Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERANAN AUDIT OPERASIONAL SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA KARYAWAN PADA PT MEKAR LANGGENG Dessy Herlisnawati; Asep Heri
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 1, No 1 (2015): Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.129 KB) | DOI: 10.34204/jiafe.v1i1.289

Abstract

PT Mekar Langgeng, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur dan jasa konstruksi. Banyaknya departemen yang terdapat pada PT Mekar Langgeng, sehingga harus adanya pengendalian tentang kinerja karyawan. Permasalahan yang terjadi di PT Mekar Langgeng, yakni kinerja karyawan tidak sesuai dengan harapan manajemen perusahaan. Penyebab tidak efektifnya kinerja karyawan adalah tingkat gaji, lingkungan kerja dan hubungan kerja dengan atasan maupun bawahan sesama rekan kerja. Metode analisis yang digunakan adalah Deskiptif Kualitatif dan Kuantitatif (Nonstatistik). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Audit operasional sumber daya manusia dilakukan oleh auditor yang kompeten, memiliki latar belakang pendidikan formal sesuai dengan tugasnya. Dalam penilaian kinerja karyawan PT Mekar Langgeng telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Audit operasional sumber daya manusia berpengaruh terhadap efektivitas kinerja karyawan.
KEMAMPUAN BERKOMITMEN PARA PELAKU UMKM DALAM PENGEMBALIAN MODAL PINJAMAN/KREDIT SEBAGAI LANDASAN PRINSIP KEPERCAYAAN (Kondisi UMKM di Kecamatan Bogor Selatan) Jaenudin Jaenudin; Lia Dahlia Iryani; Tiara Timuriana; Dessy Herlisnawati
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 No. 1 Tahun 2009
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.282 KB) | DOI: 10.34204/jiafe.v1i1.496

Abstract

Para pengusaha yang dapat bertahan pada masa krisis ekonomi, kebanyakan berasal dari usaha yang berskala kecil dan menengah, dikarenakan sebagian besar tidak berhubungan dengan perbankan yang pada saat itu tengah dilanda krisis. Namun seiring membaiknya kondisi perekonomian, para pelaku UMKM perlu memiliki akses perbankan terutama untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan berwirausahanya.Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali potensi para pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, khususnya yang menyangkut komitmen dengan pihak pemberi kredit agar memperoleh kemudahan dalam bantuan kredit dari perbankan. Penelitian ini membatasi permasalahan pada: berapa dan darimana modal awal para pelaku UMKM; bagaimana pengelolaan modal pinjaman yang dilakukan para pelaku UMKM; dan bagaimana kemampuan para pelaku UMKM berkomitmen untuk memenuhi syarat kredit dari perbankan.Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya jenis modal pada saat pendirian dominan diperoleh melalui modal sendiri sebanyak 86,25%, sedangkan yang menggunakan fasilitas modal pinjaman hanya 4,375% dari para pelaku UMKM. Adapula UMKM yang menggunakan modal campuran yaitu modal sendiri ditambah dengan modal pinjaman sebanyak 8,75%; dan terlihat hanya 8% pelaku UMKM yang terlibat dengan pihak bank, sedangkan 92% lainnya belum pernah melakukan peminjaman dengan pihak bank; Sedangkan untuk besarnya pencapaian laba operasional sebanyak 79% para pelaku UMKM mendapatkan keuntungan pada kisaran Rp1.000.000 sampai dengan Rp10.000.000. Hal tersebut merupakan cerminan kemampuan para pelaku UMKM untuk dapat memiliki akses perbankan. Dimana kemampuannya dalam mengembalikan pinjaman dapat dilakukan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.
ANALISIS PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PT AKASHA WIRA INTERNASIONAL TBK Dessy Herlisnawati; Yola Fahmi Ahmad
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34204/jiafe.v1i1.553

Abstract

Competition increases, the company is expected to make savings in all areas. One of the savings that can be done by the company is in the field of taxation, namely to streamline the burden of corporate income tax with tax planning. The purpose of this study was to investigate the implementation and effect of how the Tax Planning (Tax Planning) in Efforts to Increase the Efficiency of Corporate Income Tax Expense PT Akasha Wira International Tbk. The result showed that Tax Planning conducted by PT Akasha Wira International Tbk has not been implemented properly, this can be seen from the persistence of the cost of tax-expenditures that can still be maximized. Tax planning can still be maximized is considering providing tax benefits are included in the payroll, this planning can save the tax burden of 4.5%. So that the tax burden can be saved then the company should consider providing tax benefits to employees who entered into the payroll, thus increasing the operational costs of salaries, by itself will reduce tax payable.Keyword : Tax Planning, Equity, Income Tax, Efficiency.
PENGARUH IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) Dessy Herlisnawati
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 4, No 2 (2012): Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v4i2.579

