Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pesan Postingan Instagram kitabuku.id “Penerima KIP-K Terancam Putus Kuliah” Mempengaruhi Paradigma Pembaca Purba, Evin Rohmahaldo; Simamora, Esra Polanda
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i3.1598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya penulisan terhadap terbentuknya kesalahan paradigma pembaca dengan fokus pada caption postingan instagram yang berjudul “Dampak Efisiensi Anggaran: Penerima KIP-K Terancam Putus Kuliah.” Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode Analisis Wacana Kritis (AWK). Penelitian ini menelaah struktur narasi, pilihan diksi, serta gaya bahasa yang digunakan dalam artikel tersebut. Data diperoleh melalui analisis isi teks postingan dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya penulisan yang emosional dan tidak proporsional, seperti penggunaan diksi berkonotasi negatif dan penekanan pada aspek krisis, menyebabkan pembaca membentuk asumsi yang keliru terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, khususnya terkait program KIP-K. Hal ini diperparah oleh rendahnya literasi media sebagian pembaca, yang cenderung menerima informasi tanpa telaah kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya gaya penulisan yang objektif dan transparan dalam penyampaian isu-isu kebijakan publik untuk menghindari kesalahan interpretasi dan disinformasi di ruang publik. Kata Kunci : Gaya Penulisan, Paradigma, KIPK.
Analisis Maksim Kesopanan Dalam Konten Tiktok Kabinet Dagelan : Presiden Ke 8 Di Negeri Wakanda Purba, Evin Rohmahaldo; Panjaitan, Agust Furi Kartika; Sihombing, Putri L; Siagian, Nurianti; Ginting, Dahlia Harmonista; Hasibuan, Sari
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.2944

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan prinsip kesopanan berbahasa dalam komentar warganet pada konten TikTok Kabinet Dagelan berjudul “Presiden Ke-8 di Negeri Wakanda” yang memuat kritik dengan gaya bahasa sarkasme. Fenomena ini menarik karena kritik kerap disalahpahami sebagai bentuk kebencian, sementara gaya bahasa sarkastik berpotensi menimbulkan ambiguitas makna. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data baca-catat terhadap komentar yang muncul pada periode 8 Mei 2024–8 Agustus 2025, penelitian ini menganalisis enam maksim kesopanan menurut Leech, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, permufakatan, dan kesimpatian. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun konten yang dikomentari bernuansa kritik tajam dan sarkastik, sebagian besar warganet tetap menggunakan strategi kesantunan melalui nasihat halus, pujian, dukungan, kerendahan hati, persetujuan, dan simpati. Kemunculan keenam maksim secara berimbang mengindikasikan bahwa komunikasi di ruang digital tidak sepenuhnya didominasi oleh ekspresi negatif, melainkan juga menunjukkan upaya menjaga harmoni sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa sarkasme dalam kritik tidak selalu meniadakan kesantunan, selama penuturnya tetap menerapkan prinsip komunikasi yang mempertimbangkan dampak terhadap lawan tutur.