Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Antigen Eritrosit Kucing Domestik dan Kucing Persia dengan Menggunakan Metode Imunokromatografi: Identification of Domestic and Persian Cat Erythrocyte Antigens Using Immunochromatography Method Palestin; Wardhani, Hana; Hermawan, Intan Permatasari; Kahar, Hartono; Dachlan, Yus Prijatna; Zelpina, Engki
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 2 (2025): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i2.89

Abstract

Identifikasi antigen eritrosit pada kucing penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui golongan darah pada kucing yang merupakan salah satu prosedur  wajib jika seekor kucing memerlukan transfusi darah pada keadaan tertentu, misalnya kucing yang menderita kanker, anemia, pendarahan akut atau kronis, serta infeksi virus. Selain untuk berbagai permasalahan tersebut, identifikasi antigen eritrosit juga penting dilakukan untuk mencegah kasus isoeritrolisis neonatus pada anak kucing akibat perkawinan jantan dan induk yang berbeda jenis antigen eritrositnya. Sistem penggolongan darah kucing didasarkan pada perbedaan antigen eritrosit yang membentuk tiga tipe utama, yaitu A, B, dan AB. Golongan darah A merupakan yang paling dominan, ditemukan pada sekitar 95% populasi kucing global, sementara tipe B dan AB tergolong langka. Secara biokimiawi, antigen pada tipe A dan B merupakan gangliosida berbeda dengan berat molekul 50 kD - tipe A hanya mengekspresikan NeuGc, sedangkan tipe B secara eksklusif mengandung NeuAc. Adapun tipe AB mengekspresikan kedua komponen (NeuAc dan NeuGc) dalam proporsi seimbang.
Pemeriksaan Gratis Penyakit Zoonosis (Toxoplasmosis dan Leptospirosis) Pada Kucing di Kecamatan Wonokromo Surabaya cipka, hana; Cipka Pramuda Wardhani, Hana; Palestin; Gusti Ningrum, Siti; Hari, Fomalha; Rachmawati, Elly; Putri Arifin, Nadiyah
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kucing merupakan salah satu hewan yang sangat dekat dengan manusia, oleh karena itu kesehatannya juga perlu diperhatikan guna menjaga kesehatan manusia. Banyak sekali penyakit kucing yang dapat menular ke manusia, adapun yang sering sekali menular pada manusia akan tetapi tidak secara dini terdeteksi adalah Toxoplasmosis dan Leptospiroris. Toxoplasmosis dapat menyebabkan penyakit yang cukup mengerikan pada manusia, salah satunya adalah  kejadian abortus, sedangkan Leptospirosis dapat menyebabkan kematian pada manusia.. Tujuan: penelitian ini untuk mendeteksi penyakit zoonosis (Toxoplasmosis dan Leptospirosis) secara dini dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) di wilayah Kecamatan Wonokromo Surabaya tepatnya di klinik hewan K and P Clinic. PCR dinilai lebih akurat dalam mendeteksi penyakit tersebut secara dini dibandingkan dengan menggunakan rapid test. Metode: Pemeriksaan ini dilakukan secara gratis pada 20 ekor kucing di wilayah Kecamatan Wonokromo Surabaya. Sampel yang digunakan adalah darah. Darah kucing tersebut diambil dari vena cephalica dengan menggunaakan disposable syringe ukuran 3 cc, dan diletakkan dalam tabung dengan antikoagulan EDTA (Ethylendiaminetetraacetic Acid) berukuran 1 cc. Hasil: penelitian dari 20 sampel darah kucing, terdapat 4 ekor kucing (20 %) kucing yang positif terinfeksi Leptospirosis dan 1 ekor kucing (5 %) kucing yang terinfeksi Toxoplasmosis. Kesimpulan: sehingga dapat disimpulkan bahwa kurang lebih 25% dari total 20 ekor kucing pemeriksaan menggunakan PCR terdapat hasil yang positif terinfeksi Toxoplasmosis dan Leptospirosis. Sehingga perlu menjaga kebersihan dan kesehatan lebih ektra