Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Bahaya Penyalahgunaan Obat Tramadol dan Triheksifenidil sebagai Upaya Pencegahan Kecanduan pada Remaja SMA di Desa Cihawuk: Pengabdian Rizqi Indra Hartanto; Eklyn Naiyazalwa Nandhitya; Sani Asmi Ramdani Lestari; Alvira Andrea Jati; Restu Gani; Adhit Rifki Hudaya Nuryadin; Salsabila Fauzia Khaerani; Muhamad Pijar Nur Ramdani; Wahidah Nazmi Lailia; Muhammad Ikhbal; Vieka Yassin Azzahra; Sofi Najwati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2536

Abstract

The misuse of tramadol and trihexyphenidyl (THD) among adolescents poses a risk of dependence and health problems. This study aims to provide education about the dangers of drug abuse and analyze its effectiveness in increasing the knowledge of high school students in Cihawuk Village. The activity was held on August 19, 2025, with a one-group pre-test and post-test design. Twenty students joined in the pre-test, followed by an interactive lecture and leaflet distribution as reference material, and then the post-test. The instrument, consisting of 10 questions, had undergone validity and reliability testing, with a Cronbach's Alpha value of 0.700. The results showed that the average pre-test score of 53.50 increased to 81.50 on the post-test (an increase of 52.34%). The Wilcoxon test results showed a Z value of -3.763 with p= 0.000 (p< 0.05), indicating a significant difference between the pre-test and post-test results. Education using lectures and leaflets proved to be effective in increasing adolescents' knowledge about the dangers of drug abuse.
ANALISIS YURIDIS PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK Adhit Rifki Hudaya Nuryadin; Aliffa Nabila; Aliftiyah Aura Rosyda; Ajeng Ulfa Mustika
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 2 (2026): Februari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di apotek merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menjamin keselamatan pasien serta penggunaan obat yang rasional. Peran apoteker sebagai tenaga kesehatan profesional telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Regulasi tersebut menegaskan kewenangan dan tanggung jawab apoteker dalam pengelolaan sediaan farmasi serta pemberian pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien. Meskipun kerangka hukum telah tersedia secara normatif, dalam praktik masih ditemukan ketidaksesuaian dalam implementasi peran apoteker di apotek, khususnya dalam pelayanan profesional seperti konseling obat, pemantauan terapi, dan edukasi pasien. Kondisi ini berpotensi menurunkan mutu pelayanan kefarmasian serta menimbulkan risiko terhadap keselamatan pasien.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis pengaturan serta implementasi peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di apotek. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum. Hasil analisis menunjukkan bahwa peran apoteker telah memiliki dasar hukum yang kuat, namun tantangan utama terletak pada aspek implementasi dan kepatuhan terhadap regulasi. Oleh karena itu, penguatan pemahaman hukum, peningkatan pengawasan, serta optimalisasi peran apoteker diperlukan untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian, meningkatkan perlindungan hukum bagi pasien, dan mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berorientasi pada pasien.