dwi Syahrini; Erfin Mardalena; Nia Rahmasari; Maha Putra Adi Pradana; Andri Dwi Saputra; Kartini, Kartini
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dasar memainkan peranan kunci dalam membentuk karakter dan mutu akademis peserta didik. Namun, terdapat sejumlah tantangan dalam proses pendidikan di tingkat sekolah dasar, seperti kurangnya semangat untuk belajar, terbatasnya metode pengajaran yang diimplementasikan oleh guru, dan tingkah laku siswa yang belum sepenuhnya merefleksikan nilai-nilai positif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pengembangan perilaku positif di SD Negeri 142 OKU Desa Lubuk Banjar melalui berbagai intervensi edukatif. Metodologi yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan intervensi edukatif seperti pembelajaran partisipatif, pembiasaan literasi, penguatan pendidikan karakter, serta bimbingan belajar dapat meningkatkan partisipasi siswa, pemahaman materi, dan perilaku positif seperti disiplin, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai. Oleh karena itu, intervensi edukatif yang terencana dan berkelanjutan bisa menjadi solusi efektif dalam memperbaiki kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa di sekolah dasar.
ANALISIS DAMPAK TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP EFEKTIVITAS MANAJEMEN WAKTU BELAJAR PESERTA DIDIK DI ERA MODERN Syaputri, Andini Julia; M.Doni Sanjaya; Rosidah Rosidah; Anggun Ermawati; Sriintantri Sriintantri; Nia Rahmasari
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10161

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam proses pendidikan, khususnya dalam pola pengelolaan waktu belajar peserta didik di era modern. Kehadiran perangkat digital, platform pembelajaran daring, serta akses informasi yang cepat memberikan peluang besar dalam meningkatkan efektivitas belajar, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan berupa distraksi dan penurunan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak teknologi digital terhadap efektivitas manajemen waktu belajar peserta didik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatannya dalam kegiatan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi terhadap peserta didik pada jenjang pendidikan menengah. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan teknologi digital dengan kemampuan manajemen waktu belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan waktu belajar apabila digunakan secara terarah dan proporsional, seperti untuk akses materi pembelajaran, pengingat jadwal, dan pengelolaan tugas akademik. Namun, penggunaan yang berlebihan untuk aktivitas nonakademik cenderung menurunkan disiplin belajar dan menghambat produktivitas peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan, literasi digital, serta strategi pengelolaan penggunaan teknologi agar pemanfaatannya dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara optimal.