Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Biodiplomacy: Efforts to Achieve Fairness in Cross-Border Genome Data Transfers Tri Andika
The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education Vol. 7 No. 2 (2025): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/iccle.v7i2.25771

Abstract

Genome data is currently becoming important data in precision medicine era. The importance of genome data has resulted in increased collection activities worldwide. Until now, there have been no international regulations regarding the activity of sending human genome data across national borders. This has an impact on unequal utilization between countries. Fairness in the use of genome data between countries and the role of Indonesian diplomacy in realizing fairness in the use of genome data are issues in this research. The research method used in this study is a normative legal method that focuses to find and analyze regulations on the regulation of genome data protection in genome data transfer between countries with statute and conceptual approach. The Result shows that in the face of the international regulatory vacuum, countries are divided into three groups, namely countries that prohibit the transfer of genome data, countries that allow it with government permission, and countries that allow the transfer of genome data. To fill the gap in international regulations, Indonesia's diplomatic role is needed to ensure the security of human genome data sent outside its territory.
Analisis Rasio Keuangan PT. Kimia Farma Tbk Periode 2018 – 2022 Tri Andika; Azizul Akbar; Gomgom Edward; Muhammad Ichsan Adinata; Nopa Anggreini; Riri Hanifa
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jebmak.v3i2.632

Abstract

PT Kimia Farma dalam kegiatan bisnisnya, hingga tahun 2024, perusahaan ini memiliki 10 pabrik, 1.195 apotek, 401 klinik kesehatan, 64 laboratorium klinik, 8 optik, dan 3 klinik kecantikan yang tersebar di seluruh Indonesia.  Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.  Sumber data yang digunakan adalah Data sekunder dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Kimia Farma Tbk Periode 2018 -2022 yang diperoleh dari Website resmi PT. Kimia Farma Tbk.  Alat analisis laporan keuangan PT Kimia Farma, Tbk menggunakan rasio keuangan yang dapat dijadikan sebagai dasar informasi yang berguna bagi pihak internalmaupun pihak eksternal perusahaan. Teknik analisis yang dilakukan peneliti dengan melakukanperhitungan terhadap objek penelitian berupa data laporan keuangan perusahaan dengan menggunakan rumus rasio keuangan dilanjut dengan mendeskripsikan hasil perhitungan dengan standar dan rata-rata industri yang ditetapkan, lalu disimpulkan dengan kinerja keuangan perusahaan. Rasio yang digunakan adalah RasioLikuiditas, RasioSolvabilitas, dan Rasio Profitabilitas. Hasil perolehan perhitungan dari ketiga rasio menilai bahwa kinerja keuangan PT Kimia Farma, Tbk masih kurang baik.
Eksistensi Hukum Internasional terhadap Hukum Nasional dalam Pembuatan Perjanjian Internasional Halifa H; Mira Nila Kusuma Dewi; Sadikin S; Tri Andika; Andi Jihan; Anwar A
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 1 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17983343

Abstract

The relationship between international law and national law is a fundamental issue in legal studies, particularly when states engage in international treaty-making. Indonesia, as a sovereign state, is bound by international obligations arising from treaty ratification, yet must at the same time uphold constitutional norms and principles of national law. This article analyzes the existence and applicability of international law within the Indonesian national legal system, focusing on theoretical approaches to the relationship between the two legal orders and practical implementation through ratification procedures under Law Number 24 of 2000 on International Treaties. The study indicates that Indonesia adopts a mixed approach, neither purely monist nor dualist, but situational according to national legal and political needs. Thus, the applicability of international law in Indonesia is not automatic but contingent upon formal approval by state authorities. This article offers a comprehensive understanding of how Indonesia balances its national legal sovereignty with obligations under international law.Â