Penelitian ini mengevaluasi kebijakan dan strategi pemenuhan ketersediaan dan kebutuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan puskesmas. Dalam pemenuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan di Puskesmas, Kabupaten Karawang menggunakan aplikasi ASPAK sebagaimana yang diatur oleh kebijakan dari Pemerintah. Selain itu, aplikasi ASPAK juga dapat menjadi fungsi monitoring karena semua elemen sarana, prasarana dan alat kesehatan harus dilaporkan melalui aplikasi ini. Dalam penggunaanya, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain yaitu kurangnya keterangan antara alat yang rusak dan tidak, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara di lapangan dan dilaporan. Penelitian ini menggunakan Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Evaluasi dilakukan melalui wawancara dengan penanggung jawab/ koordinator urusan sarana, prasarana dan alat kesehatan, serta observasi dokumen laporan. Hasil penelitian berdasarkan Context menunjukkan bahwa dasar adanya ASPAK adalah untuk mengelola data sarpras dan alkes secara efisien dan akurat, di mana pelaporan sebelum ada ASPAK masih manual dan belum optimal dan sangat sesuai untuk mengatasi masalah inventarisasi. Berdasarkan Input menunjukkan bahwa pelu melakukan persiapan yang matang dari segi alat, SDM, dan pelatihan. Berdasarkan Process didapatkan hasil bahwa ASPAK mudah digunakan dan beberapa hambatan muncul terkait dengan SDM, jaringan internet, dan pendataan sarpras dan alat. Menurut Product, bahwa sarpras dna alkes belum mencukupi dalam melakukan pelayanan sehingga kepuasan masyarakat masih belum maksimal, serta kebijakan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya perbaikan dalam pelaksanaan kebijakan, maka hasilnya lebih menjadi optimal.