Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENINGKATAN PELAYANAN MANAJEMEN KEBUTUHAN INFORMASI MELALUI TEKNIK MODERNISASI BERBASIS WEBSITE DI KELURAHAN CIPAKU KOTA BOGOR Taurusyanti, Dewi; Herlisnawati, Dessy; Sadiah, Halimah Tus
Journal Community Service Consortium Vol 1 No 2 (2020): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v1i2.3310

Abstract

Kelurahan Cipaku adalah kelurahan di wilayah Bogor Selatan, memiliki sepuluh program unggulan yakni gerakan Kampung Sarebbu (Sehat, Rukun, Endah, Bersih dan Berbudaya) dalam rangka penataan kawasan di wilayah yang menggabungkan antara penataan fisik dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan yang selama ini dihadapi oleh pihak kelurahan Cipaku adalah belum maksimalnya penyampaian informasi kepada masyarakat. Sehingga perlu adanya peningkatan pelayanan informasi melalui teknik modernisasi. Perkembangan kebutuhan, keinginan dan harapan masyarakat yang terus bertambah dan inovatif maka perlu direspon dan dipenuhi oleh pihak kelurahan. Kelurahan perlu mengevaluasi kembali aspek pelayanan dan informasi yang selama ini diberikan apakah telah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah kelurahan Cipaku menyadari besarnya manfaat adanya website kelurahan Cipaku. Dan berupaya untuk meningkatkan pelayanan informasi, sebagai ajang promosi dan pengembangan desa, publikasi kegiatan desa, sarana komunikasi, sumber data lengkap, menjadi portal berita online dan peningkatan pelayanan pemerintahan desa. Tujuan kegiatan adalah salah satu upaya peningkatan pelayanan kebutuhan informasi untuk setiap kegiatan di masyarakat. Program teknik modernisasi website dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Program ini menghasilkan produk sistem berupa web pelayanan, user guide web, meningkatnya pelayanan kebutuhan masyarakat, kemampuan staf meningkat. Dengan demikian melalui program ini diharapkan pelayanan manajemen informasi kepada masyarakat di kelurahan Cipaku akan meningkat.
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB ORDER COSTING DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PADA VIDA PRIMA GRAHA SUKABUMI Q. Matin Mora Suhud; Asep Alipudin; Dessy Herlisnawati
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.990

Abstract

Berdasarkan adanya perkembangan pertumbuhan pada sektor industri menimbulkan ketatnya persaingan industri dan membuat banyak perusahaan menurunkan harga produknya agar harga tidak kalah saing dengan para kompetitor. Untuk dapat bertahan dalam persaingan yang ketat ini, perusahaan harus menyusun strategi yang tepat. Salah satu strategi yang tepat adalah dengan menentukan harga jual produk yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis harga pokok produksi dengan metode Job Order Costing dalam menentukan harga jual pada Vida Prima Graha Sukabumi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif. Data primer adalah sumber data yang digunakan pada penelitian ini, dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. serta analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis data kualitatif yang dikuantitatifkan. Terdapat perbedaan keuntungan yang diperoleh dari perhitungan metode pemeliharaan dan metode Job Order Costing. Hal tersebut terjadi karena adanya pembebanan biaya yang seharusnya dibebankan oleh perusahaan namun tidak dibebankan sebagai biaya oleh perusahan. Artinya dalam penentuan harga pokok yang digunakan oleh perusahaan selama ini maka perusahaan bisa mengalami kurang optimalnya dalam mnghasilkan laba.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK MONITORING KEPATUHAN MASYARAKAT KOTA BOGOR TERKAIT PEMBAYARAN PBB P2 Alberto, Ignatius; Simamora, Patar; Herlisnawati, Dessy
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Aplikasi Bisnis dan Komputer
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jubikom.v5i2.12115

