Latifah, Khoirotul Umul
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perawatan Pasangan Infertil dalam Meningkatkan Keberhasilan Kehamilan: Studi Literatur Pustaka Riyanti , Farika; Latifah, Khoirotul Umul
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jliper.v3i1.116

Abstract

Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial pasangan suami istri. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perawatan infertilitas memerlukan pendekatan multidimensi yang melibatkan intervensi medis, psikologis, perubahan gaya hidup, serta dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait perawatan infertilitas, termasuk terapi medis, intervensi psikologis, modifikasi gaya hidup, dan peran perawat dalam mendukung keberhasilan terapi. Artikel yang dianalisis berasal dari publikasi internasional dan nasional dengan tahun terbit relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi medis, seperti terapi hormonal, pembedahan, dan teknologi reproduksi berbantu (ART), efektif meningkatkan peluang kehamilan. Intervensi psikologis, terutama konseling dan terapi kelompok, terbukti mengurangi stres serta meningkatkan kualitas hidup pasangan infertil. Perubahan gaya hidup, termasuk pengendalian berat badan, olahraga, diet sehat, dan manajemen stres, berperan dalam memperbaiki fungsi reproduksi. Selain itu, perawat berperan penting sebagai edukator, pendamping emosional, dan koordinator tim multidisipliner. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan tunggal tidak cukup dalam perawatan infertilitas. Sinergi antara aspek medis, psikologis, gaya hidup, dan dukungan keperawatan meningkatkan motivasi pasien serta memperbesar keberhasilan terapi. Perawatan infertilitas harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, sehingga pasangan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kehamilan yang berhasil.
Karakteristik Ibu Hamil dengan Preeklamsia Berat Latifah, Khoirotul Umul; Sudarmini, Heni
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan ibu merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat suatu negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preeklampsia berat terjadi pada 6,6% ibu hamil, dengan beberapa faktor risiko utama. Ibu dengan usia <20 tahun atau >35 tahun lebih rentan mengalami preeklampsia karena perubahan fisiologis yang mempengaruhi tekanan darah dan plasenta. Pendidikan rendah juga berkontribusi, karena keterbatasan akses informasi kesehatan dan keterlambatan deteksi dini. Sebagian besar ibu dengan preeklampsia tidak bekerja, yang dapat memengaruhi akses layanan kesehatan. Kehamilan yang tidak aterm (<37 atau >40 minggu) meningkatkan risiko preeklampsia akibat gangguan perkembangan plasenta. Dari segi paritas, ibu yang belum pernah melahirkan (nulipara) dan yang telah melahirkan ≥4 kali (grandemultipara) lebih berisiko karena faktor adaptasi imunologi dan elastisitas pembuluh darah. Selain itu, kehamilan ganda (gemeli) meningkatkan risiko akibat beban kardiovaskular yang lebih tinggi.
Fakto-faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tentang Perawatan Luka Perineum pada Ibu Hamil Kurniati, Ayu; Latifah, Khoirotul Umul
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian dan kesakitan ibu merupakan permasalahan kesehatan yang serius di negara berkembang, termasuk Indonesia. Faktor-faktor seperti tingkat pengetahuan ibu, usia, dan kebiasaan dalam menjaga kebersihan luka perineum sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perawatan luka perineum. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi memiliki tingkat pengetahuan yang baik (66,6%), sedangkan ibu dengan pendidikan rendah memiliki tingkat pengetahuan yang kurang (50%). Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin baik pemahamannya terhadap informasi kesehatan, termasuk dalam perawatan luka perineum.
Peran Asupan Antioksidan terhadap Kualitas Sperma Riyanti, Farika; Latifah, Khoirotul Umul
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/6pxry453

Abstract

Infertilitas pria merupakan salah satu penyebab utama gangguan kesuburan pasangan usia subur dan sering dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma. Salah satu mekanisme patofisiologis yang banyak dikaji adalah stres oksidatif akibat kelebihan reactive oxygen species (ROS), yang dapat merusak membran sperma serta meningkatkan fragmentasi DNA. Dalam konteks ini, asupan antioksidan dipandang berpotensi menekan dampak stres oksidatif dan memperbaiki parameter kualitas sperma. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif bukti ilmiah mengenai peran asupan antioksidan terhadap kualitas sperma berdasarkan kajian literatur naratif-terstruktur. Data dikumpulkan dari publikasi ilmiah bereputasi melalui basis data internasional seperti PubMed, Scopus, Web of Science, dan Cochrane Library, dengan kriteria inklusi berupa studi randomized controlled trial, systematic review, dan meta-analysis yang melaporkan parameter semen (konsentrasi, motilitas, morfologi), integritas DNA sperma, serta luaran klinis seperti kehamilan dan kelahiran hidup. Hasil kajian menunjukkan bahwa suplementasi antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, coenzyme Q10, L-carnitine, selenium, zinc, dan N-acetylcysteine cenderung memberikan perbaikan terutama pada motilitas sperma dan sebagian pada konsentrasi serta morfologi. Namun, konsistensi hasil antar penelitian masih bervariasi. Bukti terhadap peningkatan luaran klinis seperti kehamilan dan kelahiran hidup juga menunjukkan hasil yang campuran. Secara keseluruhan, asupan antioksidan memiliki potensi dalam meningkatkan kualitas sperma melalui mekanisme penurunan stres oksidatif, tetapi efektivitas klinisnya belum sepenuhnya konklusif. Oleh karena itu, antioksidan lebih tepat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan pada pria dengan indikasi stres oksidatif, dengan evaluasi kualitas sperma mengikuti standar WHO.
Pola Ideal Untuk Ibu Hamil Saat Bulan Puasa (Ramadan) Latifah, Khoirotul Umul; Sudarmini, Heni
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/kpnhg637

Abstract

Puasa Ramadan merupakan ibadah yang memiliki makna spiritual penting bagi umat Islam, termasuk bagi ibu hamil yang mempertimbangkan untuk tetap menjalankannya. Namun, kehamilan merupakan periode dengan kebutuhan metabolik dan fisiologis yang meningkat, sehingga keputusan berpuasa perlu didasarkan pada bukti ilmiah yang memadai. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola ideal puasa bagi ibu hamil berdasarkan sintesis bukti terkini mengenai dampak puasa Ramadan terhadap luaran maternal dan neonatal. Penelitian menggunakan desain literatur review, yaitu sintesis tingkat tinggi yang mengintegrasikan temuan dari berbagai systematic review dan meta-analisis terkait puasa Ramadan selama kehamilan. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data ilmiah utama dengan pendekatan transparan. Hasil menunjukkan bahwa pada kehamilan risiko rendah, puasa Ramadan umumnya tidak terbukti secara konsisten meningkatkan risiko kelahiran prematur maupun berat lahir rendah. Namun, variasi hasil antar studi tetap ditemukan, terutama dipengaruhi oleh trimester paparan, kondisi maternal, serta konteks gizi dan sosial. Dampak yang lebih sering dilaporkan berkaitan dengan gejala maternal seperti kelelahan, tanda dehidrasi, serta perubahan metabolisme glukosa. Bukti mengenai dampak jangka panjang terhadap keturunan masih terbatas dan memerlukan penelitian longitudinal yang lebih kuat. Disimpulkan bahwa pola ideal puasa bagi ibu hamil harus berbasis penilaian risiko individual sebelum Ramadan, disertai pengaturan sahur–iftar yang seimbang, hidrasi terdistribusi, pemantauan gejala harian, serta penghentian puasa apabila muncul tanda bahaya. Pendekatan adaptif dan kontekstual menjadi kunci untuk menjaga keselamatan ibu dan janin.