Pertumbuhan pesat sektor infrastruktur di Indonesia telah mendorong tingginya permintaan material konstruksi, memicu permasalahan lingkungan berupa peningkatan limbah dan eksploitasi sumber daya alam. Pemanfaatan agregat halus daur ulang (RFA) dari limbah beton menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan. Namun, karakteristik RFA yang kurang ideal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana penambahan silica fume (SF) dan fly ash (FA) dapat memperbaiki performa mekanik mortar berbasis RFA.Metode penelitian melibatkan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada mortar berukuran 5x5x5 cm yang diuji pada umur 28 hari. Variasi yang digunakan meliputi penambahan silica fume dengan kadar 7%, 10%, dan 15%, 15% fly ash, serta kombinasi silica fume dan fly ash ((7%, 10%, 15% SF) + 15% FA) terhadap berat semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan silica fume mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas mortar RFA, dengan nilai optimum pada kadar 10%. Pengujian juga menunjukkan bahwa kombinasi penambahan 7% silica fume dan 15% fly ash mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas pada mortar berbasis RFA, mendekati kinerja mortar agregat alami tanpa bahan tambahan. Peningkatan ini berkaitan dengan reaksi pozzolanik yang membentuk C-S-H tambahan dan struktur mikro yang lebih rapat, sehingga meningkatkan kekuatan dan kekakuan. Meskipun demikian, kombinasi dengan kadar silica fume yang lebih tinggi bersama fly ash justru cenderung menurunkan kekuatan dan kekakuan mortar, karena penggantian semen yang berlebihan dapat membatasi pembentukan C-S-H. Kata kunci: agregat halus daur ulang, silica fume, fly ash, kuat tekan, modulus elastisitas, mortar