Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing Pelaku UMKM di Desa Nglebo, Trenggalek: Pengabdian Muhamad Ahsan; Andhy Permadi; Muhammad Maulana Hamilurrosyad; Rieke Artha Nanda Prasetyo; Farhan Fitra Rafifan; Nadia Rachmayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital pelaku UMKM di Desa Nglebo, Kabupaten Trenggalek, melalui pelatihan dan pendampingan digital marketing . Latar belakangnya adalah rendahnya adopsi teknologi dan pemahaman branding, sehingga pemasaran masih tradisional dan jangkauan pasar terbatas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan workshop dua hari melibatkan 20 pelaku UMKM. Materi meliputi pembuatan akun bisnis digital, copywriting, pengelolaan media sosial, dan strategi branding, dilanjutkan dengan pendampingan langsung. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam membuat akun bisnis, mengelola konten promosi, dan menerapkan teknik komunikasi pemasaran. Peserta juga membentuk kolaborasi promosi bersama melalui media sosial, memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan solidaritas. Program ini terbukti efektif mendorong transformasi digital UMKM desa, memicu perubahan perilaku pemasaran, serta memberikan dampak positif pada aspek sosial dan ekonomi komunitas.
Analisis Penerapan Metode First In First Out (FIFO) terhadap Efisiensi Manajemen Operasional pada Toko Kelontong Reni Farhan Fitra Rafifan; Rahma Ulfa Maghfiroh
PPIMAN Pusat Publikasi Ilmu Manajemen Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Pusat Publikasi Ilmu Manajemen
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/ppiman.v3i4.1087

Abstract

Inventory management is a crucial aspect in improving operational efficiency, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) such as grocery stores. This study aims to analyze the effect of implementing the First In First Out (FIFO) method on operational efficiency at Reni Grocery Store. Prior to applying FIFO, the inventory system in the store was poorly organized, often resulting in losses due to expired or damaged goods. Since March 2025, FIFO has been implemented by placing older items at the front of the shelves, while new items are consistently placed at the back, accompanied by routine checks of expiration dates. This research employs a qualitative approach using in-depth interviews with the store owner as the main subject. The findings indicate that FIFO positively influences operational efficiency, as reflected by reduced expired goods, improved stock recording, and more organized product flow. These results are consistent with previous studies, such as Pratama & Sari (2020), which showed FIFO reduced losses by up to 25%, as well as Suharto et al. (2021) and Rahman (2022), who emphasized that FIFO enhances stock accuracy and distribution efficiency. Nevertheless, this study also reveals limitations, including limited storage space and a lack of manpower for routine checks, which prevent FIFO implementation from being fully optimal.
MANAJEMEN RESIKO KETIDAKPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK BAGI WAJIB PAJAK DI INSTANSI PEMERINTAH DAERAH Ahmad Hammam Baihaqi; Farhan Fitra Rafifan; Muhammad Rafi Triyanto
MEDIA MANAJEMEN JASA Vol 13, No 2 (2025): MEDIA MANAJEMEN JASA (MMJ)
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 jAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/mmj.v13i2.9148

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi manajemen risiko dalam menghadapi ketidakpatuhan pembayaran pajak oleh wajib pajak di lingkungan instansi pemerintah daerah. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara dan daerah, yang sangat berperan dalam mendanai pembangunan dan pelayanan publik. Namun, masih banyak wajib pajak yang tidak patuh, khususnya dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, yang mengakibatkan berkurangnya realisasi pendapatan dan tertundanya pelaksanaan program daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap pegawai Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah Surabaya Barat dan beberapa wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan kelupaan menjadi penyebab utama keterlambatan pembayaran pajak. Untuk mengatasi risiko ketidakpatuhan tersebut, instansi terkait telah menerapkan berbagai strategi manajemen risiko, seperti pemberitahuan jatuh tempo melalui SMS dan WhatsApp, pemberian insentif pajak, serta operasi lapangan seperti razia kendaraan dan penagihan door to door. Strategi ini terbukti dapat mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak dan membantu pencapaian target pendapatan daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan manajemen risiko yang terstruktur dan berorientasi pada pelayanan serta edukasi perpajakan mampu meningkatkan efektivitas sistem perpajakan daerah dan mendukung kemandirian fiskal serta pembangunan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Ketidakpatuhan Pajak, Manajemen Risiko, Wajib Pajak, Instansi Pemerintah Daerah. ABSTRACTThis study aims to explore risk management strategies in dealing with tax non-compliance by taxpayers in local government agencies. Tax is the main source of state and regional revenue, which plays a major role in funding development and public services. However, there are still many taxpayers who are non-compliant, especially in paying Motor Vehicle Tax, which results in reduced revenue realization and delayed implementation of regional programs. This study uses a qualitative approach with a semi-structured interview method with employees of the West Surabaya Regional Revenue Management Technical Implementation Unit and several taxpayers. The results of the study indicate that economic factors and forgetfulness are the main causes of late tax payments. To overcome the risk of non-compliance, related agencies have implemented various risk management strategies, such as notification of due dates via SMS and WhatsApp, providing tax incentives, and field operations such as vehicle raids and door-to-door collection. This strategy has been proven to encourage increased taxpayer compliance and help achieve regional revenue targets. This study concludes that the implementation of structured and service-oriented risk management and tax education can increase the effectiveness of the regional tax system and support fiscal independence and sustainable development.Keywords: Tax Non-Compliance, Risk Management, Taxpayers, Regional Government Agencies.