Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN PROBIOTIK DAN ANTIBIOTIK TERHADAP KUALITAS AIR DALAM MENINGKATKAN SINTASAN POST LARVA Hasniar Hasniar; Firman Firman; Yunarti Yunarti
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.473 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v2i1.38

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis probiotik Bacillus Plus-1 dan antibiotik yang paling efektif dan efisien dalam memperbaiki dan mengontrol kualitas air media pemeliharaan post larva. Disain yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan bahan uji yang diaplikasikan adalah probiotik Bacillus dengan dosis 0,75 mg/l, 1,0 mg/l dan 1,25 mg/l, bakteri Vibrio harveyi resisten rifamvicin 6 mg/l, serta Oxytetracyclin dan Erytromicin masing-masing 1 mg/l.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan udang windu cukup baik, akan tetapi perlakuan C2 (perlakuan probiotik 1,25 ppm dan erytromicin) dan B1 (perlakuan probiotik 1,00 ppm dan oxytetracycline) memiliki pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sintasan tertinggi udang windu selama pemeliharaan diperoleh pada perlakuan C1 (perlakuan probiotik 1,25 dan oxytetracycline), menyusul perlakuan D (kontrol). Pada saat uji tantang larva udang windu dengan bakteri Vibrio harveyi pada tingkat kepadatan 105, maka perlakuan kontrol memiliki tingkat kematian yan tertinggi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa baik pertumbuhan, sintasan maupun uji tantang tidak memberikan pengaruh nyata terhadap larva udang windu yang diuji.
SELF DISCLOSURE DALAM MEMBENTUK LEVEL HUBUNGAN INTERPERSONAL PERSPEKTIF GENDER DI ASRAMA PUTRA DAN PUTRI STAIN PAREPARE Hasniar Hasniar; Muhammad Qadaruddin; Nurhakki Nurhakki
KOMUNIDA : Media Komunikasi dan Dakwah Vol 8 No 1 (2018): Komunida : Media Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.828 KB) | DOI: 10.35905/komunida.v8i1.602

Abstract

Self-disclosure or "self disclosure" can be interpreted as giving information about yourself to others. The information provided can include various things such as life experiences, feelings, emotions, opinions, ideals, etc. Self-disclosure needs to be done by the dormitory because it is one way to adapt to the new environment. Self-disclosure, among others, is influenced by gender differences. Self-disclosure is closely related to effective interpersonal communication. The type of research conducted by the researcher is descriptive qualitative research using interviews, observation and documentation to find the data to be analyzed using triangulation techniques. The results of this study indicate that STAIN Parepare male dormitory and female dormitory students are able to build interpersonal relationships by means of self-disclosure and are able to provide an overview of the existence of gender differences in terms of the process of building interpersonal relationships. The relationship stage that can be formed through the sixth stage of the process becomes a reference for discussion to develop interpersonal relationships. Interpersonal relationships that occur in the STAIN Parepare male and female dormitories are in the management of psychological data levels to be able to do self disclosure. son or being in the category area area, the purpose of open area is where the residents of STAIN Parepare dormitories are more at an open level in order to be able to build good relationships. Self disclosure is a good system that is also applied by residents of the Parepare STAIN dormitory to form interpersonal relationships.
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Obesitas pada Remaja Juliatin Juliatin; Hasniar Hasniar
Student Research Journal Vol. 2 No. 6 (2024): Desember : Student Research Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/srj-yappi.v2i6.1633

