Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP APOTEKER PADA PENGGUNAAN OBAT HALAL DI KABUPATEN BANTUL Tarwiyah Rahmadani; Amrina Amalia Yogananda; Listiana Hidayati
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1180

Abstract

Penggunaan obat halal di Kabupaten Bantul telah menjadi perhatian utama dalam praktik farmasi karena nilai-nilai keagamaan yang kuat di masyarakat. Pengetahuan yang dimiliki apoteker tentang konsep halal sangat penting dalam memastikan bahwa obat-obatan yang disediakan di apotek memenuhi standar kehalalan yang diinginkan oleh konsumen muslim. Tingkat pengetahuan apoteker tentang obat halal secara langsung mempengaruhi sikap mereka terhadap pelayanan farmasi, termasuk dalam menjelaskan kepada pasien mengenai kehalalan obat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap apoteker tentang penggunaan obat halal serta mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap sikap apoteker tentang penggunaan obat halal di Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional dengan desain cross sectional menggunakan kuesioner terhadap 103 apoteker di apotek di Kabupaten Bantul. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yang harus memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah apoteker yang praktik di sarana pelayanan kefarmasian di Kabupaten Bantul dan apoteker yang bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah apoteker yang tidak mengisi kuesioner yang lengkap. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang obat halal dikategorikan baik (80,6%), sikap responden tentang obat halal dikategorikan positif (82,5%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap apoteker (Sig. 0,001 < 0,05). Kesimpulannya, pengetahuan yang baik berpengaruh positif terhadap sikap apoteker dalam mendukung penggunaan obat halal.
ANALISIS MINIMALISASI BIAYA PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK PASIEN RAWAT INAP DIABETES MELITUS DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING PERIODE JANUARI-JULI 2024 Nafiatul Khusna; Fatimah , Fitri Andriani; Listiana Hidayati; Melia Eka Rosita
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/t6t8d655

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic disease with increasing prevalence globally. The prevalence of diabetes mellitus in the Special Region of Yogyakarta was 23.3% in 2022 and increased to 64.8% in 2023, with 17,050 sufferers in Sleman Regency. This high prevalence increases the risk of cardiovascular complications and increases the cost of treatment, which adds to the overall economic burden. The purpose of this study was to determine the characteristics of respondents, the profile of antidiabetic drugs, and the minimum cost of antidiabetic therapy for inpatients with diabetes mellitus and hypertension at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The study was conducted using a descriptive design with retrospective secondary data collection from the medical records section for the period January-July 2024. Cost data were analyzed using the Cost Minimization Analysis (CMA) method. The results showed that the majority of patients were women aged 55–65 years with BPJS coverage. The most common single therapy was insulin novorapid flexpen (8 patients), while the most common combination therapy was metformin and novorapid flexpen (4 patients). The minimum therapy cost is Rp. 3,286,700 with the combination therapy group of insulin lantus and novorapid.