Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepemimpinan Transformasional Berbasis Nilai Islam Dalam Meningkatkan Kinerja Pendidikan di Madrasah Pondok Pesantren Riyadhus Samawi Laily Nur Syayidah; Mohamad Sodik; Rohmah Zuhdiyyatul Hasna
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2025): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i2.591

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki peran krusial dalam mencetak generasi yang berkarakter kuat. Seiring perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi semakin kompleks, menuntut adanya kepemimpinan yang adaptif dan efektif. Model kepemimpinan transformasional dikenal mampu menginspirasi dan memotivasi bawahan untuk mencapai kinerja terbaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kepemimpinan transformasional berbasis nilai Islam serta dampaknya dalam meningkatkan kinerja pendidikan di Madrasah Pondok Pesantren Riyadhus Samawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksploratif. Hasil dari penelitian ini adalah kepemimpinan transformasional berbasis nilai Islam memiliki peran krusial dalam meningkatkan kinerja pendidikan di Madrasah Pondok Pesantren Riyadhus Samawi. Kepemimpinan ini berhasil mengubah visi pesantren menjadi tujuan bersama yang dihayati oleh seluruh pihak. Para pemimpin tidak hanya menginspirasi dan memotivasi, tetapi juga bertindak sebagai teladan (uswatunhasanah) yang menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kepemimpinan. Dengan demikian, tercipta budaya organisasi yang kuat, penuh dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat kolaborasi yang berdampak langsung pada kualitas pengajaran, hasil belajar siswa, serta keseluruhan tata kelola pesantren.
Pembinaan Guru Madrasah dalam Penggunaan Integrasi AI (Artificial Intelligence) Sebagai Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Islam Mohamad Sodik; Laily Nur Syayidah; Muhammad Khozin Natul Asror
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 6 No. 3 (2025): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/jpmd.v6i3.2872

Abstract

Abstrak The issue facing madrasah teachers at the Riyadhus Samawi Lodoyo Islamic Boarding School in Blitar is low digital literacy and skills in utilizing Artificial Intelligence (AI) technology as a learning medium. Teachers still rely on conventional methods, requiring coaching to improve their ability to integrate AI. The focus of the community service program is directed at improving teachers' competency in understanding, operating, and utilizing AI applications to produce creative, interactive, and relevant Islamic education learning media. The goal of this community service is to improve madrasah teachers' understanding and skills in using AI technology to develop Islamic education learning media. Furthermore, this activity aims to build teacher confidence in implementing digital technology and encourage the development of a culture of innovative learning within the Islamic boarding school environment. The activities were carried out in several stages, namely: (1) analysis of teacher needs related to the use of technology; (2) basic training on the concepts and ethics of using AI; (3) workshops on creating AI-based learning media such as presentation design, digital modules, and educational videos; and (4) ongoing mentoring for the application of AI in learning. The approaches used were capacity building, training workshops, and practice-based mentoring. Participatory Action Research (PAR) was chosen because it emphasizes collaboration between the community service team and the teacher community at every stage of the activity. PAR allows for collaborative problem identification, action planning, implementation, and evaluation, resulting in more relevant and applicable results. The community service activities demonstrated that teachers experienced significant improvements in their digital competencies. Teachers were able to use various AI applications to create more engaging and interactive Islamic learning media. The resulting learning products were more varied, including learning videos, digital modules, and AI-based presentation materials. Furthermore, these activities increased teachers' motivation to continue innovating and built a technology-based learning ecosystem within the Riyadhus Samawi Lodoyo–Blitar Islamic Boarding School.
EVALUASI SUPERVISI CIPP DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMAN I KEDIRI Laily Nur Syayidah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 1 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v1i2.3229

Abstract

Istilah evaluasi itu menunjuk kepada suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu. Untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi lebih baik, maka dengan memberikan evaluasi kepada pendidik maupun tenaga kependidikan menjadi hal yang wajib dilaksanakan oleh kepala sekolah. Dengan demikian Classroom Visitation menjadi langkah utama dalam menjalankan program supervisi. Stufflebeam (1993:118) menawarkan konsep evaluasi model CIPP. Metode penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah evaluasi konteks yang meliputi pedoman program supervisi, tujuan program supervisi, sasaran serta evaluasi masukan untuk rencana program supervisi, sarpras, anggaran biaya dan mekanisme supervisi classroom visitation berjalan dengan baik, evaluasi proses yang meliputi pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut perlu direncanakan dengan lebih baik lagi dan evaluasi produk tentang hasil program supervisi, tingkat keberhasilan program supervisi, tindak lanjut hasil supervisi secara umum berjalan dengan baik. Kegiatan supervisi classroom visitation ini dapat meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di dalam kelas sehingga diharapkan bisa mencapai tujuan pembelajaran yang optimal dengan kinerja guru yang meningkat dan prestasi siswa menjadi meningkat pula.
IMPLIKASI PERUBAHAN NAMA TERHADAP BRAND IMAGE DAN UPAYA KEPALA SEKOLAH DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN NAMA (Multi Kasus MAN 1 KOTA KEDIRI dan MAN 2 KOTA KEDIRI) Laily Nur Syayidah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2024): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v2i1.3560

Abstract

Dalam meningkatkan daya saing lembaga pendidikan, maka membangun brand image merupakan salah satu strategi yang digunakan lembaga pendidikan untuk menyikapi semakin kompetitifnya persaingan dalam upaya merekrut siswa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian jenis kualitatif yang dilakukan di MAN 1 dan MAN 2 Kota Kediri dengan hasil bahwa upaya kepala madrasah dalam mensosialisasikan perubahan nama madrasah di MAN 1 dan MAN 2 Kota Kediri dilakukan dengan berbagai macam diantaranya melalui media cetak dan media elektronik dan sosialisasi juga pertemuan dengan wali murid untuk berinteraksi, serta dengan berbagai pihak di berbagai macam forum. Dengan meningkatkan mutu dan kualitas madrasah dalam bidang ademik dan non akademik tidak merubah pandangan stakeholder terhadap perubahan nama madrasah. Implikasi perubahan nama madrasah terhadap input siswa di MAN 1 Kota dan MAN 2 Kediri selalu meningkat. Dampak positif implikasi perubahan nama madrasah di MAN 1 dan MAN 2 Kota Kediri sama yaitu memudahkan administrasi madrasah untuk beberapa tahun kedepan karena nama madrasah yang ada di Indonesia sekarang belum urut sesuai dengan wilayahnya dan dampak positif atas perubahan nama madrasah memiliki ciri khas tersendiri dalam membentuk image masyarakat terhadap madrasah seperti halnya progam keterampilan yang ada di MAN 1 Kota Kediri dan program asrama dan pendidikan karakter yang ada di MAN 2 Kota Kediri. Sedangkan dampak negatif pada perubahan nama madrasah di MAN 1 tidak merasa kehilang nama MAN 2 dikarenakan adanya perubahan nama MAN 1 memberikan warna dan semngat yang baru bagi madrash, sedangkan di MAN 2 merasa kehilangan nama MAN 3 dikarenakan nama madrasah yang MAN 3 tersebut sudah branded dan sudah sangat melekat dan berkesan bagi siswa bahkan alumni dari madrasah.