Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Historical Review of Blambangan in 1309 - 1763 nurmaria, nurmaria; Rinda Handayani; Pitutur Tustho Gumawang
Islah: Journal of Islamic Literature and History Vol. 6 No. 1 (2025): Islah: Journal of Islamic Literature and History
Publisher : Faculty of Ushuluddin, Adab, and Humanities Universitas Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/islah.v6i1.4137

Abstract

Due to its geographical location at the eastern tip of Java Island, Blambangan was often contested by other kingdoms, considered strategic as it formed the border between Java and Bali. This study aims to examine the establishment and existence of Blambangan kingdom from a historical perspective. This study is based on two questions about whether Blambangan was an independent kingdom or part of another. The other kingdom referred to was either the Kingdom of Bali in the east or the Majapahit Empire in the west. The research method used was historical method, preceded by heuristic process, criticism, interpretation and historiography. Based on the research findings, Blambangan was founded in 1309 as part of the Majapahit Empire, given by Raden Jayanegara to Arya Wiraraja as a reward for his loyalty. This study discusses important events in history including the succession of kings over time, the separation of Blambangan into western and eastern regions, the transfer of the kingdom's capital, the expansion of the territory as part of the peak of the glory of the Blambangan Kingdom, and the death of King Danuningrat, which marked the end of Tawang Alun dynasty, from a historical perspective.
Dualisme Efek Pemanfaatan Aplikasi Tiktok Dalam Humas Pemerintah Effendi, Erwan; Azura, Sylvia; Harahap, Nisrina Adilah; Nurmaria, Nurmaria; Putra Pratama, M. Habibi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.7985

Abstract

Di situs media sosial Tiktok, pengguna dapat memposting film berdurasi 15-60 detik yang dipercantik dengan musik, filter, dan elemen artistik lainnya. Selain itu, Tiktok merupakan alat komunikasi berbasis web karena menawarkan fitur-fitur seperti pesan langsung, live streaming, dan kemampuan duet yang membuatnya menjadi alat yang berguna untuk komunikasi.2020 menyaksikan asimilasi yang cepat dari aplikasi media sosial Tiktok ke dalam budaya populer Indonesia. Dengan menggunakan metode observasi sekunder, penelitian ini mencoba untuk mengkaji efek penggunaan TikTok dalam mensosialisasikan konten serius yang diproduksi oleh humas pemerintah Indonesia, khususnya oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi melalui akun TikTok @kemenkomarves.Temuan studi ini menunjukkan pengaruh ganda dari TikTok terhadap materi hubungan masyarakat Kemenko Marves. Informasi yang dibagikan di TikTok bisa jadi menjadi kurang penting dibandingkan sebelumnya, tetapi juga menjadi lebih mudah diakses dan dimengerti oleh khalayak umum. Oleh karena itu, agar humas pemerintah dapat menyediakan materi digital yang menarik bagi audiens yang lebih luas, diperlukan adaptasi teknologi dan strategi humas digital yang efektif.