Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perhitungan Jawa Dalam Tradisi Perkawinan Di Desa Mindugading Kecamatan Tarik Sidoarjo Icha Dwi Listari; I Wayan Arsana; Suyono
PILAR Vol 1 No 1 (2021): PACIVIC: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.114 KB) | DOI: 10.36456/p.v1i1.4241

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kepercayaan masyarakat tentang perhitungan Jawa dalam tradisi pernikahan di Desa Mindugading, Tarik, Sidoarjo. Masyarakat selalu menjalankan tradisi ini dari generasi ke generasi, percaya atau tidak jika tidak melaksanakan perhitungan bahasa Jawa dalam tradisi pernikahan, maka akan terjadi bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui perspektif masyarakat tentang perhitungan Jawa dalam tradisi pernikahan di Desa Mindugading, Tarik, Sidoarjo. 2) Untuk mengetahui nilai-nilai perhitungan bahasa Jawa dalam tradisi pernikahan di Desa Mindugading, Tarik, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat menyatakan bahwa masyarakat Desa Mindugading, Tarik, Sidoarjo sebagian besar masih menggunakan perhitungan bahasa Jawa untuk tradisi pernikahan. Dalam menentukan hari akad nikah, masyarakat Desa Mindugading hanya menentukan hari yang baik dengan mengacu pada hari-hari Pasaran dan bulan-bulan yang baik. 2) Perhitungan bahasa Jawa dalam tradisi pernikahan mengandung nilai pendidikan di masyarakat desa Mindugading, Kecamatan Tarik, Sidoarjo.
Pengembangan model buku saku penataan budaya sekolah berbasis profil pelajar pancasila Listari, Icha Dwi; Sukriono, Didik; Suhartono, Edy
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202523605

Abstract

Bullying, physical violence, unfriendliness, and a lack of empathy or sympathy have contributed to a moral crisis in this country, especially among children in school environments. The Pancasila Student Profile is the abilities, character, and competencies that Indonesian students must possess in the 21st century to strengthen their character with six elements that must be applied in daily life.  The purpose of this article is to produce a book on school culture development based on the Pancasila Student Profile. Based on the author's background and objectives, the research method used in this study is the ADDIE development model, which consists of five phases: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research tools used include media, language, and expert student assessment sheets. The results of the pocket book development research on media experts obtained a percentage of 83% with a category of sufficiently valid. Language experts obtained a percentage of 82.69%, which was deemed sufficiently valid. The results of the small-group trial obtained a percentage of 76%, while the results of the large-group trial obtained a percentage of 92% with a category of highly valid and applicable to 10th-grade students at Muhammadiyah 10 High School in Surabaya.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH KEBERBAKATAN MELALUI SINERGI FESTIVAL RUMPUN DAN MIKRO-INFLUENCER UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS 2045 Icha Dwi Listari; Suhartono; Sugiantoro
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan karakter di sekolah keberbakatan melalui sinergi festival rumpun dan peran mikro-influencer dalam membentuk generasi muda berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival rumpun berperan sebagai wahana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang efektif dalam menanamkan nilai integritas, tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas. Sementara itu, mikro-influencer berkontribusi dalam memperluas internalisasi nilai karakter melalui media sosial sekolah, membentuk budaya literasi digital yang positif. Sinergi keduanya menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, adaptif, dan kontekstual terhadap era digital. Model ini menjadi strategi inovatif dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah keberbakatan dan mendukung visi merdeka belajar serta pembangunan generasi emas Indonesia 2045. Kata kunci: pendidikan karakter; sekolah keberbakatan; festival rumpun; mikro-influencer.
Pengaruh Kearifan Lokal terhadap Adaptasi Gaya Belajar Mahasiswa dalam Meningkatkan Literasi Kewarganegaraan di Era Digital Suhartono, Suhartono; Qomaru Zaman, Akhamd; Listari, Icha Dwi; Pebri Setiani, Puspita
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i1.2026.43-49

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di era digital, khususnya rendahnya literasi kewarganegaraan mahasiswa akibat maraknya informasi tidak akurat dan lemahnya internalisasi nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kearifan lokal terhadap adaptasi gaya belajar mahasiswa serta kontribusinya dalam meningkatkan literasi kewarganegaraan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan subjek 28 mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang memiliki latar belakang budaya beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, angket berbasis teori gaya belajar VARK, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berpengaruh kuat terhadap adaptasi gaya belajar mahasiswa, terutama dalam aspek kedisiplinan, kerja sama, etika digital, dan motivasi belajar. Adaptasi gaya belajar berbasis visual, auditori, membaca/menulis, dan kinestetik berkontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi kewarganegaraan digital, khususnya kemampuan menyaring informasi, memahami hak dan kewajiban digital, serta menerapkan etika komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran mampu memperkuat literasi kewarganegaraan digital mahasiswa secara kontekstual dan berkelanjutan