Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman Ibu dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Anak dengan Pemanfaatan Aplikasi Mobile health: Kualitatif Eksploratif Lusiani, Eli; Amalia, Maya; Holizah, Santi Nur
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i1.31814

Abstract

Pemantauan pertumbuhan anak merupakan salah satu upaya pencegahan stunting. Aplikasi berbasis mobile health dapat dimanfaatkan untuk pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Penelitian bertujuan mengeksplorasi Pengalaman ibu dalam stimulasi tumbuh kembang anak dengan pemanfaatan aplikasi mobile health. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Explorasi. Responden berjumlah 15 Ibu yang mempunyai aplikasi mobile health dengan incidental smpling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara secara online dan ofline. Data dianalisis menggunakan beberapa tahap meliputi tahap bracketing, Tahap intuiting, Tahap analizing, Tahap describing dan interpretating. Hasil penelitian meunjukan Responden yang terlibat usia 20-30 tahun (66,7 %), pendidikan terakhir perguruan tinggi (86,7%).  Penggunaan aplikasi mobile health seluruhnya selama > 12 bulan (100%). Responden mendapatkan informasi aplikasi mobile health dari Halodoc, Tiktok, Google.  Tema Yang di temukan bahwa pemanfaatan aplikasi mobile healt ini menjadi salah satu informasi yang paling di akses oleh responden. Responden tertarik mengakses informasi yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan karna ketakutan akan penyakit yang saat ini berkmebang yaitu stunting, kurang gizi dan obesitas. Kesimpulan penelitian bahwa mobile health dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting melalui penggunaan media digital yang memungkinkan ibu memudahkan akses untuk pemantauan tumbuh kembang anak. Hasil dari penelitian menjadi data dasar untuk penelitian yang mendalam antara pemahaman ibu dengan pesan yang di sampaikan pada perangkat tersebut melalui penelitian kuantitatif.
Psychometric of Triple Elimination Knowledge Questionnaire for Healthcare Workers: A Pilot Study: Psychometric evaluation 3E Questionnaire Raya, Reynie Purnama; Wilandika, Angga; Rahmilasari, Giari; Holizah, Santi Nur
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 16 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI VOLUME 16 NOMOR 2 TAHUN 2025
Publisher : IAKMI South Tangerang Branch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jkr.v16i2.401

Abstract

Background: The Triple Elimination Programme aims to reduce mother-to-child transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B, making the assessment of health workers’ knowledge about these infections essential for monitoring its success. Objective: This study evaluates the psychometric properties of the Triple Elimination Knowledge Questionnaire using Classical Test Theory and Structural Equation Modeling to ensure reliability and validity. Methods: A 42-person cross-sectional study was conducted. The analysis included item difficulty, internal consistency, concept validity, and reliability.  Factor loadings, AVE, CR, Cronbach's alpha, and rho-A coefficients assessed construct validity. The HTMT assessed discriminant validity. Structural equation modelling tested predictive linkages among knowledge domains. Results: Item difficulty varied widely, and most corrected item–total correlations exceeded 0.30. KR-20 coefficients ranged from 0.661 to 0.733, with an overall reliability of 0.848. Construct validity was generally supported, though some domains had AVE < 0.50. CR values exceeded 0.70, confirming internal consistency. HTMT values below 0.90 indicated discriminant validity. Structural modelling revealed that triple-elimination knowledge significantly predicted HIV, syphilis, and hepatitis knowledge domains (β = 0.613–0.805, p < 0.001). Conclusion: The questionnaire demonstrated strong reliability and validity, suggesting its usefulness for assessing healthcare workers’ knowledge in the triple elimination programme.