Abstract

ABSTRAKSI Penelitian mengenai penerimaan opini audit going concern saat ini banyak dilakukan dengan observasi kondisi internal perusahaan, seperti kualitas audit, ukuran perusahaan, debt default, opini tahun sebelumnya, dan rasio-rasio keuangan. Namun, ternyata karakteristik corporate governance juga dapat mempengaruhi peran auditor eksternal dan permintaan atas kualitas audit. Berdasarkan hasil pengujian terhadap 7 perusahaan, menunjukkan koefisien negatif untuk dewan komisaris sebesar 0,444 dan kepemilikan terpusat sebesar 0,007 serta yang menunjukan koefisien positif untuk komite audit sebesar 0,249 dan kepemilikan manajerial sebesar 0,999. Dengan tingkat signifikasi untuk kepemilikan terpusat 0,765 0,05 yang berarti Ha ditolak, signifikasi untuk kepemilikan manajerial 0,215 0,05 yang berarti Ha ditolak, signifikasi untuk dewan komisaris 0,289 0,05 yang berarti Ha ditolak, sedangkan signifikasi untuk komite audit 0,476 0,05 yang berarti Ha ditolak, selain itu dengan sistem acak dalam periode pengamatan selama 2 tahun diketahui bahwa opini audit going concern perusahaan baik secara parsial maupun simultan terbukti secara empiris tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern pada tingkat signifikasi 5%. Melalui penelitian diketahui secara empiris bahwa perolehan kepemilikan terpusat, kepemilikan manajerial, keberadaan dewan komisaris, dan keberadaan komite audit perusahaan secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Hal ini dikarenakan pada saat pengujian pengaruh keempat variabel independen tersebut secara bersama-sama terhadap penerimaan opini audit going concern menunjukkan bahwa tingkat signifikasi keempat variabel independen berada di atas 0,05 yang berarti bahwa Ha ditolak. Kata kunci : Good corporate governance, kepemilikan terpusat, manajerial, dewan komisaris, komite audit, kualitas audit, opini audit going concern.
ANALISIS PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PT AKASHA WIRA INTERNASIONAL TBK Dessy Herlisnawati; Yola Fahmi Ahmad
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 5, No 1 (2013): Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.602 KB) | DOI: 10.34203/jimfe.v5i1.712

Abstract

ABSTRACTCompetition increases, the company is expected to make savings in all areas. One ofthe savings that can be done by the company is in the field of taxation, namely to streamlinethe burden of corporate income tax with tax planning. The purpose of this study was toinvestigate the implementation and effect of how the Tax Planning (Tax Planning) in Effortsto Increase the Efficiency of Corporate Income Tax Expense PT Akasha Wira InternationalTbk.The result showed that Tax Planning conducted by PT Akasha Wira International Tbkhas not been implemented properly, this can be seen from the persistence of the cost of taxexpendituresthat can still be maximized. Tax planning can still be maximized is consideringproviding tax benefits are included in the payroll, this planning can save the tax burden of4.5%. So that the tax burden can be saved then the company should consider providing taxbenefits to employees who entered into the payroll, thus increasing the operational costs ofsalaries, by itself will reduce tax payable.Keyword : Tax Planning, Equity, Income Tax, Efficiency.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010 Monang Situmorang; Dessy Herlisnawati; Andi Arysanto
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 4, No 1 (2012): Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v4i1.589

