Ramadhani, Dhia Ritaj
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas pemanfaatan teknologi wearable dalam pemantauan pasien post Myocardial Infraction (MI) Wahyudi, Joko Tri; Ramadhani, Dhia Ritaj
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1203

Abstract

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia, dan serangan jantung atau Miocardial Infarction (MI) adalah salah satu manifestasinya yang serius. Perangkat wearable untuk memantau kesehatan adalah inovasi revolusioner dalam dunia perawatan kesehatan modern. Teknologi wearable telah menjadi alat yang berpotensi bermanfaat dalam pemantauan pasien pasca-MI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan pemanfaatan teknologi wearable dalam pemantauan pasien pasca Miocardial Infarction (MI) serta melihat bagaimana penggunaan teknologi ini memengaruhi manajemen keperawatan. Studi ini melibatkan pasien-pasien yang telah mengalami MI dan yang mengenakan perangkat wearable khusus yang mampu memantau parameter kesehatan penting seperti denyut jantung, tekanan darah, tingkat oksigen dalam darah, aktivitas fisik, dan pola tidur. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain comparative study dimana untuk membandingkan hasil pemantauan pasien post Miocardial Infraction (MI) dengan menggunakan cara manual dibandingkan dengan pemantauan menggunakan teknologi wearable. Hasil penelitian terhadap 25 pasien post Miocardial Infarction di RS Muhammadiyah Palembang menunjukkan bahwa pengukuran tanda-tanda vital dengan metode manual dan teknologi wearable memberikan hasil yang tidak berbeda signifikan pada variabel frekuensi nadi, suhu, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan SpO? (p>0,05). Namun, terdapat perbedaan signifikan pada pengukuran gula darah sewaktu (GDS) antara kedua metode (p<0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa teknologi wearable dapat menjadi alternatif yang sebanding dengan metode manual untuk sebagian besar parameter vital, kecuali GDS.
Internet Sehat, Sehat dengan Internet Wahyudi, Joko Tri; Ramadhani, Dhia Ritaj
Khidmah Vol 6 No 2 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i2.511

Abstract

Internet telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari kita. Dari mencari informasi hingga berkomunikasi dengan orang lain, internet memberikan akses tak terbatas kepada kita. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan internet yang tidak bijaksana dapat berdampak negatif pada kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan internet dengan bijak agar tetap sehat secara fisik dan mental. Dalam era digital seperti sekarang, internet menjadi sumber informasi utama bagi banyak orang, termasuk informasi kesehatan. Namun, penting untuk melakukan pencarian informasi kesehatan dengan bijak agar mendapatkan informasi yang akurat dan dapat diandalkan. Remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan selalu mencari informasi apapun melalui internet. Perawat memiliki peranan penting dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya remaja agar dapat menggunakan internet dengan sehat dan dapat mencari informasi tentang kesehatan diinternet dengan baik. Tujuan: Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang penggunaan internet meliputi bagaimana menggunakan internet yang sehat agar selalu aman dan terlindungi dan bagaimana cara mencari informasi tentang kesehatan di internet agar tidak terjebak pada informasi yang salah dan mendapatkan informasi yang salah pula. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini diberikan dengan metode pendidikan kesehatan dengan media Leaflet kepada 21 peserta remaja pada kegiatan Gebyar Sehat Aisyiyah Kota Palembang dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2024 di Balayudha, Kota Palembang. Hasil: Setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penggunaan internet secara sehat, didapatkan rata-rata skor tingkat pengetahuan remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 67,87 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan rata-rata skor pengetahuan remaja meningkat menjadi 88,34. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dapat meningkatkan skor pengetahuan remaja tentang penggunaan internet yang sehat.