Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesejahteraan Mental Berbasis Kearifan Lokal Pada Prinsip Feng Shui Dan Memayu Hayuning Bawono Supriyani, Ani; Hastangka , Hastangka
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 8 (2025): Indonesian Impression Journal (JII)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i8.6851

Abstract

Kekhawatiran yang semakin meningkat tentang kesejahteraan mental individu menuntut eksplorasi yang lebih mendalam terhadap intervensi yang terkontekstualisasi secara budaya, khususnya di wilayah seperti Indonesia di mana tradisi lokal tetap menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Signifikansi kajian ini terletak pada upaya untuk menjembatani persamaan yang ada dalam literatur mengenai praktik kearifan lokal pada Prinsip Feng Shui dan Memayu Hayuning Bawana dalam kaitannya dengan kesejahteraan mental. Metode penulisan yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian reflektif kontemplatif. Dengan mengeksplorasi interaksi tantangan psikologis modern yang dihadapi individu dan praktik budaya tradisonal yang masih hidup di masyarakat, kajian ini berpotensi menawarkan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam konteks intervensi kesejahteraan mental yang lebih relevan secara budaya. Pendekatan ini tidak hanya akan memberikan pemahaman ilmiah tentang peran kearifa lokal terkait kesejahteraan mental, namun juga memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam konteks konteks kesejahteraan mental di Indonesia.
The Meaning of the Javanese Proverb "Alon-Alon Waton Kelakon" Toward Mindfulness Practices in Daily Life Supriyani, Ani; Hastangka , Hastangka
Journal of Social Research Vol. 4 No. 8 (2025): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v4i7.2660

Abstract

This study aims to explore the meaning of the Javanese proverb Alon-Alon Waton Kelakon through the lens of indigenous psychology, and how this pitutur luhur (cultural wisdom) is internalized and practiced as a form of eling lan waspada (mindfulness) in the daily lives of the Javanese people. The proverb reflects time-tested local wisdom, emphasizing sabar (patience), tata titi (perseverance), and full presence in life’s processes. Using a qualitative phenomenological approach, this research investigates the lived experiences of individuals who consciously embody this principle. The findings reveal that Alon-Alon Waton Kelakon is not merely about moving slowly but represents a culturally embedded laku urip (life strategy) that aligns with the spiritual (spiritualitas), ecological (lingkungan), and communal (guyub rukun) dimensions of Javanese society. It reflects a contextual form of mindfulness—spiritually rooted and harmoniously integrated with nilai budaya (cultural values) and keseimbangan batin (inner balance). Thus, this study affirms that mindfulness, when grounded in local traditions, can serve as a genuine form of indigenous psychology rooted in collective identity and cultural wisdom.