Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Silica Fume dan Fly Ash terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Mortar menggunakan Recycled Fine Aggregate (RFA) Aurora, Marvella; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pesat sektor infrastruktur di Indonesia telah mendorong tingginya permintaan material konstruksi, memicu permasalahan lingkungan berupa peningkatan limbah dan eksploitasi sumber daya alam. Pemanfaatan agregat halus daur ulang (RFA) dari limbah beton menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan. Namun, karakteristik RFA yang kurang ideal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana penambahan silica fume (SF) dan fly ash (FA) dapat memperbaiki performa mekanik mortar berbasis RFA.Metode penelitian melibatkan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada mortar berukuran 5x5x5 cm yang diuji pada umur 28 hari. Variasi yang digunakan meliputi penambahan silica fume dengan kadar 7%, 10%, dan 15%, 15% fly ash, serta kombinasi silica fume dan fly ash ((7%, 10%, 15% SF) + 15% FA) terhadap berat semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan silica fume mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas mortar RFA, dengan nilai optimum pada kadar 10%. Pengujian juga menunjukkan bahwa kombinasi penambahan 7% silica fume dan 15% fly ash mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas pada mortar berbasis RFA, mendekati kinerja mortar agregat alami tanpa bahan tambahan. Peningkatan ini berkaitan dengan reaksi pozzolanik yang membentuk C-S-H tambahan dan struktur mikro yang lebih rapat, sehingga meningkatkan kekuatan dan kekakuan. Meskipun demikian, kombinasi dengan kadar silica fume yang lebih tinggi bersama fly ash justru cenderung menurunkan kekuatan dan kekakuan mortar, karena penggantian semen yang berlebihan dapat membatasi pembentukan C-S-H. Kata kunci: agregat halus daur ulang, silica fume, fly ash, kuat tekan, modulus elastisitas, mortar
Analisis Pushover terhadap Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang dengan Variasi Konfigurasi Dinding Geser Pradnya Paramitha Pinasthika; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.; Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a region with high seismic activity due to its location on the Pacific Ring of Fire, making earthquake-resistant building design a highly crucial aspect. This study aims to evaluate the effect of adding shear walls on the seismic performance of Building X at University Y in Malang City. The case study building is a 7-story reinforced concrete structure with a height of 30.1 meters, which initially utilized a moment-resisting frame system. The methodology involves a nonlinear static pushover analysis utilizing ETABS software. The analysis was conducted on four structural variations: Type 1 (without shear walls), alongside Types 2, 3, and 4 (incorporating various shear wall configurations). Structural performance levels were evaluated based on SNI 1726:2019 and ATC-40 standards using the capacity spectrum method. The findings reveal that the integration of shear walls significantly enhances both the stiffness and lateral capacity of the building. In the original state (Type 1), the structure remained at the Damage Control (DC) performance level, recording a peak displacement of 240.216 mm in the X-direction and 218.834 mm in the Y-direction. Conversely, Type 3 and Type 4 successfully elevated the structural performance to the Immediate Occupancy (IO) level. Type 3 emerged as the most optimal configuration, yielding the smallest displacement in the X-direction (33.454 mm) and demonstrating a substantial increase in base shear compared to the unbraced structure. Consequently, the shear wall configuration in Type 3 is highly recommended, as it effectively meets the target safety performance while offering greater material efficiency. Keywords: Pushover Analysis, Shear Wall, Seismic Performance, ATC-40, ETABS
Evaluasi Kinerja Seismik pada Gedung Beton Bertulang menggunakan Metode Pushover berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 (Studi Kasus: Gedung X Universitas Y) Rusnandar, Aretha Verinza; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.; Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

              Indonesia, sebagai wilayah yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, memiliki tingkat kerentanan seismik yang sangat tinggi, menuntut adanya evaluasi berkelanjutan terhadap kelayakan infrastruktur eksisting. Pembaruan regulasi kegempaan dari SNI 1726:2012 menjadi SNI 1726:2019 membawa implikasi yang sangat signifikan terhadap perhitungan beban gempa rencana, yang berpotensi mengubah status kelayakan dan kinerja struktur bangunan yang telah dibangun berdasarkan standar terdahulu. Analisis komprehensif ini berfokus pada evaluasi kinerja seismik struktur beton bertulang bertingkat sedang, yakni Gedung X Universitas Y, dengan menggunakan metode statik non-linier pushover yang berpedoman pada panduan Applied Technology Council (ATC-40).             Respons struktural dievaluasi secara mendalam melalui parameter gaya geser dasar (base shear), simpangan antar lantai (story drift), stabilitas P-Delta, dan mekanisme pembentukan sendi plastis (plastic hinges). Hasil analisis mengindikasikan adanya eskalasi kebutuhan (demand) gaya lateral pada standar pembaruan, yang ditandai dengan peningkatan perpindahan atap sebesar 12% pada arah X dan 16% pada arah Y.             Lebih lanjut, analisis mengungkap bahwa gaya geser dasar maksimum pada titik kinerja (performance point) mengalami peningkatan margin sebesar 5%. Kendati struktur eksisting secara global tetap berada pada tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO) di bawah kedua skenario peraturan gempa, investigasi simpangan antar lantai menunjukkan pelampauan batas izin simpangan pada SNI 1726:2019, khususnya pada sumbu lemah (arah Y). Pola keruntuhan menunjukkan indikasi kerentanan tingkat lunak (soft story) pada lantai dasar yang mencapai level Collapse Prevention (CP) pada akhir kurva kapasitas. Temuan ini menegaskan bahwa pemenuhan titik kinerja global tidak serta-merta menjamin keamanan elemen lokal terhadap deformasi lateral yang berlebihan. Kata kunci: Analisis Pushover, Kinerja Seismik, Kurva Kapasitas, Sendi Plastis, Spektrum Respons.