Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS STABILITAS LERENG MENGGUNAKAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN PERKUATAN BOR PILE (STUDI KASUS PADA RUAS JALAN PALELEH – LOKODOKA KM. 685+100) Wahidin, Suci Amalia Namira; Arief, Dede Irham; Ramadhan, Bayu Rahmat; Allo, Misel Boro
Surya Teknika Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 1 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.7642

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu ancaman utama terhadap infrastruktur jalan di wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki kondisi topografi kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas lereng pada ruas jalan Paleleh–Lokodoka KM 685+100 dengan pendekatan penggunaan dinding penahan tanah tipe kantilever yang diperkuat dengan bored pile. Metode analisis yang digunakan adalah Finite Element Method (FEM) menggunakan pemodelan numerik 2D, dengan mempertimbangkan beban lalu lintas dan beban gempa bumi. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain dinding penahan tanah dengan perkuatan bored pile menghasilkan nilai faktor keamanan (SF) sebesar 1,561 pada kondisi layan dan 1,120 pada kondisi gempa, yang telah memenuhi ketentuan dalam SNI 8460-2017. Disimpulkan bahwa penggunaan bored pilesebagai perkuatan memberikan kontribusi signifikan terhadap kestabilan lereng dan dapat menjadi solusi teknis yang efektif untuk kawasan rawan longsor.
Evaluasi Perilaku Mekanik Mortar Berkelanjutan menggunakan Butiran Plastic PET (Polyethylene Terephthalate) sebagai Substitusi Agregat Halus Allo, Misel Boro; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira; Verucha, Novacharisma V.; Akifa, Sri Nur; Said, Sugira; Seril, Boroallo
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 2 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N2 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qk4qny98

Abstract

Transformasi penggunaan material tidak terbarukan menjadi terbarukan menjadi material inovatif yang berkelanjutan. Limbah plastik tahunan meningkat dan memperparah kerusakan lingkungan. Peningkatan limbah plastic yang sulit terurai, dan menimbulkan gas beracun saat di bakar dapat merusak alam. Memanfaatkan sampah ini dalam produksi beton dapat membantu melestarikan sumber daya bangunan. Penelitian ini untuk menguji perilaku mekanik mortar dengan pengantian agregat menggunakan limbah plastic PET (butiran) dengan variasi 0%, 3% dan 5% dari berat pasir. Pengujian dilakukan pada umur 7 dan 28 hari. Penelitian ini mengevaluasi flow mortar, density, dan kuat tekan. Penggantian agregat halus menggunakan agregat plastik PET sampai 5% dalam campuran mortar menunjukkan dampak positif pada nilai kuat tekan mortar dan material dapat menyerap energi yang baik. Penelitian ini menunjukkan peningkatan kekuatan tekan mortar hingga 1.16 kali dibandingkan campuran kontrol saat menggunakan 5% agregat limbah PET sebagai agregat limbah plastik PET dalam campuran mortar sehingga mendukung pengembangan bahan konstruksi yang berkelanjutan
Evaluation Criteria for Appropriate Site and Environmental Development in Green Building Implementation of Hospital Facilities in Palu City Fritswel Ratmady P; Tutang M. Kamaludin; Gunawan; Zet Mallisa; Bayu Rahmat Ramadhan
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 7 No. 3: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is expected to be able to see to what extent this building has implemented the green building concept by conducting an assessment according to green building criteria in the Appropriate Site and Environmental category. This research uses a mixed research method between quantitative research methods and qualitative research methods. This research will comprehensively measure and analyze aspects of Appropriate Site and Environmental Use in Hospital Buildings in Palu City, after that disseminate the findings in the field. After obtaining information regarding the general description of the green building system from the results of interviews with each respondent from the three hospitals involved. reviewed. Thus, the result of reducing the data that has been collected is an interview sheet in the form of a table of more specific questions based on the Greenship Existing Building Version 1.1 assessment benchmark and the Greenship New Building Version 1.2 assessment benchmark. Based on the results of the appropriate site and environmental assessment (Appropriate Site Development), Anutapura Hospital and Undata Hospital received a gold title with a score of 9 points or (57%) of the maximum total points of 16, while Tadulako University Hospital received a silver title with the lowest score. 9 points or (52%) of the maximum total points of 17.
Pengaruh Rasio Air–Pengikat terhadap Waktu Pengikatan dan Kuat Tekan Pasta Geopolimer Wahidin, Suci Amalia Namira; Rasyid, Moh. Iqbal; Adam, Andi Arham; Akifa, Sri Nur; Ramadhan, Bayu Rahmat
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/kad1vv33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh rasio air terhadap bahan pengikat terhadap waktu pengikatan dan kuat tekan pasta geopolimer berbasis abu terbang tipe F dari PLTU Mpanau, Palu, dengan penambahan kapur padam (Ca(OH)₂) sebesar 10% dari berat bahan dasar. Aktivator yang digunakan terdiri dari sodium silikat dan sodium hidroksida, serta air murni tanpa kandungan mineral. Variasi dosis Na₂O yang digunakan adalah 6%, 8%, dan 10%, dengan rasio air terhadap bahan pengikat bervariasi dari 0,24 hingga 0,42. Benda uji berbentuk silinder berdiameter 2,5 cm dan tinggi 5 cm, dengan pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa setiap dosis Na₂O memiliki rentang rasio air terhadap bahan pengikat tertentu yang menghasilkan waktu pengikatan ideal. Dosis Na₂O 10% menunjukkan rasio optimal antara 0,26 – 0,34, sedangkan pada dosis 8% optimum terjadi pada rasio 0,42, dan pada dosis 6% berada pada kisaran 0,38 – 0,40. Kuat tekan tertinggi sebesar 22,68 MPa diperoleh pada dosis Na₂O 10% dengan rasio air terhadap bahan pengikat sebesar 0,28 pada umur 28 hari.
Performa Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Rasio Alkali Aktivator: Performa Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Variasi Sri Nur Akifa; Akifa, Sri Nur; Tikara, Medi; Adam, Andi Arham; Ramadhan, Bayu Rahmat; Wahidin, Suci Amalia Namira
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 3 (2025): Paulus Civil Engineering Journal V7N3 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/3y5tev29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi komposisi alkali aktivator terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis abu terbang tipe F. Abu terbang diperoleh dari PLTU Mpanau dan diaktivasi menggunakan kombinasi Sodium Silikat (Na₂SiO₃) dan Sodium Hidroksida (NaOH). Benda uji berupa mortar berbentuk kubus berukuran 50 × 50 × 50 mm, dengan rasio massa abu terbang terhadap pasir sebesar 1 : 2,75 dan rasio air terhadap padatan (w/s) sebesar 0,35. Variasi dosis aktivator yang digunakan adalah 25%, 40%, dan 55% terhadap berat abu terbang, dengan perbandingan Sodium Silikat terhadap total aktivator (W/A) sebesar 0; 0,3; 0,5; 0,7; dan 1. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari untuk mengevaluasi perkembangan kekuatan mekanik seiring waktu. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan dosis aktivator dan nilai W/A secara signifikan mempengaruhi karakteristik kuat tekan mortar. Kuat tekan optimum sebesar 24,72 MPa tercapai pada komposisi dosis aktivator 55% dan rasio W/A 0,5 pada umur 28 hari. Nilai tersebut menunjukkan bahwa mortar geopolimer dengan komposisi tersebut memiliki potensi untuk diaplikasikan sebagai elemen struktural alternatif yang ramah lingkungan.
Pengaruh Dosis Pada Kehilangan Berat Mortar Dengan Bahan Pengikat Alkali Activated Slag Bayu Rahmat Ramadhan; Ratmadi Payung, Fritswel; Nur Akifa, Sri; Arrang Sarungallo, William
Surya Teknika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Surya Teknika Volume 1 Edisi 2 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v1i2.6516

