Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Perbandingan Konfigurasi Jembatan Model pada Rangka Baja Tipe K-Truss dengan Konfigurasi Rangka Jembatan Gabungan Tipe K-Truss dan Warren Truss Kresno Putra, Dewa; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Ir. Siti Nurlina, MT., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan merupakan salah satu infrastruktur penting yang berfungsi untuk menghubungkan dua wilayah yang terpisah oleh rintangan, seperti sungai, lembah, atau jalan. Dalam perancangan jembatan, pemilihan jenis struktur yang tepat sangatlah krusial untuk memastikan keamanan, efisiensi, dan daya tahan jembatan tersebut. Di antara berbagai jenis struktur jembatan, rangka baja tipe K-Truss dan Warren Truss merupakan dua konfigurasi yang sering digunakan dalam desain jembatan. Penelitian ini membandingkan kinerja struktural konfigurasi K-Truss dengan konfigurasi jembatan gabungan antara K-Truss dan Warren Truss, berfokus pada lendutan maksimum, efisiensi Demand Capacity Ratio (DCR), dan total berat material. Model jembatan skala dengan bentang 600 cm yang dianalisis menggunakan SAP2000, dengan pembebanan berupa berat sendiri dan beban terpusat plat baja 400 kg di tengah bentang. Hasil analisis menunjukkan bahwa konfigurasi gabungan K-Truss dan Warren Truss lebih efisien dibandingkan K-Truss saja. Konfigurasi gabungan memiliki DCR tarik 2,1% dan tekan 33,6%, sedikit lebih baik dari K-Truss dengan DCR tarik 2,2% dan tekan 33,4%. Berat struktur juga lebih ringan sebesar 165,62 kg dibandingkan 170,34 kg pada K-Truss, dengan selisih 2,85%. Dalam hal lendutan vertikal, konfigurasi gabungan menunjukkan kekakuan yang lebih baik dengan lendutan 0,45588 mm, lebih kecil 4,90% dari K-Truss. Secara keseluruhan, meskipun perbedaan tidak terlalu besar, konfigurasi gabungan menunjukkan efisiensi yang lebih baik baik dari sisi kekakuan maupun penggunaan material. Pemilihan desain perlu mempertimbangkan keseimbangan antara upaya meminimalkan lendutan dan efisiensi berat struktur. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan desain jembatan yang optimal, baik untuk keperluan kompetisi akademik maupun penerapan praktis di lapangan. Kata kunci : Jembatan Rangka Baja, Warren Truss, K-Truss, Efisiensi Struktur, Lendutan, Demand Capacity Ratio
Pengaruh Penambahan Fly Ash dan Silica Fume terhadap Penyusutan Kering Beton menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) Dwi Yunita Puji Lestari; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Retno Anggraini, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan urbanisasi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia berdampak pada meningkatnya kebutuhan agregat alam dan volume limbah konstruksi, khususnya limbah beton. Dalam upaya menjaga keberlanjutan serta efisiensi anggaran, pemanfaatan kembali limbah beton sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA) menjadi alternatif yang strategis. Namun, tingginya porositas RCA menyebabkan nilai penyusutan kering beton meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan bahan tambahan seperti fly ash dan silica fume guna memperbaiki karakteristik campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi fly ash dan silica fume terhadap penyusutan kering beton dengan RCA. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji berbentuk balok berukuran 7,5 × 7,5 × 28 cm, yang dipasangi gauge stud untuk pengukuran perubahan panjang menggunakan alat vertical length comparator. Setelah perawatan awal selama tujuh hari, benda uji ditempatkan di ruang dengan suhu 22 ± 2°C dan kelembapan 55 ± 5% untuk proses pengeringan, lalu diuji penyusutannya dari umur 7 hingga 56 hari. Terdapat tujuh variasi campuran, di antaranya menggunakan NCA, RCA, dan RCA yang dikombinasikan dengan fly ash 15% serta variasi silica fume sebesar 7%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RCA meningkatkan penyusutan kering beton. Namun, penambahan fly ash 15% mampu menekan nilai penyusutan mendekati beton normal. Sementara itu, penambahan silica fume cenderung meningkatkan penyusutan, sehingga diperlukan kombinasi yang seimbang. Sedangkan itu, penggunaan silica fume menyebabkan peningkatan penyusutan, sehingga perlu dikombinasikan dengan fly ash untuk menyeimbangkan efek tersebut. Dalam penelitian ini, variasi RCA dengan 15% fly ash dan 7% silica fume menghasilkan penyusutan kering terendah, sehingga dinilai sebagai komposisi paling optimal dibandingkan dengan penambahan silica fume 10% dan 15%. Kata Kunci : penyusutan kering beton, recycle coarse aggregate (RCA), fly ash (FA), silica fume (SF).
