Verucha, Novacharisma Vindiantri
Universitas Tadulako

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Upaya Mitigasi Dampak Erosi Aliran Sungai terhadap Struktur Pilar Jembatan karuru, rezky susmono; Allo, Misel Boro; Verucha, Novacharisma Vindiantri
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ct1yj152

Abstract

Analisis hidrolika terhadap Sungai Basi 6 menunjukkan bahwa muka air banjir pada debit rencana Q100 tahun hampir menyentuh lantai jembatan eksisting. Pada tahun 2025, kejadian banjir besar mengakibatkan tinggi muka air mencapai elevasi dasar (bottom) jembatan, menimbulkan risiko serius terhadap struktur jembatan yang telah berusia puluhan tahun. Jembatan ini berada tepat pada tikungan tajam alur sungai, sehingga sisi luar belokan menerima tekanan aliran terbesar. Hal tersebut menyebabkan aliran menghantam langsung abutment dan memicu terjadinya gerusan (scouring) yang berpotensi melemahkan fondasi. Kecepatan aliran pada kondisi eksisting tercatat mencapai 4,86 m/s, yang mempercepat proses erosi di sekitar struktur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan upaya normalisasi alur sungai dengan mengubah geometri menjadi lebih lurus, serta membangun tanggul sepanjang 100 meter di sisi hulu dan hilir jembatan. Langkah ini bertujuan menurunkan kecepatan aliran dan mengurangi potensi gerusan. Selain itu, direncanakan pembangunan bangunan pereduksi kecepatan aliran, terutama di area tikungan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan aliran dapat ditekan menjadi 2,03 m/s pada kondisi rencana. Perubahan ini menunjukkan penurunan energi aliran secara signifikan dan peningkatan stabilitas di sekitar abutment. Berdasarkan kajian tersebut, direkomendasikan bahwa kombinasi penataan ulang alur sungai, pemasangan bronjong, serta peninggian elevasi jembatan minimal 1,5 meter dari muka air banjir merupakan solusi yang efektif dalam penanganan gerusan dan peningkatan keselamatan jembatan.
Effect of Multi-Variable Mix Composition on the Setting Time and Flow Properties of Fly Ash-GGBFS Geopolymer Mortar Ramadhan, Bayu Rahmat; Adam, Andi Arham; Akifa, Sri Nur; Wahidin, Suci Amalia Namira; Verucha, Novacharisma Vindiantri; Allo, Misel Borro
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i2.310

Abstract

The development of eco-friendly construction materials increasingly emphasizes the utilization of industrial waste, with fly ash being a prominent alternative binder to Portland cement. However, Type F fly ash exhibits limitations due to its inherently low calcium (CaO) content, which results in slow geopolymerization reactivity and typically necessitates high-temperature curing to achieve optimal early strength. This research aims to optimize the utilization of 100% fly ash as a binder in geopolymer mortar by incorporating Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS). GGBFS serves as a source of reactive calcium, specifically to accelerate C-A-S-H gel formation. The alkaline activator used comprises NaOH and Na₂SiO₃ solutions, varied at specific ratios. The experimental program investigates the influence of three key parameters: GGBFS content (10%, 20%, and 30% by fly ash weight), activator/binder ratio (30%, 35%, and 40%), and aggregate/binder ratio (2.25, 2.5, and 2.75). The primary focus is to evaluate their effect on the fresh properties of geopolymer mortar, particularly flowability and setting time, under ambient curing conditions (without heat treatment). The findings of this study are expected to demonstrate that GGBFS addition significantly enhances early reactivity and facilitates the development of geopolymer mortar suitable for ambient temperature applications. This research is anticipated to contribute to the advancement of sustainable construction materials through the optimal utilization of industrial waste, especially for applications where high-temperature curing is impractical.
Analisis Upaya Mitigasi Dampak Erosi Aliran Sungai terhadap Struktur Pilar Jembatan rezky susmono karuru; Misel Boro Allo; Novacharisma Vindiantri Verucha
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ct1yj152

Abstract

Analisis hidrolika terhadap Sungai Basi 6 menunjukkan bahwa muka air banjir pada debit rencana Q100 tahun hampir menyentuh lantai jembatan eksisting. Pada tahun 2025, kejadian banjir besar mengakibatkan tinggi muka air mencapai elevasi dasar (bottom) jembatan, menimbulkan risiko serius terhadap struktur jembatan yang telah berusia puluhan tahun. Jembatan ini berada tepat pada tikungan tajam alur sungai, sehingga sisi luar belokan menerima tekanan aliran terbesar. Hal tersebut menyebabkan aliran menghantam langsung abutment dan memicu terjadinya gerusan (scouring) yang berpotensi melemahkan fondasi. Kecepatan aliran pada kondisi eksisting tercatat mencapai 4,86 m/s, yang mempercepat proses erosi di sekitar struktur. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan upaya normalisasi alur sungai dengan mengubah geometri menjadi lebih lurus, serta membangun tanggul sepanjang 100 meter di sisi hulu dan hilir jembatan. Langkah ini bertujuan menurunkan kecepatan aliran dan mengurangi potensi gerusan. Selain itu, direncanakan pembangunan bangunan pereduksi kecepatan aliran, terutama di area tikungan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan aliran dapat ditekan menjadi 2,03 m/s pada kondisi rencana. Perubahan ini menunjukkan penurunan energi aliran secara signifikan dan peningkatan stabilitas di sekitar abutment. Berdasarkan kajian tersebut, direkomendasikan bahwa kombinasi penataan ulang alur sungai, pemasangan bronjong, serta peninggian elevasi jembatan minimal 1,5 meter dari muka air banjir merupakan solusi yang efektif dalam penanganan gerusan dan peningkatan keselamatan jembatan.