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan produksi limbah baja terbesar, didorong oleh pesatnya pertumbuhan industri baja berbasis nikel. Limbah baja tersebut, seperti Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS), memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam produk alkali-activated slag (AAS), seperti pasta, mortar, dan beton. Inovasi ini menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan penggunaan semen konvensional. Namun, tantangan utama adalah memastikan ketahanan material berbasis AAS di lingkungan agresif, khususnya dalam media asam sulfat. Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi dosis terhadap perubahan berat mortar berbasis AAS (alkali-activated slag mortar atau AASM), yang diaktifkan dengan Na?SiO? dan NaOH sebagai aktivator utama, dalam larutan asam sulfat (H?SO?) 7% selama 56 hari, dengan rasio air semen, modulus, activator/binder, dan Superplasticizer yang tetap. Kinerja AASM dibandingkan dengan mortar Portland Composite Cement (PCC) konvensional dan mortar campuran untuk mengevaluasi ketahanannya. Lima desain campuran diuji pada ketiga jenis mortar, masing-masing dirancang untuk mencapai kuat tekan target sebesar 40 MPa. Hasil pengujian selama 56 hari menunjukkan perbedaan signifikan dalam perubahan berat dan karakteristik visual antar jenis mortar. Sampel AASM mengalami ekspansi, dengan berat yang tetap stabil atau bahkan meningkat, disertai munculnya retakan di tepi sampel. Sebaliknya, mortar campuran dan PCC menunjukkan sifat rapuh, pelarutan material, serta penurunan berat yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa AASM memiliki kemampuan mempertahankan berat yang lebih baik dalam lingkungan asam sulfat 7% dibandingkan dengan mortar campuran maupun PCC, sehingga menjadikannya alternatif yang lebih tahan lama untuk konstruksi di kondisi kimia yang agresif. Penelitian ini mempertegas potensi AAS sebagai solusi konstruksi ramah lingkungan, dengan menyoroti pentingnya optimalisasi desain campuran untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan sulfat.
Analisis Kelayakan Infrastruktur Pariwisata Di Kota Palu, Sulawesi Tengah: Studi Kasus Kampung Nelayan Palu Ratmadi Payung, Fritswel; Sarungallo, William Arrang; Rahmat Ramadhan, Bayu; Ayu Juli Andjani, Ni Made
Surya Teknika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Surya Teknika Volume 1 Edisi 2 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v1i2.6523

