Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Quality of Work Life and Performance of Midwives in Lamongan in 2025 Supratikto Supratikto; Sri Utami Ady; Nur Sayidah
Global Management: International Journal of Management Science and Entrepreneurship Vol. 2 No. 3 (2025): August : International Journal of Management Science and Entrepreneurship
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/globalmanagement.v2i3.337

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are critical indicators in assessing the quality of public health services. In 2024, both MMR and IMR in Lamongan Regency remained relatively high, indicating the need for strengthened health interventions. Health workers, especially midwives, play a vital role in improving maternal and child health. One of the government’s strategies to reduce maternal and infant mortality is expanding midwife service coverage at primary health facilities and ensuring the presence of village midwives as the frontline providers across the region. Village midwives are expected to meet established service standards to ensure the quality of maternal and child health care. Service effectiveness and efficiency are commonly measured through indicators such as first antenatal visit coverage (K1), fourth antenatal visit coverage (K4), postpartum visit coverage (KF3), and delivery assistance by health workers. However, in Lamongan Regency, the performance of village midwives has not been optimal, with several indicators falling short of set performance targets.This study aimed to analyze the relationship between the quality of work life and the performance of village midwives in Lamongan Regency in 2025. The research used a quantitative method with a cross-sectional study design. The study population comprised all village midwives in Lamongan Regency, with a sample of 80 respondents selected randomly. The independent variable in this study was the quality of work life, while the dependent variable was village midwife performance. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square statistical test. The results showed no significant relationship between the quality of work life and the performance of village midwives in Lamongan Regency in 2025. These findings suggest that other factors beyond work life quality may influence midwives’ performance.  
IDENTIFIKASI TAHAP BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMK MENGGUNAKAN PBL Supratikto, Rahadi
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 8 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/cendikia.v2i8.2372

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguraikan tingkat berpikir kritis siswa kelas X SMK dalam pembelajaran PBL. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan terdiri dari (1) validasi, (2) pembelajaran PBL, (3) tes TPM, (4) analisis tes TPM, (5) wawancara berbasis tugas, dan (6) catatan lapangan. Hasil dari penelitian ini yaitu identifikasi tahap berpikir kritis siswa yang terdiri dari berikut ini. Tahap klarifikasi meliputi kelompok kritis, cukup kritis, dan kurang kritis, siswa mampu mengidentifikasi masalah secara utuh dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menambahkan informasi. Tahap asesmen pada kelompok kritis mampu memunculkan pertanyaan dan ide penyelesaian yang berasal dari diri sendiri. Tahap penyimpulan pada kelompok tidak kritis, siswa belum mampu bernalar untuk penam bahan informasi yang relevan. Tahap strategi/taktik untuk kelompok tidak kritis, siswa belum dapat memunculkan strategi, sedangkan pada kelompok yang lain, siswa menjadikan pertanyaan awal sebagai acuan untuk menggali pertanyaan selanjutnya. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman guru dalam mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan berpikir kritis siswa.
Geburt Mioma Uteri Pada Wanita dengan Obesitas Tipe 2 Supratikto; Zhafirah, Lens Hanin; Nabiila, Alyaa; Rahmawati, Yuli Wahyu
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i02.23047

Abstract

Latar belakang: Mioma geburt ialah mioma uteri tipe submukosa yang tumbuh bertangkai menjadi polip hingga melewati ostium serviks. Kejadian mioma uteri submukosa sekitar 20-40% dan sering terjadi di usia premenopause. Selain itu, obesitas merupakan salah satu faktor resiko yang dapat menimbulkan mioma uteri. Tujuan : laporan kasus ini bertujuan untuk mengetahui diagnosa dan pengobatan pada geburt mioma uteri pada wanita dengan obesitas tipe 2. Laporan Kasus: Kami melaporkan kasus wanita usia 48 tahun dengan keluhan menstruasi yang lama (menorrhagia) disertai dengan nyeri perut kiri bawah (dismenorhea). Pemeriksaan fisik ditemukan status gizi pasien obesitas tipe 2 dan nyeri tekan abdomen regio iliac sinistra. Pemeriksaan dalam ginekologi, didapatkan massa bulat bertangkai yang keluar dari ostium serviks uteri. Pada USG, tampak massa hipoekoik intrauterine kesan mioma uteri. Kesimpulan: Penanganan mioma uteri dengan obesitas tidak ada perbedaan dengan status gizi normal, namun memiliki resiko tinggi terjadi komplikasi pasca operasi. Pertimbangan dilakukan tindakan histerektomi pada kasus kami, karena usia > 40 tahun dan ketidakinginan memiliki keturunan kembali.
Kehamilan 37-38 minggu Dengan Hydrops Fetalis, Polihidramnion, Plasenta Previa Totalis. Sebuah Case Report Supratikto; Albar Mulyadi, Fahreza; Anas, Muhammad; Nursucahyo, Eko; Marlina, Uning
JurnalMU: Jurnal Medis Umum Vol 2 No 3 (2025): JurnalMU: Jurnal Medis Umum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmu.v2i3.28595

Abstract

Hidrops Fetalis merupakan kasus kehamilan yang langka, dimana terdapat akumulasi cairan pada ≥2 fetal compartments (seperti peritoneum, pleura, pericardium) atau edema subkutan yang parah, dengan insiden 1:1.000-3000 kehamilan (Khairudin et al., 2023; Vanaparthy et al., 2024). Pada kasus ini, seorang wanita berusia 41 tahun dengan G3P2001 Ab000 Gr 37-38 Minggu datang dengan rujukan dari poli kandungan RSUD Dr. Soegiri dengan konsulan dokter obgyn yaitu terdapat temuan hidrops fetalis, plasenta previa totalis, dan polihidramnion dari pemeriksaan. Di ruangan dilakukan pemeriksaan fisik dan ditemukan letak kepala, tinggi fundus uteri 40cm, DJJ 130x/menit, dan kesan polihidramnion. Riwayat penyakit dahulu tidak ada hipertensi, diabetes, atau penyulit ketika kelahiran sebelumnya. Pemeriksaan laboratorium darah lengkap dalam batas normal. Hasil konsulan dokter obgyn yaitu pro sectio cesaria elektif setelah pemberian pematang paru. Pada kasus ini, penulis mencurigai Nonimmune Hydrops Fetalis (NIHF) karena tidak ada riwayat inkompabilitas Rh atau ABO pada kehamilan (Hall et al, 2025). Selain itu pada NHIF dapat terjadi Congenital Pulmonary Airway Malformation (CPAM), yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan vena sentral, cardiac output, dan peningkatan kompresi esofagus janin sehingga menghasilkan kondisi polihidramnion (Norton et al., 2015). Kasus ini menunjukkan kompleksitas yang tinggi sehingga perlunya pendekatan multidisiplin dan diagnosis dini untuk meningkatkan prognosis kasus-kasus seperti ini.