Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN AMPAS KOPI (Coffea arabica.) SEBAGAI FOOT SPRAY DENGAN KOMBINASI CENGKEH (Syzygium aromaticum.) DAN COCONUT OIL (Cocos nucifera.) UNTUK MENGHILANGKAN BAU KAKI Nokhiea Ayu Rahmasari; Putri Karina Nur ‘Aini; Fatichah Lutfi Zata Aqmar; Susanti Rahayu
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 4 No 02 (2025): Agustus
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64477/402447-454

Abstract

Ampas kopi, yang sering dianggap sebagai limbah, memiliki potensi besar sebagai bahan alami untuk kesehatan dan kecantikan. Mengandung polifenol, kafein, dan minyak esensial, ampas kopi dapat digunakan untuk mengatasi bau tidak sedap dan menjaga kebersihan kulit. Penelitian ini bertujuan mengembangkan foot spray alami dengan memanfaatkan ampas kopi, cengkeh, dan minyak kelapa. Cengkeh mengandung eugenol yang memberi aroma khas, sementara minyak kelapa berfungsi sebagai pelembab untuk mencegah iritasi. Foot spray dibuat melalui proses ekstraksi minyak kelapa dengan cengkeh, kemudian dicampurkan dengan ampas kopi. Pengujian meliputi uji alergi, stabilitas, efektivitas, dan pH, yang menunjukkan bahwa produk ini efektif mengatasi bau kaki, aman, dan stabil. Hasil uji menunjukkan bahwa 80% subjek tidak mengalami reaksi alergi, produk stabil setelah disimpan selama 7 hari, dan 70% pengguna mengalami pengurangan bau kaki serta produk memiliki aroma segar dan tekstur cair yang mudah disemprotkan. Dengan demikian foot spray efektif, aman, dan ramah lingkungan sebagai solusi alami mengatasi bau kaki. Inovasi ini memberikan solusi ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah ampas kopi dan bahan alami untuk produk kecantikan dan kesehatan.
Pengaruh Penambahan Zeolit dan Karbon Aktif pada Papan Partikel Berbahan Dasar Ampas Tebu (Saccharum officinarum L.) dan Biomassa Lignoselulosa terhadap Kekuatan Mekanik serta Potensi Adsorptif terhadap Gas Polutan Bernice Kinan Pindyastama; Almahabah Nur Illahi; Fatichah Lutfi Zata Aqmar; Agus Widayoko
Jurnal Integrasi Sains dan Quran Vol 5 No 01 (2026): Februari
Publisher : SMA Trensains Muhammadiyah Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64477/501551-560

Abstract

Indonesia is one of the largest sugarcane producers in Southeast Asia, but the bagasse waste produced is often underutilized and can pollute the environment. This study developed particle boards based on sugarcane bagasse and lignocellulosic biomass with the addition of zeolite and activated carbon. This study focused on observing the effect of adding zeolite and activated carbon as reinforcing materials for particle boards as well as adsorbents for pollutant gases. The method used in this study was quantitative research with an experimental approach. Data collection was conducted through observation and literature review. The boards were made by mixing biomass, bagasse, zeolite, activated carbon, resin, and catalyst in certain proportions, then molded and pressed until dry. Testing was carried out through load resistance testing (ASTM D1037-12), water absorption testing (SNI 03-2105-2006), and pollutant gas adsorption testing (SNI 19-7117.7-2005). The results showed that the board could withstand loads of up to 62 kg, had a water absorption capacity of 36.4%, and a CO gas adsorption efficiency of 44%. These findings prove that the addition of zeolite and activated carbon effectively increases mechanical strength and adsorption function, making particle boards an environmentally friendly construction solution and a means of reducing air pollutants.