Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSUMSI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Malika Kesya Aulia; Abustan Nur; Hasniar Hasniar; Angun Ade Fatrisia; Herni Herni; Amanda Hirmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi merupakan bagian integral dalam kehidupan manusia dan menjadi salah satu aktivitas ekonomi yang paling mendasar. Dalam sistem ekonomi konvensional, konsumsi cenderung diarahkan untuk memenuhi keinginan individu secara maksimal tanpa mempertimbangkan aspek moral dan spiritual. Akibatnya, muncul perilaku konsumtif yang berlebihan, pemborosan, dan ketimpangan sosial. Berbeda dengan itu, dalam pandangan Islam, konsumsi tidak hanya dilihat sebagai pemenuhan kebutuhan duniawi, melainkan juga sebagai bagian dari ibadah dan upaya mencapai keberkahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep konsumsi dalam Islam berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang meliputi nilai tauhid, keadilan, tanggung jawab, kesederhanaan, serta larangan terhadap perilaku israf (berlebih-lebihan) dan tabdzir (pemborosan). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi pustaka (library research), dengan menelaah berbagai sumber primer dan sekunder seperti Al-Qur’an, Hadis, literatur klasik, serta jurnal-jurnal ilmiah kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi dalam Islam dibangun di atas landasan maqāṣid al-sharī‘ah untuk menjamin kemaslahatan lahiriah dan batiniah. Konsumsi yang halal dan thayyib tidak hanya memberikan manfaat jasmani, tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual dan sosial seseorang. Konsumsi juga menjadi sarana untuk menjalankan ibadah, menjaga keseimbangan hidup, serta menghindarkan manusia dari kerakusan duniawi. Dengan demikian, konsumsi dalam perspektif Islam tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai ketuhanan, etika, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam membentuk pola konsumsi masyarakat Muslim yang bijak, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan dunia dan akhirat.
Peran Teori Perilaku Konsumen Terhadap Efektivitas Sistem Layanan Perbankan Syariah Herni; Abustan Nur; Amanda Hirmayani; Hasniar; Malika Kesya Aulia; Anggun Ade Fatrisia
Jurnal Ruhul Islam Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v4i1.408

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk menelaah kontribusi teori perilaku konsumen dalam mendorong peningkatan efektivitas sistem pelayanan pada perbankan syariah. Kajian ini menitikberatkan pada bagaimana aspek psikologis, sosial, budaya, dan religius yang melekat pada nasabah memengaruhi penilaian mereka terhadap mutu layanan, tingkat kepuasan, serta loyalitas kepada bank syariah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelusuran literatur pada basis data Google Scholar dan SINTA. Proses pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci "perilaku konsumen perbankan syariah", "efektivitas layanan perbankan syariah", dan "efektivitas layanan dalam perbankan syariah". Literatur yang digunakan meliputi artikel jurnal ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2017–2025. Melalui proses seleksi literatur secara sistematis, diperoleh sekitar ±30 artikel ilmiah yang relevan untuk dianalisis. Temuan kajian mengungkapkan bahwa pemahaman nasabah mengenai prinsip dan produk berbasis syariah, tingkat kepercayaan terhadap mekanisme bagi hasil, serta pengalaman pelayanan yang diterima memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas layanan perbankan syariah. Meskipun demikian, keterbatasan literasi keuangan syariah dan mutu layanan yang belum sepenuhnya optimal masih menjadi hambatan dalam memperkuat minat dan preferensi masyarakat. Oleh sebab itu, upaya peningkatan edukasi keuangan syariah, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta perancangan sistem layanan yang menyesuaikan perilaku dan kebutuhan konsumen menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perbankan syariah.