Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Etika Jurnalisme Online: Studi Kasus Pemberitaan Jawapos.com dalam Konteks Regulasi UU ITE Nawaffani, Muh. Mahsya; Faruq Alhasbi; Nafi’ Hanifah; Haryanto, Ibni Nur Salamah
Pawarta: Journal of Communication and Da'wah 2025: Vol 3(2) August
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/pawarta.899

Abstract

Rapid advances in information technology have transformed news consumption toward online platforms, incentivizing speed and traffic-driven content that often yields sensational headlines (clickbait) and weak verification practices; two JawaPos.com reports serve as case points illustrating how media framing can carry ethical and legal ramifications in the digital news ecosystem. This study aims to examine how framing in two articles on JawaPos.com shapes public narratives and to assess the implications for journalistic ethics and Indonesia’s Electronic Information and Transactions Law (UU ITE). A qualitative case study approach was employed, with textual analysis of the selected news items as the primary unit. Data were collected from archived news content, legal documents (UU ITE, Press Council’s Cyber Media Guidelines), and academic literature. Robert N. Entman’s framing model (define problems, diagnose causes, make moral judgment, suggest remedies) guided the analysis, accompanied by source triangulation to ensure validity. Results indicate both reports rely on emotionally charged diction and social-media–sourced opinions without adequate verification; the “suggest remedies” element is largely absent, undermining balance and fact-checking. Such framing practices pose legal risks, potentially implicating Clauses 27A, 28(1), and 45A of the UU ITE, as the publication of unverified identities and allegations may harm personal reputations and propagate misleading information. Online newsrooms must strengthen editorial controls and layered verification procedures, aligning newsroom practices with cyber media guidelines and UU ITE, to preserve journalistic integrity and mitigate legal exposure. Perkembangan teknologi informasi menggeser konsumsi berita ke ranah daring dan mendorong praktik pemberitaan yang mengedepankan kecepatan serta trafik, yang sering kali berujung pada headline sensasional (clickbait) dan pengabaian verifikasi. Dua kasus pemberitaan di JawaPos.com menjadi ilustrasi terkait dampak framing dan potensi implikasi hukum dalam konteks media daring. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana framing pemberitaan pada dua artikel JawaPos.com membentuk narasi publik dan menilai implikasinya terhadap etika jurnalistik serta ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan analisis teks sebagai unit analisis, data dikumpulkan melalui dokumentasi arsip berita, peraturan hukum (UU ITE, Pedoman Media Siber), dan literatur relevan. Analisis menggunakan model framing Robert N. Entman (define problems, diagnose causes, make moral judgment, suggest remedies) serta triangulasi sumber untuk menjaga validitas. Temuan menunjukkan bahwa kedua pemberitaan cenderung mengutamakan diksi dramatis dan sumber opini netizen tanpa verifikasi memadai, tahap “suggest remedies” minim atau absen, sehingga keberimbangan dan verifikasi terabaikan. Framing tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum, khususnya terkait Pasal 27A, 28 ayat (1), dan 45A UU ITE, karena pemuatan identitas dan tuduhan yang belum terkonfirmasi dapat merugikan reputasi individu dan memicu penyebaran informasi menyesatkan. Media daring perlu memperkuat mekanisme editorial dan verifikasi, serta mengharmonisasikan praktik redaksional dengan Pedoman Media Siber sesuai ketentuan UU ITE untuk menjaga integritas jurnalistik dan mengurangi risiko hukum.
Transformasi Retorika Abu Bakar Ba’asyir: Analisis Wacana Narasi Qoul Qodim ke Qoul Jadid Nawaffani, Muh. Mahsya; Muh. Fajar Shodiq; Faruq Alhasbi; Wan Mohd Yusof Wan Chik
Wardah Vol 26 No 1 (2025): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/khyydd35

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi retorika dakwah Abu Bakar Ba’asyir dari narasi qoul qodim yang menolak Pancasila menuju qoul jadid yang menerima dan meresapi nilai dasar negara. Topik ini dipilih karena perubahan paradigma dakwah tokoh yang selama ini terstigma radikal bahkan oleh dunia internasional tersebut mencerminkan dinamika komunikasi keagamaan dalam konteks Islam Nusantara dan tantangan integrasi nilai agama dengan identitas kebangsaan. Penelitian dilaksanakan dengan metode kualitatif deskriptif-analitis, menggunakan korpus ceramah, rekaman video, dan wawancara mendalam dengan Ba’asyir serta keluarga sebagai data primer, didukung observasi simbolik di Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Analisis wacana kritis dan tematik diterapkan untuk mengidentifikasi pergeseran strategi ethos, pathos, dan logos, serta proses ijtihad kontemporer yang merekontekstualisasi argumentasi keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legitimasi dakwah mengalami reposisi dari otoritas teologis eksklusif ke otoritas historis-kultural, bahasa emosional berpindah dari ancaman moral ke narasi empati kolektif, dan argumen rasional direkontekstualisasi melalui referensi sejarah ulama pendiri bangsa. Kombinasi ketiga aspek ini memperkuat efektivitas komunikasi dakwah dalam masyarakat plural. Kesimpulannya, transformasi retorika Ba’asyir membuktikan pentingnya kontekstualisasi dan inkulturasi pesan keagamaan untuk menjembatani tauhid dan nilai Pancasila tanpa kehilangan substansi teologis. Rekomendasi penelitian mencakup pengembangan pelatihan komunikasi dakwah adaptif bagi pengkaji dan dai, integrasi kajian sejarah ulama ke dalam kurikulum dakwah, serta pemanfaatan simbol lokal dan media digital untuk memperkuat legitimasi dan daya tarik pesan dakwah dalam konteks budaya lokal