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan infrastruktur pariwisata di Kampung Nelayan Palu, Sulawesi Tengah, sebagai destinasi wisata potensial. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara dengan berbagai responden, termasuk wisatawan lokal, masyarakat sekitar, serta pemangku kepentingan. Infrastruktur dinilai berdasarkan sepuluh indikator, seperti akomodasi, tempat makan, transportasi, dan telekomunikasi, menggunakan skala kelayakan ASCE (2009). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar infrastruktur berada dalam kategori buruk dengan nilai rata-rata 65,37% atau D. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan mendasar, khususnya dalam aspek transportasi, telekomunikasi, dan sanitasi, untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Nelayan Palu. Dengan peningkatan infrastruktur yang tepat, kawasan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik wisata dan kontribusi ekonomi lokal.
Reframing Public Policy on Narcotic Case Dismissals: Integrating Maqasid  al-Shari‘ah and Restorative Justice in the Contemporary Era Waris, Irwan; Susanti, Ani; Haryono, Dandan; Rahmat Ramadhan, Bayu; Nur Akifa, Sri
MILRev: Metro Islamic Law Review Vol. 4 No. 1 (2025): MILRev: Metro Islamic Law Review
Publisher : Faculty of Sharia, IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/milrev.v4i1.10579

Abstract

The handling of narcotics crimes in Indonesia remains a persistent legal and social challenge, especially in balancing punitive measures with rehabilitation efforts. This empirical legal research investigates the implementation of prosecution termination policies using a restorative justice approach in narcotics cases and analyzes their compatibility with the principles of Maqasid al-Shari‘ah. Field data were collected through in-depth interviews with 12 key informants, consisting of prosecutors, judges, police investigators, religious leaders, and former drug offenders who had undergone restorative justice proceedings. Additional data were obtained through direct observation of mediation sessions at the prosecutor’s office and the analysis of legal documents, including case files and institutional guidelines. The field findings reveal that the application of restorative justice is still limited and discretionary, often depending on the initiative of individual prosecutors and the willingness of victims or communities to engage in non-litigation settlement. While some prosecutors have successfully used this approach for first-time or non-distributor offenders, significant legal and structural constraints remain—such as the absence of detailed operational guidelines, lack of coordination between institutions, and limited public understanding of restorative mechanisms. Nevertheless, the study finds that the use of restorative justice aligns substantively with the goals of Maqasid al-Shari‘ah, particularly in protecting life (hifz al-nafs), intellect (hifz al-‘aql), and religion (hifz al-din), by prioritizing rehabilitation, mental health recovery, and spiritual reintegration over mere incarceration. Restorative practices, such as sulh (mediation) and community involvement, are also consistent with Islamic legal traditions emphasizing compassion, reconciliation, and prevention of greater harm (dar’ al-mafasid). The academic contribution of this study lies in offering a normative-empirical synthesis between Islamic legal principles and restorative justice practices, providing a conceptual and policy framework for the transformation of narcotics prosecution models in Indonesia. It emphasizes the importance of integrating maqāṣid-based reasoning into contemporary criminal justice reform to foster a more humane, rehabilitative, and socially responsive legal system.
Effect of Multi-Variable Mix Composition on the Setting Time and Flow Properties of Fly Ash-GGBFS Geopolymer Mortar Bayu Rahmat Ramadhan; Andi Arham Adam; Sri Nur Akifa; Suci Amalia Namira Wahidin; Novacharisma Vindiantri Verucha; Misel Borro Allo
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2025): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i2.310

Abstract

The development of eco-friendly construction materials increasingly emphasizes the utilization of industrial waste, with fly ash being a prominent alternative binder to Portland cement. However, Type F fly ash exhibits limitations due to its inherently low calcium (CaO) content, which results in slow geopolymerization reactivity and typically necessitates high-temperature curing to achieve optimal early strength. This research aims to optimize the utilization of 100% fly ash as a binder in geopolymer mortar by incorporating Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS). GGBFS serves as a source of reactive calcium, specifically to accelerate C-A-S-H gel formation. The alkaline activator used comprises NaOH and Na₂SiO₃ solutions, varied at specific ratios. The experimental program investigates the influence of three key parameters: GGBFS content (10%, 20%, and 30% by fly ash weight), activator/binder ratio (30%, 35%, and 40%), and aggregate/binder ratio (2.25, 2.5, and 2.75). The primary focus is to evaluate their effect on the fresh properties of geopolymer mortar, particularly flowability and setting time, under ambient curing conditions (without heat treatment). The findings of this study are expected to demonstrate that GGBFS addition significantly enhances early reactivity and facilitates the development of geopolymer mortar suitable for ambient temperature applications. This research is anticipated to contribute to the advancement of sustainable construction materials through the optimal utilization of industrial waste, especially for applications where high-temperature curing is impractical.