Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Budidaya Rumput Laut Dengan Metode Rakit Pada Masyarakat Pesisir di Desa Awainulu Pasarwajo Syah, Prima Insamilandari; Irunsah, Aslan
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i2.553

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas unggulan Indonesia bernilai ekonomi tinggi, namun potensinya belum dimanfaatkan secara optimal di Awainulu akibat keterbatasan pengetahuan, akses bibit unggul, serta tantangan hama dan penyakit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya rumput laut dengan metode rakit apung kepada masyarakat Desa Awainulu, Pasarwajo. Metode yang digunakan adalah partisipatif dan sosialisasi, dengan sasaran masyarakat, tokoh adat, kelompok wanita, dan perangkat desa. Kegiatan meliputi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Melalui sosialisasi, pemahaman masyarakat mengenai teknik budidaya, pengendalian hama, dan manajemen pemeliharaan meningkat signifikan, tercermin dari kenaikan skor rata-rata pengetahuan peserta (n=35) dari 2,3 menjadi 3,94. Peserta juga menilai kegiatan bermanfaat dengan skor rata-rata 3,89. Hasil ini menunjukkan efektivitas sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman dan persepsi manfaat peserta. Keberlanjutan program bergantung pada penguatan kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan.
Sosialisasi Budidaya Rumput Laut Dengan Metode Rakit Pada Masyarakat Pesisir di Desa Awainulu Pasarwajo Syah, Prima Insamilandari; Irunsah, Aslan
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i2.553

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas unggulan Indonesia bernilai ekonomi tinggi, namun potensinya belum dimanfaatkan secara optimal di Awainulu akibat keterbatasan pengetahuan, akses bibit unggul, serta tantangan hama dan penyakit. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya rumput laut dengan metode rakit apung kepada masyarakat Desa Awainulu, Pasarwajo. Metode yang digunakan adalah partisipatif dan sosialisasi, dengan sasaran masyarakat, tokoh adat, kelompok wanita, dan perangkat desa. Kegiatan meliputi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Melalui sosialisasi, pemahaman masyarakat mengenai teknik budidaya, pengendalian hama, dan manajemen pemeliharaan meningkat signifikan, tercermin dari kenaikan skor rata-rata pengetahuan peserta (n=35) dari 2,3 menjadi 3,94. Peserta juga menilai kegiatan bermanfaat dengan skor rata-rata 3,89. Hasil ini menunjukkan efektivitas sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman dan persepsi manfaat peserta. Keberlanjutan program bergantung pada penguatan kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan yang berkesinambungan.
FEASIBILITY ANALYSIS OF WINGED PEARL OYSTER (Pteria penguin) CULTIVATION BUSINESS IN PALABUSA WATER BAUBAU Syah, Prima Insamilandari; Djai, Suhaiba; Ihsan, Fadhli Insani; T, Suhartin; Fitrianti, Fitrianti
Aurelia Journal Vol 7, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v7i2.17562

Abstract

Mabe pearl oyster (Pteria penguin) cultivation has great potential as an alternative source of income for coastal communities through the production of high-value pearls and value-added by-products. This study aims to analyze the technical and financial feasibility of this cultivation in the waters of Palabusa, Baubau City, Southeast Sulawesi. The research employed a case study method using primary data collected through observation and interviews, and secondary data obtained from literature studies. Data were analyzed both technically and financially. The technical analysis showed that the geographic condition of Palabusa, which is surrounded by small islands, provides natural protection from large waves. Water quality parameters, including temperature (29–31°C), salinity (31–32 ppt), transparency (6–9 m), current velocity (0.22 m/s), depth (6–10 m), and seagrass–sandy substrate, were within the optimal range for pearl oyster cultivation. The applied longline culture system (6×6 m) achieved a high survival rate of 85%. Financial analysis revealed that an initial investment of IDR 166,500,000 for floating cages, boats, and equipment was highly feasible. The Net Present Value (NPV) was IDR 232,700,884 (at a 10% discount rate), Internal Rate of Return (IRR) 60% per year, and Payback Period (PP) 1.58 years (~19 months). The Break-Even Point (BEP) was reached at 5,068 units or a selling price of IDR 9,645 per unit, generating a net profit of IDR 105,308,188 per cycle. The study concludes that mabe pearl oyster farming in Palabusa Waters is technically and financially feasible, offering high profitability and rapid investment returns, making it a promising and sustainable enterprise.
Financial Analysis Study of Intensive System of Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei) Cultivation in SP Community Ponds, Bombana Regency Syah, Prima; Syah, Prima Insamilandari; Anugrah, Paka Mutiara; Sa'diyah, Qonita Nur; Ernawati, Wa Ode Ella
J-MILE: Journal of Management and Industrial Engineering Vol 2 No 1 (2026): April 2026
Publisher : J-MILE adalah jurnal akademik yang ditinjau sejawat (peer-reviewed) yang diterbitkan oleh CV Knowlexa Indonesia, terbit dua kali setahun (biannually) pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini menampilkan penelitian teoretis dan empiris di bidang manaj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66619/

Abstract

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) sistem intensif di Tambak SP Community, Kabupaten Bombana, merupakan model transformasi akuakultur milenial yang meningkatkan produktivitas dari pola tradisional ke supra-intensif dengan padat tebar tinggi dengan luas 2,5 hektare. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial usaha melalui indikator NPV, B/C Ratio, IRR, dan PP menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer (wawancara, observasi) dan sekunder (laporan Dinas Perikanan). Hasil menun-jukkan biaya investasi Rp1.565.050.000 (penyusutan tahunan Rp314.488.792), biaya operasional Rp2.081.524.592, penerimaan Rp3.757.981.089, dan pendapat-an bersih Rp1.676.456.498 per tahun (3 siklus). Analisis kelayakan menghasilkan NPV Rp2.854.723.456 (>0), B/C Ratio 1,81 (>1), IRR 89,4% (>6%), dan PP 1,24 tahun (<3 tahun), semuanya memenuhi kriteria layak. Studi menyimpulkan usaha sangat layak secara finansial dengan rekomendasi optimalisasi biaya produksi dan rekomendasi teknologi untuk replikasi nasional.