Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Manajemen Event Maybank Marathon 2023: Pilar Kekuatan Event Organizer XYZ Noor, Ivana; Rahmawati , Ayu Nur; Mardiyanto, Joko; Rukmana , Ovalia
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 2 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v16i2.5524

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen event Maybank Marathon Bali 2023 dari perspektif Event Organizer XYZ, dengan fokus pada identifikasi faktor kekuatan (Strength) dalam kerangka SWOT. Latar belakang penelitian berangkat dari evolusi industri olahraga global yang didorong oleh revolusi industri 4.0, serta peran event marathon sebagai salah satu produk sport tourism dengan dampak ekonomi lokal signifikan. Maybank Marathon Bali, sebagai marathon berlabel “Elite” pertama di Indonesia, menampilkan tantangan pengelolaan kompleks melibatkan berbagai pemangku kepentingan—sponsor, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan penyedia layanan teknologi. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif: pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dengan tim EO, panitia inti, dan stakeholder lokal; serta analisis dokumen operasional, laporan pasca-event, dan publikasi resmi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama EO XYZ meliputi kapabilitas organisasional yang matang, profesionalisme tim manajemen, sinergi terstruktur dengan sponsor utama dan pihak pemerintah, integrasi autentik elemen budaya Bali dalam pengalaman peserta, dan pemanfaatan teknologi digital (sistem registrasi online, real-time tracking, komunikasi pra-event). Faktor-faktor ini berkontribusi pada peningkatan partisipasi pelari internasional dan kepuasan stakeholder. Kontribusi penelitian mencakup rekomendasi strategis untuk memaksimalkan kekuatan tersebut, misalnya penguatan platform digital, peningkatan desain pengalaman terintegrasi (cultural immersion), serta perencanaan koordinasi logistik berkelanjutan. Temuan diharapkan memberikan wawasan bagi EO lain dalam menyelenggarakan event olahraga berskala besar dengan kualitas internasional. Keterbatasan studi terdiri dari fokus pada satu edisi event dengan sampel terbatas, sehingga perlu penelitian lanjutan multi-edisi dan pelibatan lebih luas (sponsor internasional, komunitas global pelari).
Ethics of Artistic Collaboration in Cultural Diplomacy Amid Global Conflict: The Collaboration Between the Jakarta ARTS Council (DKJ) and the Ukrainian Institute in 2024 Noor, Ivana; Satory, Agus
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32764

Abstract

Cultural diplomacy has increasingly become an important approach to strengthening international relations through cultural exchange and artistic collaboration. This study examines the ethical dimensions of artistic cooperation in cultural diplomacy through the collaboration between the Jakarta Arts Council (Dewan Kesenian Jakarta – DKJ) and the Ukrainian Institute in 2024. The research aims to analyze how ethical principles shape artistic collaboration and how cultural initiatives function as diplomatic instruments in the context of global conflict. This study employs a qualitative research design, using document analysis and a literature review to explore cultural programs, institutional reports, and scholarly sources related to cultural diplomacy and artistic exchange. The findings indicate that artistic collaboration serves as an effective medium for promoting intercultural dialogue, strengthening international cultural relations, and expanding networks among artists and cultural institutions. Ethical principles such as respect for cultural diversity, neutrality in political contexts, and intercultural dialogue play an important role in ensuring that artistic initiatives remain constructive platforms for cultural communication. However, challenges related to political sensitivity, cultural representation, and institutional coordination may influence the implementation of cultural diplomacy initiatives. Overall, the study demonstrates that ethical artistic collaboration can contribute significantly to cultural diplomacy by fostering cultural understanding and international cooperation, even in times of geopolitical tension.