Widyastuti, Zohra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Inovatif di Era Digital: Meningkatkan Kualitas Pendidikan Abad ke-21 Widyastuti, Zohra; Rokot, Ridwan Arke
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 7, No 2 (2025): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v7i2.402

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes in the world of education, demanding the adoption of innovative learning strategies to improve the quality of education in the 21st century. This research aims to analyze the effectiveness of technology-based learning strategies in improving student learning outcomes and identify challenges in their implementation. This study uses a descriptive qualitative method approach to scientific articles published in the last five years. Literature sources come from reputable journals that discuss the integration of technology in learning, including artificial intelligence, gamification, and adaptive learning. The results of the study show that the use of technology in learning, such as blended learning, gamification, and artificial intelligence, is able to increase student engagement and understanding. However, challenges in implementing this strategy include limited infrastructure, low digital competence of educators, and resistance to change. The research also highlights that the development of digital skills for educators and the optimization of digital education infrastructure are indispensable to support the success of innovative learning strategies. These findings imply the need for more adaptive policies in the application of educational technology, including strengthening training for educators and investing in digital facilities and infrastructure. With the right approach, innovative learning strategies can contribute to increasing the effectiveness and efficiency of education in the digital era.AbstrakPerkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, menuntut adopsi strategi pembelajaran inovatif guna meningkatkan kualitas pendidikan abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik serta mengidentifikasi tantangan dalam implementasinya. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber literatur berasal dari jurnal bereputasi yang membahas integrasi teknologi dalam pembelajaran, termasuk kecerdasan buatan, gamifikasi, dan pembelajaran adaptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, seperti blended learning, gamifikasi, dan kecerdasan buatan, mampu meningkatkan keterlibatan serta pemahaman peserta didik. Namun, tantangan dalam implementasi strategi ini meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi digital pendidik, serta resistensi terhadap perubahan. Penelitian juga menyoroti bahwa pengembangan keterampilan digital bagi pendidik dan optimalisasi infrastruktur pendidikan digital sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran inovatif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kebijakan yang lebih adaptif dalam penerapan teknologi pendidikan, termasuk penguatan pelatihan bagi pendidik serta investasi dalam sarana dan prasarana digital. Dengan pendekatan yang tepat, strategi pembelajaran inovatif dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi pendidikan di era digital.
Dari Laut ke Salib: Narasi Kehidupan Iman Orang Bajau Laut Kristen di Sabah Malaysia dalam Perspektif Misiologi Pastoral Widyastuti, Zohra; Rotty, Ryo Feens; Mauso, Grace Missela Julia; Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 9 No 2: November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v9i2.572

Abstract

This article examines the faith life of the Christian Bajau Laut community in Sabah through a descriptive, narrative, qualitative approach to understand religious, social, and pastoral dynamics within the context of marginalization and statelessness. The purpose of this study is to interpret the community's experiences theologically and pastorally and to identify challenges and opportunities for the development of relevant and contextual pastoral missiology. The research methodology involved field observations in the context of ministry and a targeted literature review of academic sources. The results indicate that the Bajau Laut's faith life is shaped by fragile socio-economic conditions, maritime mobility, limited access to education and health care, and a legacy of local beliefs that influence daily religious practices. Field observations reveal tensions between cultural identity and Christian identity, particularly in situations of eviction, administrative discrimination, and minimal church support. This emphasizes the importance of an incarnational, dialogical, and advocacy-based model of pastoral care that not only focuses on spiritual nurturing but also seeks access to education, health, and social protection.     Abstrak Artikel ini mengkaji kehidupan iman komunitas Bajau Laut Kristen di Sabah melalui pendekatan kualitatif deskriptif dan naratif untuk memahami dinamika religius, sosial, dan pastoral dalam konteks kemarginalan dan ketidakberkewarganegaraan. Tujuan penelitian ini adalah menafsirkan pengalaman komunitas secara teologis-pastoral serta mengidentifikasi tantangan dan peluang bagi pengembangan misiologi pastoral yang relevan dan kontekstual. Metodologi penelitian melibatkan observasi lapangan dalam konteks pelayanan dan kajian pustaka terarah atas literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan iman Bajau Laut dibentuk oleh kondisi sosial-ekonomi yang rapuh, mobilitas maritim, keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan, serta warisan kepercayaan lokal yang berdampak pada praktik religius sehari-hari. Observasi lapangan mengungkap ketegangan antara identitas budaya dan identitas kristiani, khususnya dalam situasi penggusuran, diskriminasi administratif, dan minimnya pendampingan gereja. sehingga hal ini dapat menegaskan pentingnya model penggembalaan yang inkarnasional, dialogis, dan advokatif, yang tidak hanya berfokus pada pembinaan rohani tetapi juga mengupayakan akses pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.