Ardiansyah, Yanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMENUHAN KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN SARANA PRASARANA DAN ALAT KESEHATAN PUSKESMAS Putra, Irvan Ika; Novita, Astrid; Ardiansyah, Yanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44949

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kebijakan dan strategi pemenuhan ketersediaan dan kebutuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan puskesmas. Dalam pemenuhan sarana, prasarana dan alat kesehatan di Puskesmas, Kabupaten Karawang menggunakan aplikasi ASPAK sebagaimana yang diatur oleh kebijakan dari Pemerintah. Selain itu, aplikasi ASPAK juga dapat menjadi fungsi monitoring karena semua elemen sarana, prasarana dan alat kesehatan harus dilaporkan melalui aplikasi ini. Dalam penggunaanya, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain yaitu kurangnya keterangan antara alat yang rusak dan tidak, sehingga terjadi ketidaksesuaian antara di lapangan dan dilaporan. Penelitian ini menggunakan Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Evaluasi dilakukan melalui wawancara dengan penanggung jawab/ koordinator urusan sarana, prasarana dan alat kesehatan, serta observasi dokumen laporan. Hasil penelitian berdasarkan Context menunjukkan bahwa dasar adanya ASPAK adalah untuk mengelola data sarpras dan alkes secara efisien dan akurat, di mana pelaporan sebelum ada ASPAK masih manual dan belum optimal dan sangat sesuai untuk mengatasi masalah inventarisasi. Berdasarkan Input menunjukkan bahwa pelu melakukan persiapan yang matang dari segi alat, SDM, dan pelatihan. Berdasarkan Process didapatkan hasil bahwa ASPAK mudah digunakan dan beberapa hambatan muncul terkait dengan SDM, jaringan internet, dan pendataan sarpras dan alat. Menurut Product, bahwa sarpras dna alkes belum mencukupi dalam melakukan pelayanan sehingga kepuasan masyarakat masih belum maksimal, serta kebijakan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya perbaikan dalam pelaksanaan kebijakan, maka hasilnya lebih menjadi optimal.
Evaluasi Pelaporan Keuangan BLUD di Puskesmas Kabupaten Karawang Berdasarkan Pengetahuan dan Praktik Pengelolaan Rosalia, Eva; Sinaga, Frida Rismauli; Ardiansyah, Yanto
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i01.90

Abstract

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) merupakan sistem yang diterapkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas/Badan Daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan fleksibilitas pengelolaan keuangan berdasarkan praktik bisnis sehat guna meningkatkan kualitas layanan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 79 Tahun 2018 tentang BLUD. Puskesmas sebagai bagian dari penyelenggaraan pemerintahan di bidang kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk kegiatan rutin, inovasi layanan, serta penyuluhan yang komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan keuangan BLUD pada Puskesmas, khususnya terkait kecukupan sumber daya manusia, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan prinsip efisiensi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode evaluatif dengan pendekatan sistematis untuk menilai efektivitas program. Informan berjumlah 14 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai unit kerja yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun SDM tersedia secara kuantitas, secara kualitas belum memenuhi standar karena latar belakang pendidikan bendahara penerimaan, bendahara pengeluaran, dan kepala sub tata usaha mayoritas berasal dari bidang kesehatan, bukan akuntansi. Tingkat kepatuhan unit kerja bervariasi, dengan sebagian Puskesmas dinilai patuh dan sebagian lainnya tidak patuh terhadap ketentuan BLUD. Prinsip efisiensi juga belum sepenuhnya diterapkan, di mana terdapat Puskesmas yang efisien dan ada pula yang belum efisien. Selain itu, sebagian besar informan 9  memiliki pengetahuan rendah terkait pengelolaan keuangan BLUD. Dengan demikian, meskipun jumlah SDM mencukupi, kualitasnya masih belum sesuai, serta masih ditemukan kendala dalam aspek kepatuhan dan efisiensi pengelolaan keuangan BLUD di Puskesmas.