Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship between Stress of Working during The COVID Pandemic with The Quality Of Life (QoL) of Nurses at Grade III Hospital Pamela, Cyrilla Ayu; Ardiana, Anisah; Kurniawan, Dicky Endrian
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 10 No 2 (2022): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v10i2.217

Abstract

Kondisi stres kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 perlu diperhatikan dikarenakan dapat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan. Stres kerja dapat memberikan dampak negatif diantaranya yaitu tidak masuk kerja, keluar dari pekerjaan dan penurunan kinerja jabatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan kualitas hidup selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dan dianalisis dengan Spearman Rank. Sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan melibatkan 49 perawat dari ruang rawat inap. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 38 (77,6%) perawat memiliki tingkat stres dalam kategori normal dan 44 (90%) perawat dengan kualitas hidup baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dengan kualitas hidup perawat dengan p value 0,00 < 0,05. Selain itu diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,803 yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan tidak searah antara stress kerja dengan kualitas hidup yang artinya semakin rendah stres kerja maka semakin meningkat kualitas hidup perawat. Stres kerja perawat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup yang akan berdampak pada kinerja perawat di rumah sakit. Perawat hendaknya meningkatkan kemampuan diri baik dalam hal pengetahuan maupun ketrampilan dalam membangun koping yang adaptif terutama saat pandemi COVID-19 ini sehingga dapat menurunkan tingkat stres kerja perawat. Rumah sakit perlu menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang saling mendukung sehingga dapat menurunkan tingkat stres kerja di tempat kerja bagi perawat yang akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Oleh karena itu, pelatihan manajemen stres pada perawat dianggap penting guna menurunkan tingkat stres kerja perawat.
Program ASIK sebagai Upaya Promotif dan Preventif Sindrom Metabolik di Masyarakat Desa Canggu Astuti, Trihaningsih Puji; Amelia, Vira; Pamela, Cyrilla Ayu; Hikmat, Rohman
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2026
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dedikasi.v8i1.12807

Abstract

Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, seiring perubahan gaya hidup dan rendahnya aktivitas fisik. Rendahnya pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan sindrom metabolik menjadi tantangan utama dalam upaya promotif dan preventif berbasis komunitas. Program ASIK (Aman dari Sindrom Metabolik) dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Canggu dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam pencegahan sindrom metabolik melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan dasar, dan aktivitas fisik terstruktur. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan sasaran masyarakat dewasa dan lansia. Evaluasi program dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Program ASIK diikuti oleh 21 peserta masyarakat dewasa dan lansia di Desa Canggu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa skor pengetahuan meningkat secara signifikan dari 6,81 ± 1,17 menjadi 8,14 ± 1,42 (peningkatan 19,5%, p < 0,001), sedangkan skor sikap meningkat dari 27,67 ± 3,07 menjadi 32,10 ± 4,11 (peningkatan 16,0%, p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa Program ASIK efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif masyarakat terhadap pencegahan sindrom metabolik. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif yang aplikatif dan berkelanjutan di wilayah pedesaan. Kata kunci: aktivitas fisik; edukasi kesehatan; pengabdian masyarakat; sindrom metabolik