Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Lansia Melalui Terapi Menggambar dan Senam Otak dalam Pencegahan Demensia di UPT PSTW Banyuwangi Daviyana, Yuldani Adinda; Intania, Tirsa; Fadilah, Shinta Nur; Nurhidayah, Ririn; Pagaksari, Faridatul Hikmah; Wulandari, Selvia; Susanto, Tantut
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v4i1.828

Abstract

Cognitive function will decline with age, risk factors that can affect cognitive function decline are heredity from family, education level, brain injury, toxins, lack of physical activity, and chronic diseases such as Parkinson's, heart, and stroke. Implementation strategies to improve cognitive function in the elderly can be implemented with brain stimulation games as one of the knowledge-enhancing techniques that have been proven to be able to overcome memory disorders in the elderly. In this community service, the elderly are asked to draw according to their imagination after which the elderly take part in brain gymnastics guided by students which are then evaluated using the MMSE (Mini-Mental State Examination) questionnaire. By carrying out group activity therapy, it can improve cognitive function in the elderly so that it can prevent dementia in the elderly at UPT PSTW Banyuwangi
Eksekutoritas putusan adopsi asing terhadap anak indonesia dalam rekonstruksi doktrin pengakuan hukum perdata internasional Afrianti , Marissa; Wulandari, Selvia; Syifanendi, Siti Salsabila
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v5i1.5662

Abstract

Dalam konteks rekonstruksi doktrin pengakuan hukum perdata internasional, penelitian ini mengecek masalah eksekutoritas pu-tusan adopsi asing terhadap anak berkewarganegaraan Indonesia. Sistem exequatur khusus yang tidak ada di Indonesia yang bisa mengakui putusan adopsi dari negara lain sebabkan kekosongan hukum yang memengaruhi kepastian status hukum anak. Putusan asing hanya dapat digunakan sebagai bukti dalam gugatan baru di pengadilan Indonesia sesuai dengan Pasal 436 Reglement op de Burgerlijke Rechtsvordering (Rv). Kondisi ini bertentangan dengan prinsip-prinsip yang ada di dalam Undang-Undang Nomor 23 Ta-hun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Konvensi Hak-Hak Anak (UNCRC), ialah kepentingan terbaik anak. Penelitian yuridis nor-matif ini memberi saran supaya rekonstruksi doktrin pengakuan dengan menjalani asumsi pengakuan untuk melindungi kepent-ingan publik dan terbaik, membangun prosedur exequatur khusus adopsi di Pengadilan Negeri, dan membuat otoritas pusat untuk memverifikasi dokumen. Rekonstruksi ini dijalani untuk mengharmonisasikan hukum negara dengan Konvensi Den Haag 1993 tentang Perlindungan Anak dan Kerja Sama dalam Adopsi In-ternasional. Tujuannya ialah untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terbaik bagi anak angkat.