Abstract

AbstraksiKetepatan waktu penyampaian laporan keuangan telah diatur dalam pasar modal. Undang-undang No. 8 Tahun 1995 pasal 88 lalu diperbaharui oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan pada tahun 2011 dengan dikeluarkannya Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor 36/PM/2003 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala. Disebutkan bahwa laporan keuangan tahunan harus disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim dan disampaikan kepada Bapepam selambatlambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan. Lamanya waktu penyelesaian audit oleh auditor dilihat dari perbedaan waktu tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan. Perbedaan waktu ini disebut audit delay (Subekti dan Widiyanti, 2004). Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya audit delay. Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh dari likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas. Metode yang digunakan dengan pendekatan survei. Tehnik penelitian menggunakan analisis statistik kuantitatif. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yang terbagi dalam subkategori food and beverages (9 perusahaan), Pharamaeutical (3 perusahaan), Tobacco Manufacter (2 perusahaan), Cosmetic (3 perusahaan). Data yang digunakan tahun 2008-2010. Hasil pengujian menunjukkan bahwa yang memiliki pengaruh yang signifikan adalah tingkat likuiditas dan solvabilitas (leverage), sementara tingkat profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hasil pengujian simultan memperlihatkan bahwa keseluruhan variabel secara serempak mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit delay. Kata kunci : audit delay, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas.
KEMAMPUAN BERKOMITMEN PARA PELAKU UMKM DALAM PENGEMBALIAN MODAL PINJAMAN/KREDIT SEBAGAI LANDASAN PRINSIP KEPERCAYAAN (Kondisi UMKM di Kecamatan Bogor Selatan) Jaenudin jaenudin; Lia Dahlia Iryani; Tiara Timuriana; Dessy Herlisnawati
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 1, No 1 (2009): Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.917 KB) | DOI: 10.34203/jimfe.v1i1.692

Abstract

AbstrakPara pengusaha yang dapat bertahan pada masa krisisekonomi, kebanyakan berasal dari usaha yang berskala kecil danmenengah, dikarenakan sebagian besar tidak berhubungandengan perbankan yang pada saat itu tengah dilanda krisis.Namun seiring membaiknya kondisi perekonomian, para pelakuUMKM perlu memiliki akses perbankan terutama untukmeningkatkan produktivitas dan kemampuan berwirausahanya.Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali potensi parapelaku UMKM di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, khususnyayang menyangkut komitmen dengan pihak pemberi kredit agarmemperoleh kemudahan dalam bantuan kredit dari perbankan.Penelitian ini membatasi permasalahan pada: berapa dandarimana modal awal para pelaku UMKM; bagaimanapengelolaan modal pinjaman yang dilakukan para pelakuUMKM; dan bagaimana kemampuan para pelaku UMKMberkomitmen untuk memenuhi syarat kredit dari perbankan.Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya jenis modalpada saat pendirian dominan diperoleh melalui modal sendirisebanyak 86,25%, sedangkan yang menggunakan fasilitas modalpinjaman hanya 4,375% dari para pelaku UMKM. AdapulaUMKM yang menggunakan modal campuran yaitu modal sendiriditambah dengan modal pinjaman sebanyak 8,75%; dan terlihathanya 8% pelaku UMKM yang terlibat dengan pihak bank,sedangkan 92% lainnya belum pernah melakukan peminjamandengan pihak bank; Sedangkan untuk besarnya pencapaian labaoperasional sebanyak 79% para pelaku UMKM mendapatkankeuntungan pada kisaran Rp1.000.000 sampai denganRp10.000.000. Hal tersebut merupakan cerminan kemampuanpara pelaku UMKM untuk dapat memiliki akses perbankan.Dimana kemampuannya dalam mengembalikan pinjaman dapatdilakukan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Modal Awal, Modal Sendiri, Modal Pinjaman sertaLaba Operasional.
TATA CARA PELAKSANAAN PAJAK PARKIR DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA BOGOR PROCEDURES FOR IMPLEMENTING PARKING TAX IN BOGOR REGIONAL REVENUE AGENCY Damayanti, Fitri; Taurusyanti, Dewi; Herlisnawati, Dessy
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jubikom.v3i2.9627

Abstract

ABSTRAK Penelitian menunjukkan bahwa Pemungutan Pajak Parkir berjalan dengan baik di Kota Bogor dan pemungutan pajak parkir dilakukan dengan mendatangi langsung Wajib Pajak (WP) yang memiliki objek pajak parkir di Kota Bogor kemudian Wajib Pajak akan mengisi Surat Ringkasan Data Produk Pajak Parkir (SPTPD) secara jelas, akurat dan lengkap. SPTPD selanjutnya akan ditandatangani oleh Wajib Pajak atau Kuasa. Proses pemungutannya dilakukan dengan sistem self assesment karena masih kurangnya kesadaran Wajib Pajak dalam mendaftarkan usahanya untuk membayar pajak parkir. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kesadaran dan pemahaman di kalangan Wajib Pajak mengenai Peraturan dan Perundang-undangan, khususnya peraturan yang mengatur tentang pajak parkir, guna menjamin berfungsinya pemungutan pajak parkir oleh Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor sesuai peraturan perundang-undangan. dan peraturan. Kata kunci : Pajak Parkir, Self Assessment, Pelaksanaan.  ABSTRACT Research shows that Parking Tax Collection is running well in the City of Bogor and parking tax collection is carried out by directly visiting the Taxpayer who has a parking tax object in the City of Bogor then the Taxpayer will fill in the Parking Tax Product Data Summary Letter (SPTPD) in a clear, accurate and complete. The SPTPD will then be signed by the Taxpayer or Proxy. The collection process is carried out using a self-assessment system because there is still a lack of taxpayer awareness in registering their business to pay parking tax. Therefore, there is a need to increase awareness and understanding among Taxpayers regarding Regulations and Legislation, especially regulations governing parking tax, in order to ensure the functioning of parking tax collection by the Bogor City Regional Revenue Agency in accordance with statutory regulations. and regulations. Keywords: Parking Tax, Self Assessment, Implementation
COST-EFFECTIVENESS STRATEGY FOR DEVELOPING CLEAN WATER SERVICE IN SUKAMAKMUR VILLAGE, BOGOR Sasongko, Hendro; Alipudin, Asep; Herlisnawati, Dessy
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 10, No 2 (2024): Vol 10, No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34204/jiafe.v10i2.10353

