Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Social Return On Investment (Sroi) Pendanaan Riset: Studi Kasus Pendanaan Riset Obat Herbal Pelangsing Berbasis Asam Gelugur Fadhillah, Ardan Syukur; Putra, Fahdiansyah; Izzatusholekha
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari pendanaan riset obat herbal pelangsing berbasis asam gelugur dengan menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI). Studi kasus dilakukan terhadap proyek riset "Prolislim", hasil kolaborasi IPB dan PT Indofarma yang didanai oleh LPDP. Metode penelitian menggunakan studi literatur dan workshop dengan pendekatan deskriptif kualitatif serta perhitungan rasio SROI berdasarkan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek menghasilkan rasio SROI sebesar 1,31:1, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp1,31 manfaat sosial dan ekonomi. Manfaat utama yang diidentifikasi mencakup peningkatan pendapatan petani, akses masyarakat terhadap produk herbal aman dan terjangkau, serta penguatan industri farmasi lokal berbasis sumber daya alam. Temuan ini menunjukkan bahwa pendanaan riset berbasis SROI dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung inovasi, kemandirian industri, dan pembangunan berkelanjutan.
Implementasi Kebijakan pada Program Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) di Kabupaten Bogor Fadhillah, Ardan Syukur; Izzatusholekha
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2451

Abstract

Program Satu Miliar Satu Desa atau SAMISADE merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur desa melalui bantuan keuangan sebesar satu miliar rupiah per desa setiap tahun. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan variasi tingkat implementasi antar desa seperti: ketimpangan hasil antar desa, keterbukaan informasi publik terkait program SAMISADE masih rendah, rendahnya kapasitas aparatur desa, pengawasan dari pemerintah daerah dan kecamatan belum optimal, serta terbatasnya partisipasi masyarakat. sehingga menimbulkan perbedaan capaian hasil kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Program SAMISADE berdasarkan Peraturan Bupati Bogor Nomor 54 Tahun 2023 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi variasi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, aparatur kecamatan, pemerintah desa, BPD, dan masyarakat pada tiga desa di Kabupaten Bogor yang merepresentasikan variasi implementasi. Analisis dilakukan menggunakan indikator implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi antarorganisasi, sikap pelaksana, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tingkat implementasi dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia, efektivitas komunikasi antar aktor, kualitas pengawasan, dan partisipasi masyarakat. Desa Sasak Panjang dan Desa Cibentang berada pada klaster optimal, Desa Cogreg berada pada klaster belum optimal, dan tidak terdapat desa yang masuk dalam klaster sangat optimal. Kendala utama meliputi perbedaan pemahaman kebijakan, keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi dan pengawasan, serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi program ditentukan oleh konsistensi pemenuhan indikator kebijakan serta penguatan koordinasi dan pengawasan.