Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Model Machine Learning Tree-Based dan Non-Tree-Based untuk Tugas Klasifikasi Hilmi, Fadhilah; Taqiyassar, Kenzie; Pratama, Naufal Romero Putra; Kusuma, Satrio Condro; Nurwachid, Hafiz Rizky; Fatyanosa, Tirana Noor
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 12 No 4: Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.124

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan performa model machine learning berbasis pohon keputusan (Tree-Based) dan non-pohon keputusan (Non-Tree-Based) dalam tugas klasifikasi. Model Tree-based yang diuji meliputi LightGBM, CatBoost, XGBoost, dan Random Forest, sedangkan model Non-tree-based meliputi SVM, KNN, dan GaussianNB. Evaluasi dilakukan pada tiga dataset berbeda, yaitu Spaceship Titanic, Horse Health, dan Keep It Dry. Metrik yang digunakan untuk mengevaluasi performa model adalah AUC-ROC, akurasi, dan F1-score Micro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model berbasis pohon keputusan seperti CatBoost dan LightGBM umumnya memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan model non-pohon keputusan. CatBoost khususnya menunjukkan hasil terbaik dalam hal akurasi, AUC-ROC, dan F1-score Micro di sebagian besar dataset yang diuji. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemilihan model yang tepat berdasarkan karakteristik dataset yang digunakan. Faktor-faktor seperti kompleksitas data, jumlah fitur, dan distribusi kelas sangat mempengaruhi hasil akhir dari setiap model yang diterapkan. Dengan demikian, temuan ini dapat membantu praktisi machine learning dalam memilih model yang paling sesuai untuk tugas klasifikasi tertentu.   Abstract This study discusses the performance comparison of tree-based and non-tree-based machine learning models for classification tasks. The Tree-based models tested include LightGBM, CatBoost, XGBoost, and Random Forest, while the Non-tree-based models include SVM, KNN, and GaussianNB. The evaluation was conducted on three different datasets, namely Spaceship Titanic, Horse Health, and Keep It Dry. The metrics used to evaluate model performance are AUC-ROC, accuracy, and F1-score Micro. The results show that tree-based models such as CatBoost and LightGBM generally provide better performance compared to non-tree-based models. CatBoost, in particular, showed the best results in terms of accuracy, AUC-ROC, and F1-score Micro in most of the datasets tested. Additionally, this study highlights the importance of selecting the appropriate model based on the characteristics of the datasets used. Factors such as data complexity, number of features, and class distribution significantly affect the final results of each applied model. Thus, these findings can assist machine learning practitioners in choosing the most suitable model for specific classification tasks.
Analisis Perbandingan Performa Framework Website Next.js dan React Router Taqiyassar, Kenzie; Putra Kharisma, Agi; Tri Ananta, Mahardeka
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 10 No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performa adalah aspek penting dalam pengembangan aplikasi modern. Perkembangan terbaru di industri menunjukkan adanya perubahan preferensi framework, contohnya OpenAI memindahkan sebagian layanan web miliknya, seperti ChatGPT dari Next.js ke Remix, yang kini berevolusi dan terintegrasi erat dengan ekosistem React Router. Penelitian ini membandingkan performa Next.js dan React Router berdasarkan metrik First Contentful Paint (FCP), Largest Contentful Paint (LCP), Total Blocking Time (TBT), Cumulative Layout Shift (CLS), Speed Index (SI), dan skor performa Lighthouse. Tiga halaman pengujian terdiri dari Home, Ecommerce, dan News dibangun dengan desain identik dan diuji menggunakan WebPageTest serta Lighthouse pada dua kondisi yaitu tanpa cache dan dengan cache. Setiap halaman diuji sebanyak 20 kali, dan hasil dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji inferensial Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Next.js secara konsisten unggul dalam metrik FCP, LCP, dan SI, baik itu tanpa cache maupun dengan cache serta memperoleh skor Lighthouse yang lebih tinggi. Nilai p yang sangat kecil (ditampilkan sebagai 0,0000 karena pembulatan) menunjukkan bahwa perbedaan performa kedua framework signifikan secara statistik. React Router hanya unggul pada Total Blocking Time, tetapi tidak memberikan pengaruh praktis karena nilainya sangat rendah. Secara keseluruhan, Next.js terbukti lebih efisien dan stabil dalam pemuatan dan rendering halaman web dibandingkan React Router.