Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN SECONDARY SKIN ACP BERLUBANG RASIO 50% PADA GEDUNG PARIPURNA DPRD KABUPATEN PEMALANG Saputra, Rizki Dwi; Dwiyanto , Agung
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4134

Abstract

Abstract: This study examines the application of Aluminum Composite Panel (ACP) with a 50% perforated pattern as a secondary skin on the Plenary Building of DPRD Pemalang Regency to enhance thermal performance and energy efficiency in a tropical climate. The research aims to evaluate the thermal performance of buildings with and without the secondary skin, analyze temperature changes, and identify factors affecting its effectiveness. Field surveys, thermal sensor measurements, and statistical analysis were employed to collect and evaluate data. Results indicate that the secondary skin reduces indoor temperatures by 4%-5%, with further reductions of 16% for brick wall elements and 13% for 5 mm clear glass elements. The findings suggest that material selection and secondary skin design significantly influence thermal comfort, offering a viable solution for office buildings in tropical regions like Pemalang Regency. Keyword: Aluminum Composite Panel, Secondary Skin, Thermal Performance Abstrak: Penelitian ini mengkaji penerapan Aluminum Composite Panel (ACP) dengan pola berlubang 50% sebagai secondary skin pada Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan kinerja termal dan efisiensi energi di iklim tropis. Penelitian bertujuan mengevaluasi kinerja termal bangunan dengan dan tanpa secondary skin, menganalisis perubahan suhu, serta mengidentifikasi faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Survei lapangan, pengukuran sensor termal, dan analisis statistik digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data. Hasil menunjukkan secondary skin menurunkan suhu dalam ruangan sebesar 4%-5%, dengan penurunan tambahan 16% untuk elemen dinding bata dan 13% untuk kaca clear 5 mm. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan material dan desain secondary skin sangat memengaruhi kenyamanan termal, menawarkan solusi untuk bangunan perkantoran di wilayah tropis seperti Pemalang. Kata Kunci: Aluminum Composite Panel, Secondary Skin, Kinerja Termal
Penyuluhan Penggunaan APD dalam Meningkatkan Kesadaran K3 Peternak Sapi Perah di Dusun Gambretan, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Khasanah, Uswatun; Saputra, Rizki Dwi; Amalia, Triana Nurul; Aysyiyah, Nur ‘Aini; Rahmaningsih, Dhany; Roi, Ibnu
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.559

Abstract

Kegiatan peternakan sapi perah memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), antara lain paparan penyakit zoonosis, cedera fisik, iritasi kulit, dan gangguan pernapasan. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu upaya pencegahan risiko tersebut, namun tingkat pemakaiannya di kalangan peternak masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan dan kesadaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik penggunaan APD pada peternak sapi perah di Dusun Bendosari, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, penyuluhan melalui ceramah dan diskusi partisipatif, serta pembagian paket APD. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan praktik K3 peternak. Seluruh peserta (100%) telah menunjukkan praktik penggunaan APD secara lengkap, meliputi masker, sarung tangan, celemek, penutup kepala, dan sepatu boot selama proses pemerahan susu. Selain itu, terjadi peningkatan higienitas wadah penampung susu, yang ditunjukkan melalui pembersihan dan penanganan wadah yang lebih baik selama proses pemerahan. Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini efektif dalam mendorong perilaku kerja yang lebih aman dan higienis serta berpotensi menurunkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala dengan pendampingan kader dan tenaga kesehatan serta dukungan penyediaan APD yang memadai.