Abstract

ABSTRAK Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu faktor penghasilan bagi negara yang cukup berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Maka pemerintah diharapkan untuk mengelola pajak dengan baik agar terwujud pembangunan yang maksimal..Salah satu cara mengoptimalkan penerimaan pajak bumi dan bangunan adalah dengan cara meningkatkan kepatuhan wajib pajak menjadi salah satu kendala yang dapat menghambat keefektifan dalam penerimaan pajak.Jika wajib pajak kurang berperan aktif dalam membayar pajak maka akan menjadi masalah dari realisasi pajak tersebut.alah satu hal yang harus dimonitori yaitu tingkat kepatuhan masyarakat itu sendiri. Dengan adanya ArcGIS maka akan mempermudah pengguna untuk mengambil suatu keputusan berdasarkan data/fakta yang terjadi. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk membantu pemerintah dalam memonitoring tingkat kepatuhan masyarakat agar dapat ditemukan solusi bagaimana cara mengedukasi masyarakat dalam hal peningkatan tingkat kepatuhan dalam hal pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2). Penelitian ini digunakan juga untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terkait PBB P2.Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi.  Pengamatan (observasi) dilakukan secara langsung dengan menggunakan metode survey. Teknik yang digunakan adalah dengan memberikan kuesioner yang disusun di aplikasi milik Esri yaitu ArcGIS Survey123 yang termasuk dalam kuesioner tertutup Hasil penelitian disajikan dalam bentuk dashboard monitoring pembayaran PBB P2 dalam aplikasi ArcGIS Dashboard.Lapisan masyarakat kota Bogor yang diteliti beragam mulai dari remaja hingga pada jenjang orang dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% daripada lapisan masyarakat di kota Bogor patuh dalam membayar PBB P2. Namun sayangnya 30% dari responden tidak patuh dalam membayar pajak dengan berbagai alasan yang mendukung. Kata kunci : Sistem Informasi, Geografis, Monitoring, PBB P2, Bogor.  ABSTRACT Land and Building Tax is one of the income factors for the state which contributes sufficiently to regional income. So the government is expected to manage taxes properly so that maximum development can be realized. paying taxes will be a problem for the realization of the tax. One thing that must be monitored is the level of compliance of the community itself. With ArcGIS it will be easier for users to make a decision based on the data/facts that occur. This research has the goal of assisting the government in monitoring the level of public compliance so that solutions can be found on how to educate the public in terms of increasing the level of compliance in terms of payment of Land and Building Tax in the Rural and Urban Sectors (PBB P2). This research is also used to evaluate government policies related to PBB P2. This research uses a data collection method, namely observation. Observation (observation) is carried out directly using the survey method. The technique used is to provide a questionnaire compiled in Esri's application, namely ArcGIS Survey123 which is included in a closed questionnaire. The results of the research are presented in the form of a P2 PBB payment monitoring dashboard in the ArcGIS Dashboard application. mature. The results of the study show that 70% of the people in the city of Bogor comply with paying PBB P2. But unfortunately 30% of the respondents are not compliant in paying taxes with various supporting reasons. Keywords: Information System, Geographic, Monitoring, PBB P2, Bogor.
PENGARUH IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN BUMN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) Dessy Herlisnawati
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 4, No 2 (2012): Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v4i2.579

Abstract

ABSTRAKSI Penelitian mengenai penerimaan opini audit going concern saat ini banyak dilakukan dengan observasi kondisi internal perusahaan, seperti kualitas audit, ukuran perusahaan, debt default, opini tahun sebelumnya, dan rasio-rasio keuangan. Namun, ternyata karakteristik corporate governance juga dapat mempengaruhi peran auditor eksternal dan permintaan atas kualitas audit. Berdasarkan hasil pengujian terhadap 7 perusahaan, menunjukkan koefisien negatif untuk dewan komisaris sebesar 0,444 dan kepemilikan terpusat sebesar 0,007 serta yang menunjukan koefisien positif untuk komite audit sebesar 0,249 dan kepemilikan manajerial sebesar 0,999. Dengan tingkat signifikasi untuk kepemilikan terpusat 0,765 0,05 yang berarti Ha ditolak, signifikasi untuk kepemilikan manajerial 0,215 0,05 yang berarti Ha ditolak, signifikasi untuk dewan komisaris 0,289 0,05 yang berarti Ha ditolak, sedangkan signifikasi untuk komite audit 0,476 0,05 yang berarti Ha ditolak, selain itu dengan sistem acak dalam periode pengamatan selama 2 tahun diketahui bahwa opini audit going concern perusahaan baik secara parsial maupun simultan terbukti secara empiris tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern pada tingkat signifikasi 5%. Melalui penelitian diketahui secara empiris bahwa perolehan kepemilikan terpusat, kepemilikan manajerial, keberadaan dewan komisaris, dan keberadaan komite audit perusahaan secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Hal ini dikarenakan pada saat pengujian pengaruh keempat variabel independen tersebut secara bersama-sama terhadap penerimaan opini audit going concern menunjukkan bahwa tingkat signifikasi keempat variabel independen berada di atas 0,05 yang berarti bahwa Ha ditolak. Kata kunci : Good corporate governance, kepemilikan terpusat, manajerial, dewan komisaris, komite audit, kualitas audit, opini audit going concern.
KEMAMPUAN BERKOMITMEN PARA PELAKU UMKM DALAM PENGEMBALIAN MODAL PINJAMAN/KREDIT SEBAGAI LANDASAN PRINSIP KEPERCAYAAN (Kondisi UMKM di Kecamatan Bogor Selatan) Jaenudin jaenudin; Lia Dahlia Iryani; Tiara Timuriana; Dessy Herlisnawati
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 1, No 1 (2009): Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v1i1.692