Abstract

ABSTRACT This study aims to assess the benefits of PLT-EM in the cost-effectiveness strategy scheme for developing a drinking water supply system. The research approach is descriptive quantitative using incremental analysis methods, water consumption and discharge calculation formulations, and financial analysis models. The data used are secondary in the form of BUMdesa production and financial reports. Based on the assessment results, using PLT-EM can develop a drinking water supply system by increasing the volume of water and consistency of water distribution to the community. The cost-effectiveness strategy can be implemented through incremental analysis between investment and operational costs with revenue from water sales before and after using PLT-EM by considering the addition of water production capacity and the potential for expanding service coverage to the community. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manfaat PLT-EM dalam skema strategi efektivitas biaya dalam rangka pengembangan sistem penyediaan air minum. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analisis inkremental, formulasi perhitungan konsumsi dan debit air, serta model analisis finansial. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa produksi BUMdesa dan laporan keuangan. Berdasarkan hasil pengkajian, pemanfaatan PLT-EM dapat mengembangkan sistem penyediaan air minum dengan meningkatkan volume air dan konsistensi distribusi air kepada masyarakat. Strategi efektivitas biaya dapat diterapkan melalui analisis inkremental antara biaya investasi dan biaya operasional dengan pendapatan dari penjualan air sebelum dan sesudah pemanfaatan PLT-EM, dengan mempertimbangkan penambahan kapasitas produksi air dan potensi perluasan jangkauan layanan kepada masyarakat.
PENINGKATAN PELAYANAN MANAJEMEN KEBUTUHAN INFORMASI MELALUI TEKNIK MODERNISASI BERBASIS WEBSITE DI KELURAHAN CIPAKU KOTA BOGOR Taurusyanti, Dewi; Herlisnawati, Dessy; Sadiah, Halimah Tus
Journal Community Service Consortium Vol 2 No 2 (2021): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v2i2.3305

Abstract

Kelurahan Cipaku adalah kelurahan di wilayah Bogor Selatan, memiliki sepuluh program unggulan yakni gerakan Kampung Sarebbu (Sehat, Rukun, Endah, Bersih dan Berbudaya) dalam rangka penataan kawasan di wilayah yang menggabungkan antara penataan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan yang selama ini dihadapi oleh pihak kelurahan Cipaku adalah belum maksimalnya penyampaian informasi kepada masyarakat. Sehingga perlu adanya peningkatan pelayanan informasi melalui teknik modernisasi. Perkembangan kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat yang terus bertambah dan inovatif maka perlu direspon dan dipenuhi oleh pihak kelurahan. Kelurahan perlu mengevaluasi kembali aspek pelayanan dan informasi yang selama ini diberikan apakah telah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah kelurahan Cipaku menyadari besarnya manfaat adanya website kelurahan Cipaku. Dan berupaya untuk meningkatkan pelayanan informasi, sebagai ajang promosi dan pengembangan desa, publikasi kegiatan desa, sarana komunikasi, sumber data lengkap, menjadi portal berita online dan peningkatan pelayanan pemerintahan desa. Tujuan kegiatan adalah salah satu upaya peningkatan pelayanan kebutuhan informasi untuk setiap kegiatan di masyarakat. Program teknik modernisasi website dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Program ini menghasilkan produk sistem berupa web pelayanan, user guide web, meningkatnya pelayanan kebutuhan masyarakat, kemampuan staf meningkat. Dengan demikian melalui program ini diharapkan pelayanan manajemen informasi kepada masyarakat di kelurahan Cipaku akan meningkat.