Pengaruh Jumlah Lapisan Geopolimer Sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang Terhadap Penyusutan Kering Beton Muhammad Andrianto, Athar; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia diproyeksikan mengalami pertumbuhan pesat hingga menempati peringkat ke-4 dunia, sehingga ketersediaan material konstruksi seperti beton menjadi semakin vital. Penggunaan agregat kasar alami secara masif berdampak negatif terhadap lingkungan dan sumber daya alam, sehingga dibutuhkan alternatif seperti agregat kasar daur ulang (RCA). Namun, RCA memiliki kualitas yang lebih rendah akibat sisa mortar dan retakan permukaan, sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas melalui pelapisan geopolimer berbahan dasar fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah lapisan geopolimer (1, 2, dan 3 lapisan) terhadap kualitas RCA dan penyusutan kering beton. Parameter yang dianalisis meliputi nilai penyerapan dan berat isi agregat, serta penyusutan kering beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jumlah lapisan geopolimer dapat menurunkan penyerapan air hingga 42% dan meningkatkan berat isi hingga 2,3% dibandingkan RCA tanpa pelapisan. Selain itu, peningkatan jumlah lapisan juga menurunkan penyusutan kering beton secara, yaitu hingga 26,5% pada tiga lapisan. Dengan demikian, semakin banyak lapisan geopolimer pada RCA maka kualitas agregat daur ulang semakin meningkat dan penyusutan kering beton semakin menurun.
Pengaruh Penambahan Fly Ash dan Silica Fume terhadap Permeabilitas Beton Menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) Fernando, Ananda Reza; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Devi Nuralinah, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia telah mendorong peningkatan volume limbah konstruksi, terutama limbah beton, yang memiliki potensi besar mencemari lingkungan. Upaya memanfaatkan limbah beton sebagai Recycled Coarse Aggregate (RCA) menawarkan alternatif yang berkelanjutan, namun masih menghadapi kendala teknis berupa meningkatnya permeabilitas beton. Hal ini disebabkan oleh ciri khas RCA, yaitu keberadaan sisa mortar lama pada permukaannya yang memiliki porositas tinggi dan berdampak negatif terhadap durabilitas beton. Dengan mempertimbangkan latar belakang tersebut, fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat keberhasilan dari aditif pozzolanik, yakni fly ash dan silica fume, dalam menurunkan permeabilitas beton RCA sehingga kualitasnya dapat mendekati beton konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan melalui metode eksperimen di laboratorium dengan pengujian utama berupa uji permeabilitas air yang mengacu pada standar DIN 1048 Part 5. Spesimen uji yang digunakan berbentuk kubus berdimensi 15x15x15 cm dan diuji setelah beton berumur lebih dari 28 hari. Variasi campuran yang dibuat meliputi beton kontrol dengan NCA dan beton dengan RCA. Selain itu, dibuat juga variasi dengan penambahan 15% fly ash pada beton NCA dan RCA, serta kombinasi penambahan 15% fly ash dan silica fume dengan kadar 7%, 10%, dan 15% pada beton RCA. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa penggunaan RCA meningkatkan permeabilitas secara drastis sebesar 150,66% dibandingkan beton NCA, akibat tingginya porositas sisa mortar. Namun, kelemahan ini berhasil diatasi secara efektif melalui penambahan fly ash dan silica fume. Kombinasi optimal dari 15% fly ash dan 15% silica fume terbukti mampu menurunkan permeabilitas beton RCA secara signifikan sebesar 54,83%. Efek sinergis bahan tambah ini berhasil memadatkan matriks beton, sehingga permeabilitas beton RCA hampir setara dengan beton normal (NCA).Kata Kunci : Permeabilitas, Recycled Coarse Aggregate (RCA), Fly ash, Silica fume.
