Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komitmen Pengelola Kantin Dalam Upaya Mewujudkan Kantin Sehat Di Sekolah Dasar Wahyuaji, Asna Afifah; Muhammad Hafizh Hariawan; Dittasari Putriana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.493

Abstract

Ketersediaan makanan sehat di sekolah merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah. Masih banyak kantin Sekolah Dasar yang belum memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. Rendahnya pengawasan dan ketiadaan komitmen tertulis menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komitmen pengelola kantin dalam upaya mewujudkan kantin sehat di Sekolah Dasar. Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di tiga SD Negeri di Sleman, Yogyakarta. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak 8 orang yang terdiri dari kepala sekolah, penjaga kantin, dan guru UKS. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengididentifikasi pola atau tema dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sekolah belum memiliki komitmen tertulis dalam pengelolaan kantin sehat. Faktor penghambat utama meliputi: keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan, keterbatasan dana, fasilitas fisik yang belum memadai, minimnya pengawasan dari instansi terkait, serta kebiasaan siswa jajan di luar sekolah. Faktor pendukung antara lain partisipasi wali murid melalui makanan yang dibuat di rumah, kunjungan dari Puskesmas, dan kesadaran umum akan pentingnya makanan sehat. Diperlukan komitmen tertulis, pembentukan tim pengelola, kerja sama dengan instansi kesehatan dan pendidikan, peningkatan sarana, serta pelatihan yang berkelanjutan bagi pengelola kantin.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Higiene dan Sanitasi pada Penjual Makanan di Sekolah di Yogyakarta: Factors Influencing Hygiene and Sanitation Practices among School Food Vendors in Yogyakarta Hariawan, Muhammad Hafizh; Rahayu, Herwinda Kusuma; Winarsih, Tendriana Ayu; Wahyuaji, Asna Afifah
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1SP.2025.227-234

Abstract

Background: Food safety in school environments is a key factor in supporting the continuity of educational activities. However, monitoring of hygiene and sanitation practices among school food vendors remains suboptimal. Unsafe or contaminated food can pose serious health risk to students. Poor hygiene and sanitation practices by food vendors are a key contributor to foodborne illnesses in schools. Objectives: This study aimed to evaluate the hygiene and sanitation practices of school food vendors in Yogyakarta and the factors influencing the implementation of these practices. Methods: A cross-sectional study employing a quantitative observational design was conducted in nine elementary schools in Sleman, involving 60 food vendors operating in the surrounding school areas. Associations between independent variables (age, gender, educational background, years of experience, training history, knowledge level, and attitude) and hygiene and sanitation practices were assessed using the chi-square test. Logistic regression analysis was performed to examine the model and identify factors influencing the implementation of hygiene and sanitation practices among school food vendors. Results: The study found that 55% of respondents did not adequately implement hygiene and sanitation practices, particularly in the area of personal hygiene. Slightly more than half of the food vendors (51.67%) had insufficient knowledge. Education level (AOR=1.58, 95% CI=1.05-3.616) and knowledge level (AOR=6.535, 95% CI=1.652-25.86) were significantly associated with the implementation of hygiene and sanitation practices. Conclusions: Education and knowledge levels are key factors influencing hygiene and sanitation practices among school food vendors. Targeted educational interventions for all stakeholders involved in program implementation are recommended to enhance knowledge and promote good hygiene and sanitation practices.