Abstract

Obesity that occurs in adolescents can occur due to many things, both genetically and also to other external factors. The health problems that result from obesity were varied, and the worse is that it could lead to heart disease which could lead to sudden death. Therefore, it was necessary to have information on what factors were the causes of obesity in children. The purpose of this review article was to determine the factors that cause obesity in children. The method used in this study is the Literature Review method, namely by collecting secondary data from articles or research that has been done previously related to obesity. Search for the required data using the Garuda database, Google Scholar, and Science Direct. The key words used in the literacy search were obesity, youth. The obesity factor AND adolescent AND obesity factors. There were inclusion criteria set in determining the desired literature, namely the object in the research is a teenager, free full text, in Indonesian or English, registered in a scientific journal. Based on the results of the analysis of the literature reviewed, it was found that there are factors that can influence obesity in adolescents, namely: lack of physical activity, often consuming fast food, not having breakfast, lack of knowledge about nutrition, parental income as a supporting factor, and parental genetic factors.
KONSUMSI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Malika Kesya Aulia; Abustan Nur; Hasniar Hasniar; Angun Ade Fatrisia; Herni Herni; Amanda Hirmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi merupakan bagian integral dalam kehidupan manusia dan menjadi salah satu aktivitas ekonomi yang paling mendasar. Dalam sistem ekonomi konvensional, konsumsi cenderung diarahkan untuk memenuhi keinginan individu secara maksimal tanpa mempertimbangkan aspek moral dan spiritual. Akibatnya, muncul perilaku konsumtif yang berlebihan, pemborosan, dan ketimpangan sosial. Berbeda dengan itu, dalam pandangan Islam, konsumsi tidak hanya dilihat sebagai pemenuhan kebutuhan duniawi, melainkan juga sebagai bagian dari ibadah dan upaya mencapai keberkahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep konsumsi dalam Islam berdasarkan prinsip-prinsip syariah yang meliputi nilai tauhid, keadilan, tanggung jawab, kesederhanaan, serta larangan terhadap perilaku israf (berlebih-lebihan) dan tabdzir (pemborosan). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan studi pustaka (library research), dengan menelaah berbagai sumber primer dan sekunder seperti Al-Qur’an, Hadis, literatur klasik, serta jurnal-jurnal ilmiah kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi dalam Islam dibangun di atas landasan maqāṣid al-sharī‘ah untuk menjamin kemaslahatan lahiriah dan batiniah. Konsumsi yang halal dan thayyib tidak hanya memberikan manfaat jasmani, tetapi juga meningkatkan kualitas spiritual dan sosial seseorang. Konsumsi juga menjadi sarana untuk menjalankan ibadah, menjaga keseimbangan hidup, serta menghindarkan manusia dari kerakusan duniawi. Dengan demikian, konsumsi dalam perspektif Islam tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai ketuhanan, etika, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam membentuk pola konsumsi masyarakat Muslim yang bijak, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan dunia dan akhirat.
Ijtihad Dalam Ushul Fiqh Hasniar Hasniar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ijtihad memiliki peran sentral dalam pengembangan hukum Islam, terutama dalam menjawab persoalan-persoalan baru yang tidak secara eksplisit dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam menghadapi dinamika kehidupan modern yang terus berkembang baik dalam aspek sosial, ekonomi, teknologi, maupun budaya ijtihad menjadi mekanisme yang memungkinkan hukum Islam tetap fleksibel, relevan, dan solutif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara konseptual pengertian ijtihad, macam-macam ijtihad, ruang lingkup penerapannya ijtihad, serta syarat dan tingkatan seorang mujtahid dalam perspektif ushul fiqh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Pustaka (Library Research) yang dianalisis secara deskriptif melalui pendekatan deduktif. Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ijtihad merupakan usaha ilmiah maksimal dari seorang ahli hukum Islam untuk menggali dan menetapkan hukum syariat pada persoalan yang belum memiliki ketetapan pasti dalam sumber primer Islam. Ijtihad bukan hanya berfungsi sebagai alat istinbat hukum, tetapi juga sebagai jembatan untuk memastikan kesinambungan nilai-nilai syariah di tengah tantangan zaman.  Selain itu, ijtihad juga diklasifikasikan berdasarkan pelaku, metode, tujuan, sumber dalil, dan status hukumnya. Kajian ini menegaskan pentingnya revitalisasi ijtihad dalam menjawab tantangan zaman secara dinamis tanpa keluar dari prinsip-prinsip dasar syariat Islam.