Pengaruh Penambahan Fly Ash dan Silica Fume Terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Menggunakan Recycled Coarse Aggregate (RCA) Muhammad Ar-Rahman Nugraha Wiguna; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Ir. Desy Setyowulan, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan infrastruktur di Indonesia sebagai respons terhadap jumlah penduduk yang besar menyebabkan meningkatnya limbah konstruksi, terutama limbah beton. Beton merupakan material penting dalam dunia konstruksi karena karakteristiknya yang mampu menahan tekanan tinggi serta ketersediaan bahan penyusunnya yang melimpah. Meski demikian, pemanfaatan agregat kasar alami (Natural Coarse Aggregate/NCA) secara masif dapat menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan. Untuk mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan, pemanfaatan agregat kasar daur ulang (Recycled Coarse Aggregate/RCA) yang didapatkan dari penghancuran limbah beton menjadi alternatif yang layak sebagai pengganti agregat kasar alami. Namun demikian, sifat RCA yang kurang optimal dapat menyebabkan penurunan pada nilai kuat tekan serta modulus elastisitas beton. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, diberikan bahan tambahan pozzolan berupa fly ash dan silica fume dengan tujuan meningkatkan kekuatan tekan dan modulus elastisitas beton yang mengandung agregat kasar hasil daur ulang. Penelitian menggunakan 35 silinder uji berukuran 15 cm untuk diameter dan 30 cm untuk tinggi silinder dengan tujuh variasi campuran, lima sampel pervariasi. Variasi campuran terdiri dari beton normal (dengan NCA), beton RCA, beton NCA dan RCA dengan tambahan 15% fly ash, serta beton RCA dengan 15% fly ash dan silica fume masing-masing sebesar 7%, 10%, dan 15%. Setelah proses curing 7 hari, silinder beton diuji saat memasuki umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RCA pada beton tanpa bahan tambah menurunkan kuat tekan sebesar 3,57% dan modulus elastisitas sebesar 41,22% dibandingkan beton NCA. Namun, penambahan fly ash dan silica fume secara bersamaan mampu memperbaiki sifat mekanik beton secara signifikan. Kombinasi terbaik dengan 15% fly ash dan 15% silica fume meningkatkan kuat tekan sebesar 16,91% dan modulus elastisitas sebesar 59,92% dibandingkan beton RCA tanpa bahan tambah. Hal ini memperlihatkan potensi penggunaan limbah untuk mendukung konstruksi berkelanjutan. Kata Kunci : kuat tekan beton, modulus elastisitas beton, Recycled Coarse Aggregate (RCA), fly ash (FA), silica fume (SF).
Pengaruh Penambahan Silica Fume dan Fly Ash terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Mortar menggunakan Recycled Fine Aggregate (RFA) Aurora, Marvella; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM.; Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pesat sektor infrastruktur di Indonesia telah mendorong tingginya permintaan material konstruksi, memicu permasalahan lingkungan berupa peningkatan limbah dan eksploitasi sumber daya alam. Pemanfaatan agregat halus daur ulang (RFA) dari limbah beton menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan. Namun, karakteristik RFA yang kurang ideal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana penambahan silica fume (SF) dan fly ash (FA) dapat memperbaiki performa mekanik mortar berbasis RFA.Metode penelitian melibatkan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada mortar berukuran 5x5x5 cm yang diuji pada umur 28 hari. Variasi yang digunakan meliputi penambahan silica fume dengan kadar 7%, 10%, dan 15%, 15% fly ash, serta kombinasi silica fume dan fly ash ((7%, 10%, 15% SF) + 15% FA) terhadap berat semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan silica fume mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas mortar RFA, dengan nilai optimum pada kadar 10%. Pengujian juga menunjukkan bahwa kombinasi penambahan 7% silica fume dan 15% fly ash mampu meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas pada mortar berbasis RFA, mendekati kinerja mortar agregat alami tanpa bahan tambahan. Peningkatan ini berkaitan dengan reaksi pozzolanik yang membentuk C-S-H tambahan dan struktur mikro yang lebih rapat, sehingga meningkatkan kekuatan dan kekakuan. Meskipun demikian, kombinasi dengan kadar silica fume yang lebih tinggi bersama fly ash justru cenderung menurunkan kekuatan dan kekakuan mortar, karena penggantian semen yang berlebihan dapat membatasi pembentukan C-S-H. Kata kunci: agregat halus daur ulang, silica fume, fly ash, kuat tekan, modulus elastisitas, mortar