Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimization of RoRo (Roll On-Roll Off) Ship Berthing Scheduling Using the Berth Allocation Problem (BAP) Model at Parit Rempak Port, Karimun Regency Arianti, Nisha Desfi; Sitompul, Mey Krisselni; Syahfina, Wulan; Rahmania, Selvika Putri; Pransiska, Ryryn; Zerrand, Leonardo
Techno.Com Vol. 24 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/tc.v24i3.13575

Abstract

Parit Rempak RORO Port is one of the sea transportation hubs that serves inter-regional connectivity in Karimun Regency. The limitations of the dock infrastructure, such as a length of 100 meters and a width of 11 meters, pose challenges in managing ship berthing schedules, especially RORO type ships. This study aims to analyze the suitability of the dock capacity to the ship operational schedule using the Berth Allocation Problem (BAP) approach. The BAP model is compiled and simulated through the Python-based Google Colaboratory platform to avoid scheduling conflicts and minimize ship waiting time. The simulation results are displayed in the form of a Gantt Chart which shows that the four ships: KMP Teluk Singkil 1, KMP Teluk Singkil 2, KMP Tandemand, and KMP Kundur can be scheduled sequentially without overlapping berthing times. Spatial analysis of the length and width of the dock also shows that this port is ideal for serving one ship at a time. This study shows that digitalization of the scheduling system can be an efficient solution in optimizing dock operations.   Keywords - RORO Port, Berth Allocation Problem, ship scheduling, Google Colab, dock optimization
Peran Kode Etik Dalam meningkatkan Profesionalisme Karyawan pada Perusahaan Swasta di Kabupaten Karimun Dzirrusydi, Zalmi; Syahfina, Wulan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19869

Abstract

Kode etik berfungsi sebagai pedoman perilaku yang mendasari moralitas dan profesionalisme karyawan dalam melaksanakan tugasnya. Dalam industri pelayaran, penerapan kode etik memegang peranan penting dalam membangun budaya kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi kode etik dalam meningkatkan profesionalisme karyawan di perusahaan pelayaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemahaman yang baik dan penerapan kode etik secara konsisten berdampak positif terhadap peningkatan etos kerja, kepatuhan terhadap standar operasional, serta kemampuan karyawan dalam menyikapi dilema etika di lingkungan kerja. Selain itu, perusahaan yang aktif menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan etika berhasil menciptakan suasana kerja yang lebih profesional dan kondusif. Oleh karena itu, kode etik tidak hanya berfungsi sebagai aturan formal, melainkan juga sebagai sarana pembentukan karakter serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pelayaran
Implementasi Pengawasan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjung Balai Karimun terhadap Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Syahfina, Wulan; Mardalena, Tri; Arianti, Nisa Desfi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4868

Abstract

Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan domestik merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi antardaerah. Namun demikian, pergerakan barang antarpulau juga berpotensi membawa risiko kesehatan masyarakat apabila tidak disertai dengan pengawasan kekarantinaan kesehatan yang memadai. Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjung Balai Karimun memiliki peran strategis dalam melakukan pengawasan terhadap barang, alat angkut, dan lingkungan pelabuhan guna mencegah masuk dan keluarnya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengawasan bongkar muat barang yang dilaksanakan oleh BKK Kelas I Tanjung Balai Karimun, mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya, serta merumuskan upaya penguatan pengawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang diperoleh selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan bongkar muat barang telah dilaksanakan melalui pemeriksaan dokumen administrasi, pemeriksaan fisik terhadap barang tertentu yang berisiko, serta pemantauan sanitasi lingkungan pelabuhan. Meskipun demikian, efektivitas pengawasan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, tingginya intensitas aktivitas bongkar muat pada waktu tertentu, keterbatasan fasilitas pendukung, serta rendahnya pemahaman sebagian pelaku usaha terhadap pentingnya pengawasan kekarantinaan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas instansi, peningkatan kapasitas dan jumlah petugas, penyediaan fasilitas pendukung yang memadai, serta peningkatan sosialisasi kepada pelaku usaha untuk meningkatkan efektivitas pengawasan bongkar muat barang di pelabuhan domestik.