Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial pasangan suami istri. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perawatan infertilitas memerlukan pendekatan multidimensi yang melibatkan intervensi medis, psikologis, perubahan gaya hidup, serta dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan literatur review dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait perawatan infertilitas, termasuk terapi medis, intervensi psikologis, modifikasi gaya hidup, dan peran perawat dalam mendukung keberhasilan terapi. Artikel yang dianalisis berasal dari publikasi internasional dan nasional dengan tahun terbit relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi medis, seperti terapi hormonal, pembedahan, dan teknologi reproduksi berbantu (ART), efektif meningkatkan peluang kehamilan. Intervensi psikologis, terutama konseling dan terapi kelompok, terbukti mengurangi stres serta meningkatkan kualitas hidup pasangan infertil. Perubahan gaya hidup, termasuk pengendalian berat badan, olahraga, diet sehat, dan manajemen stres, berperan dalam memperbaiki fungsi reproduksi. Selain itu, perawat berperan penting sebagai edukator, pendamping emosional, dan koordinator tim multidisipliner. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan tunggal tidak cukup dalam perawatan infertilitas. Sinergi antara aspek medis, psikologis, gaya hidup, dan dukungan keperawatan meningkatkan motivasi pasien serta memperbesar keberhasilan terapi. Perawatan infertilitas harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, sehingga pasangan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kehamilan yang berhasil.