Latar Belakang: Kebiasaan merokok merupakan perilaku atau tingkah yang dapat membahayakan bagi kesehatan dan menjadi kebiasaan yang masih sulit untuk dihentikan. Anak-anak yang memiliki orang tua perokok lebih rentan terkena penyakit pernapasan seperti flu, asma, pneumonia dan saluran pernapasan lainnya. Merokok merupakan permasalahan yang terjadi di Indonesia, krisis rokok atau tembakau telah merugikan dan menyebabkan kematian 4 juta orang setiap tahunnya. Asap rokok mengandung zat kimia berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, tar, methanol yang dapat mengiritasi saluran pernapasan pada anak. Paparan terus menerus terhadap asap rokok dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi serius pada ISPA seperti peradangan pada saluran atas dan bawah yang dapat mengancam nyawa balita Perilaku seseorang itu di bentuk oleh adanya pengetahuan. Dengan adanya pengetahuan, akan terbentuk suatu sikap dan kesadaran yang terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang dampak asap rokok terhadap anak usia 2-11 tahun di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. populasi sebanyak 108, sampel sebanyak 52 responden diambil menggunakan teknik puposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan responden dalam kategori kurang 34,6%, dan bersikap negatif terhadap dampak asap rokok 61,5%. Hasil uji spearman rank didapatkan p value 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang dampak asap rokok terhadap anak usia 2-11 tahun di UPTD Puskesmas Menteng Palangka Raya, sehingga upaya edukasi perlu di tingkatkan secara terarah dan berkelanjutan.