Lalamafu, Petrus Andito
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP BAHASA MENURUT METODE FENOMENOLOGI-HERMENEUTIKAMARTIN HEIDEGGER DAN IMPLIKASINYA BAGI BUDAYA BERBAHASA PARA CALON IMAM DIOSESAN Lalamafu, Petrus Andito
Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon Vol 2, No 2 (2018): Fides et Ratio
Publisher : Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47025/fer.v2i2.24

Abstract

Martin Heidegger, melalui metode Fenomenologi-Hermeneutika dan investigasi transendental, menampilkan suatu analisis dan interpretasi bahasa dalam tingkatan primordial-ontologis. Filsuf eksistensialisme ini menekankan, melalui karya-karya tulisnya, bahwa manusia dapat memahami keberadaan dirinya dengan suatu kesadaran ontis yang diinterpretasi. Pengungkapan kesejatian diri didasarkan pada Sein (Being) sebagai adanya Ada. Menurutnya, manusia memerlukan suatu pembelajaran berkelanjutan untuk menganalisis Ada itu dengan mempelajari dengan sungguh-sungguh Dasein (being-there) sebagai wadah pengungkapan kualitas diri di-dalam-dunia (being-in-the-world) dan hidup bersama-orang-lain (being-with-another). Seorang calon Imam Diosesan harus men-dunia, hidup di-tengah dunia, menyadari kesekitarannya dan menjadi berguna secara kualitatif. Itu tergantung dari bagaimana ia mem-bahasa-kan kehidupannya, bukan pertama-tama dengan bahasa artikualtif-komunikatif, namun dengan bahasa perbuatan, berakhlak dan berkarakter.
The Theological Dimensions of Basar Songsfrom the Kei Islands, Indonesia Rahawarin, Bernard Antonius; Lalamafu, Petrus Andito
International Journal of Indonesian Philosophy & Theology Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Asosiasi Ahli Filsafat Keilahian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47043/j3fbzt06

Abstract

This article aims to explores the theological dimensions embedded in Basar, a traditional ceremonial song of the Kei people in Southeast Maluku, particularly in its interaction with the Catholic faith. Using Robert J. Schreiter’s cultural semiotic method, comprising sign (melody), rule (ritual context), and message (life themes), this study reveals that Basar carries messages of reverence and gratitude rooted in the Larvul Ngabal customary law. These messages reflect a religious-spiritual worldview in which reverence for community leaders is understood as reverence for Christ (Christological dimension), and gratitude to Duad—the local term for God—is reinterpreted as gratitude to the Triune God (Trinitarian dimension). Thus, Basar functions not merely as a cultural artifact but as a theological resource capable of liturgical inculturation and contextual theological reflection within the Kei Catholic community.