Abstract

AbstrakPara pengusaha yang dapat bertahan pada masa krisisekonomi, kebanyakan berasal dari usaha yang berskala kecil danmenengah, dikarenakan sebagian besar tidak berhubungandengan perbankan yang pada saat itu tengah dilanda krisis.Namun seiring membaiknya kondisi perekonomian, para pelakuUMKM perlu memiliki akses perbankan terutama untukmeningkatkan produktivitas dan kemampuan berwirausahanya.Penelitian ini dimaksudkan untuk menggali potensi parapelaku UMKM di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, khususnyayang menyangkut komitmen dengan pihak pemberi kredit agarmemperoleh kemudahan dalam bantuan kredit dari perbankan.Penelitian ini membatasi permasalahan pada: berapa dandarimana modal awal para pelaku UMKM; bagaimanapengelolaan modal pinjaman yang dilakukan para pelakuUMKM; dan bagaimana kemampuan para pelaku UMKMberkomitmen untuk memenuhi syarat kredit dari perbankan.Berdasarkan hasil penelitian, bahwasanya jenis modalpada saat pendirian dominan diperoleh melalui modal sendirisebanyak 86,25%, sedangkan yang menggunakan fasilitas modalpinjaman hanya 4,375% dari para pelaku UMKM. AdapulaUMKM yang menggunakan modal campuran yaitu modal sendiriditambah dengan modal pinjaman sebanyak 8,75%; dan terlihathanya 8% pelaku UMKM yang terlibat dengan pihak bank,sedangkan 92% lainnya belum pernah melakukan peminjamandengan pihak bank; Sedangkan untuk besarnya pencapaian labaoperasional sebanyak 79% para pelaku UMKM mendapatkankeuntungan pada kisaran Rp1.000.000 sampai denganRp10.000.000. Hal tersebut merupakan cerminan kemampuanpara pelaku UMKM untuk dapat memiliki akses perbankan.Dimana kemampuannya dalam mengembalikan pinjaman dapatdilakukan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Modal Awal, Modal Sendiri, Modal Pinjaman sertaLaba Operasional.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010 Monang Situmorang; Dessy Herlisnawati; Andi Arysanto
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 4, No 1 (2012): Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v4i1.589

Abstract

AbstraksiKetepatan waktu penyampaian laporan keuangan telah diatur dalam pasar modal. Undang-undang No. 8 Tahun 1995 pasal 88 lalu diperbaharui oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan pada tahun 2011 dengan dikeluarkannya Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor 36/PM/2003 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala. Disebutkan bahwa laporan keuangan tahunan harus disertai dengan laporan akuntan dengan pendapat yang lazim dan disampaikan kepada Bapepam selambatlambatnya pada akhir bulan ketiga (90 hari) setelah tanggal laporan keuangan. Lamanya waktu penyelesaian audit oleh auditor dilihat dari perbedaan waktu tanggal laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan. Perbedaan waktu ini disebut audit delay (Subekti dan Widiyanti, 2004). Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya audit delay. Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh dari likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas. Metode yang digunakan dengan pendekatan survei. Tehnik penelitian menggunakan analisis statistik kuantitatif. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yang terbagi dalam subkategori food and beverages (9 perusahaan), Pharamaeutical (3 perusahaan), Tobacco Manufacter (2 perusahaan), Cosmetic (3 perusahaan). Data yang digunakan tahun 2008-2010. Hasil pengujian menunjukkan bahwa yang memiliki pengaruh yang signifikan adalah tingkat likuiditas dan solvabilitas (leverage), sementara tingkat profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hasil pengujian simultan memperlihatkan bahwa keseluruhan variabel secara serempak mempunyai pengaruh signifikan terhadap audit delay. Kata kunci : audit delay, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas.
ANALISIS PERENCANAAN PAJAK (TAX PLANNING) DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PT AKASHA WIRA INTERNASIONAL TBK Dessy Herlisnawati; Yola Fahmi Ahmad
JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi) Vol 5, No 1 (2013): Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34203/jimfe.v5i1.712

Abstract

ABSTRACTCompetition increases, the company is expected to make savings in all areas. One ofthe savings that can be done by the company is in the field of taxation, namely to streamlinethe burden of corporate income tax with tax planning. The purpose of this study was toinvestigate the implementation and effect of how the Tax Planning (Tax Planning) in Effortsto Increase the Efficiency of Corporate Income Tax Expense PT Akasha Wira InternationalTbk.The result showed that Tax Planning conducted by PT Akasha Wira International Tbkhas not been implemented properly, this can be seen from the persistence of the cost of taxexpendituresthat can still be maximized. Tax planning can still be maximized is consideringproviding tax benefits are included in the payroll, this planning can save the tax burden of4.5%. So that the tax burden can be saved then the company should consider providing taxbenefits to employees who entered into the payroll, thus increasing the operational costs ofsalaries, by itself will reduce tax payable.Keyword : Tax Planning, Equity, Income Tax, Efficiency.