Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFISIENSI MANAJEMEN KOMUNIKASI DIGITAL DEDI MULYADI DALAM PENDEKATAN EMOSIONAL MASYARAKAT DITINJAU DARI PERSPEKTIF SYARIAH Muhammad Ihsan Ath thaariq; Siti Launa Zulfa
Gunung Djati Conference Series Vol. 56 (2025): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi digital yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi dalam menyampaikan pesan-pesan publik melalui platform media sosial serta mengevaluasi efektivitasnya dalam pengurangan anggaran iklan pemerintah daerah, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang diperoleh dari platform digital seperti YouTube dan TikTok, serta didukung data dari publikasi berita daring dan sumber resmi pemerintah. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi Dedi Mulyadi—dengan interaksi langsung, pendekatan emosional, dan bahasa yang sederhana—berhasil menjangkau jutaan masyarakat tanpa bergantung pada media iklan konvensional. Akunnya tercatat memiliki lebih dari 2,2 miliar tayangan di YouTube dan lebih dari 750 juta tayangan di TikTok, mencerminkan tingkat engagement yang tinggi dan respon positif dari publik. Dari perspektif syariah, model komunikasi digital ini sejalan dengan nilai-nilai etika Islam seperti shidq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), qaulan ma’rufa (perkataan baik), dan tabayyun (verifikasi informasi). Konten yang dibagikan mencerminkan transparansi dan tanggung jawab publik, menjadikannya tidak hanya hemat biaya tetapi juga etis dan bernilai ibadah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi Dedi Mulyadi mencerminkan model komunikasi publik yang efisien, etis, dan inklusif di era digital yang sesuai dengan nilai-nilai syariah.
PERAN CHATBOT BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM MENINGKATKAN KINERJA EKONOMI SYARIAH: ANALISIS DARI PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH Muhammad Ihsan Ath thaariq; Siti Launa Zulfa
Gunung Djati Conference Series Vol. 56 (2025): Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI), khususnya dalam bentuk chatbot, membawa pengaruh besar terhadap dunia bisnis, termasuk dalam ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran chatbot AI dalam meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pemasaran bisnis syariah, serta menilai kesesuaiannya dengan maqashid syariah. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif berbasis data sekunder, penelitian ini menemukan bahwa chatbot AI mampu memberikan pelayanan otomatis selama 24 jam, mengurangi beban kerja, serta meningkatkan kepuasan pelanggan, terutama pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dari perspektif maqashid syariah, teknologi ini mendukung perlindungan terhadap harta (ḥifẓ al-māl), akal (ḥifẓ al-‘aql), dan jiwa (ḥifẓ al-nafs), selama implementasinya sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Selain memberikan manfaat efisiensi dan kemudahan pelayanan, AI juga dapat membantu penyebaran informasi yang edukatif dan adil. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan chatbot dalam menjawab pertanyaan kompleks serta risiko bias algoritma. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan kebijakan yang tepat agar pemanfaatan AI tetap selaras dengan nilai-nilai syariah dan tidak menimbulkan kemudaratan. Penelitian ini menegaskan bahwa chatbot AI berpotensi besar mendukung ekonomi syariah yang modern dan berkah.
Pengaruh Tingkat Setengah Pengangguran TPAK IPM Terhadap PDRB di Indonesia Tahun 2018-2023 Lidia Nuramalina; Siti Launa Zulfa; Muhammad Ihsan Ath-Thariq
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.830

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara hubungan antara pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia dengan tingkat setengah pengangguran (TSP), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam konteks pembangunan ekonomi yang semakin kompleks, pemahaman tentang kualitas penyerapan tenaga kerja menjadi sangat krusial. Meskipun TPAK yang tinggi seharusnya mencerminkan peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta IPM yang lebih tinggi menunjukkan lebih baiknya kualitas sumber daya manusia , kenyataannya fenomena underemployment menggambarkan bahwa banyak tenaga kerja yang tidak secara optimal dimanfaatkan. Penelitian ini menggunakan data panel lintas wilayah dari tahun 2018 hingga 2023 untuk memberikan bukti empiris terkait dinamika pasar tenaga kerja dan dampaknya terhadap pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian yang dilakukan memberikan hasil bahwa meskipun TPAK dan IPM berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi, pengaruhnya tidak signifikan secara langsung tanpa mempertimbangkan kualitas penyerapan tenaga kerja, seperti yang tercermin dalam tingginya tingkat underemployment. Penelitian ini menyarankan pentingnya kebijakan yang mengoptimalkan pemanfaatan tenaga kerja serta ditingkatkannya kualitas sumber daya manusia agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat lebih berkelanjutan dan inklusif. Temuan ini membuka ruang bagi penelitian lebih lanjut dalam menganalisis hubungan antara variabel ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi dengan pendekatan yang lebih holistik.