Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KOMPARASI MINAT BELAJAR DAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL (PSE) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 6 KUPANG Tika, Marselinus; Budiana, I Gusti M. N.; Wulakada, Hamza H.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i2.6665

Abstract

This study aims to examine: (1) the differences in learning outcomes between students with high and low learning interest, (2) the differences in learning outcomes between the Project-Based Learning (PjBL) model integrated with Social Emotional Learning (SEL) and the PjBL model alone, and (3) the interaction between learning interest and the PjBL model integrated with SEL on students' learning outcomes. The research employed a 2x2 factorial experimental design with a population of 394 students from SMA Negeri 6 Kupang. A total of 77 students were selected using non-probability sampling through purposive sampling techniques. Data were analyzed using two-way ANOVA at a 5% significance level. The results revealed that: (1) there was a significant difference in learning outcomes based on learning interest (Fcalculated = 15.521 > Ftable = 3.972), with students who had high learning interest achieving better outcomes; (2) there was a significant difference in learning outcomes between the PjBL-SEL model and the PjBL-only model (Fcalculated = 22.302 > Ftable = 3.972), with the PjBL-SEL model proving to be more effective; and (3) a significant interaction was found between learning interest and the instructional model on learning outcomes (Fcalculated = 9.075 > Ftable = 3.972), indicating that the integration of SEL within the PjBL model can optimally enhance learning outcomes, particularly among students with high learning interest. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar antara peserta didik dengan minat belajar tinggi dan rendah, (2) perbedaan hasil belajar antara model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) terintegrasi Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) dan PjBL saja, serta (3) interaksi antara minat belajar dan model PjBL terintegrasi PSE terhadap hasil belajar. Penelitian menggunakan desain eksperimen faktorial 2x2 dengan populasi 394 siswa SMA Negeri 6 Kupang, dan sampel 77 siswa yang dipilih melalui non probably sampling dengan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar berdasarkan minat belajar (Fhitung = 15,521 > Ftabel = 3,972), di mana peserta didik dengan minat belajar tinggi memperoleh hasil lebih baik; (2) terdapat perbedaan signifikan antara model PjBL-PSE dan PjBL saja (Fhitung = 22,302 > Ftabel = 3,972), dengan PjBL-PSE terbukti lebih efektif; dan (3) terdapat interaksi signifikan antara minat belajar dan model pembelajaran terhadap hasil belajar (Fhitung = 9,075 > Ftabel = 3,972) yang mengindikasikan bahwa penerapan PjBL terintegrasi PSE secara optimal dapat meningkatkan hasil belajar, terutama pada peserta didik dengan minat belajar tinggi.
Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera) menjadi Olahan Makanan yang Bergizi Parera, Lolita A. M.; Jasman, -; Budiana, I Gusti M. N.; Sarifudin, Kasimir
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i1.4887

Abstract

Abstract - Seki Village is a dry land area in the East Nusa Tenggara region where the majority of the population work as farmers. Moringa plants are easy to grow in dry land areas, so they are widely available in Seki village. Scientifically, Moringa that grows in dry land areas in NTT has a higher nutrient content than those found elsewhere. At the time of the survey in the partner area, namely the homes of residents in Seki Village, it was stated that this plant lives very much and is abundant. The problem occurs when the abundant moringa plant is only processed in the form of boiled vegetables so that on average it is disliked by children and adults who consume it. However, if it is processed in an innovative way, it will increase people's interest in consuming it and can improve the economy of the people. This Program of devotion is implemented to provide alternative solutions. External to be achieved: 1) Increased community motivation to be more productive and creative in managing Moringa leaves, 2) Knowing science and technology to produce noodles and cakes made from Moringa leaves, 3) Skilled in making noodles and cakes made from moringa Moringa leaves, 4) Increased business opportunity reference for the people of Seki Village. The program partners are local women who are members of the Ebenhazer Congregation. The program ran smoothly and received support from church leadership. The results obtained 1) This service has a positive impact on the community by introducing the technology of making noodles and cakes made from Moringa leaves as an alternative for consuming Moringa leaves, 2) This program provides skills to partner groups regarding the ways and steps of making noodles and cakes made from moringa Moringa leaves which have the potential as a home industry, 3) still need special attention from various parties to improve the Village Human Resources Seki in maximizing the potential of Moringa leaves. The method used is through a workshop, namely the provision of material and practice of making noodles and cakes made from Moringa leaves by the participants in the activity. Abstrak – Desa Seki merupakan daerah lahan kering di wilayah nusa tenggara timur yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Tanaman kelor merupakan yang mudah tumbuh di daerah lahan kering sehingga banyak terdapat di desa Seki. Secara ilmiah, kelor yang tumbuh di daerah lahan kering di NTT mempunyai kandungan gizi lebih tinggi dari kandungan gizi yang hidup di tempat lain. Pada saat survei di daerah mitra yaitu rumah warga di Desa Seki bahwa tanaman ini hidup sangat banyak dan melimpah. Masalah terjadi ketika tanaman kelor yang melimpah hanya diolah dalam bentuk sayur yang direbus sehingga rata-rata tidak disukai oleh anak-anak dan orang dewasa yang mengkonsumsinya. Namun bila didiolah secara inovatif maka akan menambah minat masyarakat dalam mengonsumsinya dan dapat meningkatkan perekeonomian warga. Program pengabdian ini dilaksanakan untuk memberikan solusi alternatif yang ingin dicapai yaitu: 1) Meningkatnya motivasi masyarakat untuk lebih produktif dan kreatif dalam mengelola daun kelor, 2) Mengetahui IPTEK memproduksi mie dan kue berbahan dasar daun kelor, 3) Terampil membuat mie dan kue berbahan dasar daun kelor, 4) Meningkatnya referensi peluang usaha bagi masyarakat Desa Seki. Mitra program adalah para ibu-ibu warga sekitar yang tergabung dalam Jemaat Ebenhazer. Program berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari pimpinan jemaat. Hasil yang diperoleh 1) Pengabdian ini berdampak positif bagi masyarakat dengan memperkenalkan teknologi pembuatan mie dan kue berbahan dasar daun kelor sebagai salah satu alternatif dalam mengkomsumsi daun kelor, 2) Program ini memberikan ketrampilan kepada kelompok mitra terkait cara dan langkah pembuatan mie dan kue berbahan dasar daun kelor yang berpotensi sebagai industri rumah tangga, 3) masih perlu perhatian khusus dari berbagai pihak untuk meningkatkan SDM Desa seki dalam memaksimalkan potensi daun kelor. Metode yang digunakan adalah melalui kegiatan workshop yakni pemberian materi dan praktik membuat mie dan kue berbahan dasar daun kelor oleh peserta kegiatan