Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Protection Of Children In Legal Protection Of Children In Early Marriage: Implementation Challenges And Human Rights Implications.: Implementation Challenges And Human Rights Implications. Wahyudi, Setya; Asror, M. Khozinul
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.2245

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hukum anak dalam praktik pernikahan dini di Indonesia, dengan fokus pada tantangan penerapan peraturan dan penerapannya terhadap penyediaan hak asasi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas Undang-Undang No. 16/2019 sebagai instrumen perlindungan, mengkaji hambatan penerapannya di lapangan, dan merumuskan solusi hukum yang berorientasi pada prinsip-prinsip perlindungan hak anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, yang dijelaskan melalui sumber primer dan sekunder berupa undang-undang, jurnal akademik, serta laporan lembaga nasional dan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki landasan hukum yang lebih progresif, celah hukum seperti mekanisme dispensasi perkawinan, sosialisasi yang lemah, dan dominasi norma sosial budaya masih menjadi hambatan utama. Selain itu, integrasi antara hukum nasional dan perlindungan hak asasi anak secara substansial mengakibatkan praktik pernikahan dini terus berlanjut. Untuk itu diperlukan reformasi regulasi, peningkatan literasi hukum, penguatan kapasitas aparatur, serta pendekatan multidisiplin yang melibatkan lembaga negara, tokoh agama, dunia pendidikan, dan masyarakat sipil dalam upaya memberikan dan melindungi hak anak secara menyeluruh.
Code-Switching as a Pedagogical Strategy in Arabic Language Teaching at the State Islamic University Siregar, Syahri Ramadhan; Syukur, Hasan; Asror, M. Khozinul; Putra, Muhamad Fatih Budiman; Jalal, Darul; Siregar, Ahmad Mukhlis
Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education Vol. 7 No. 1 (2026): Arabic Language, Literature, and Education
Publisher : Study Program of Arabic Language Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/aphorisme.v7i1.9475

Abstract

The increasing use of multiple languages in educational settings has intensified code-switching, particularly in foreign language classrooms. This study aims to investigate (1) the reasons why Arabic language students engage in code-switching and (2) the extent to which code-switching supports Arabic language teaching from teachers’ perspectives. This research employed a mixed-methods design. The population consisted of Arabic language students and lecturers from three Indonesian universities: UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, and UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Using purposive sampling, 300 students were selected as respondents for the quantitative phase, and 9 lecturers were selected for the qualitative phase. Quantitative data were collected through a 21-item Likert-scale questionnaire and analyzed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Qualitative data were obtained through semi-structured interviews and analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the primary reasons for code-switching are academic, particularly to ask questions, clarify meaning, and compensate for limited vocabulary, while social and personal factors are less significant. From the teachers’ perspectives, code-switching provides pedagogical benefits, such as enhancing students’ comprehension of complex concepts and unfamiliar vocabulary. However, it also presents drawbacks, including reduced exposure to the target language and limited vocabulary development. This study concludes that code-switching functions as a strategic pedagogical tool when used selectively, especially at lower proficiency levels, but should be minimized to optimize Arabic language acquisition.